Pertebal Motivasi Diri Dokter di Training Pengembangan Perilaku Welas Asih yang sangat inspiratif

Motivasi Remaja Islami di Pondok Ramadhan SMA PGRI 2 Jombang

Remaja adalah bagian penting dari subyek sekaligus obyek pembangunan suatu negara. Remaja sebagai generasi masa depan bangsa Indonesia perlu disiapkan sejak saat ini dari segi fisik maupun mentalnya. Salah satu unsur generasi muda adalah remaja Islami. SMA PGRI 2 Jombang menyadari betul hal itu melalui pelaksanaan kegiatan Pondok Ramadhan yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 11 Juni 2016. Pesantren kilat seperti hal ini memang dilaksanakan secara temporal, namun bukan berarti tidak berdampak terhadap perkembangan jiwa siswa-siswi remaja di sekolah yang bersangkutan. Bagaimanapun juga, pengalaman masa remaja adalah salah satu momen langka yang akan mereka ingat seumur hidup mereka.

Bertindak sebagai pemateri acara pondok Ramadhan SMA PGRI 2 Jombang, Ustadz Yusuf dari Rumah Cerdas Islami (RCI) menggugah kesadaran para peserta kegiatan pondok Ramadhan untuk kembali mempelajari Islam sebaik-baiknya. Wajah-wajah remaja Islami yang mengikuti acara tersebut beragam. Terdapat peserta yang bisa mengikuti acara dengan antusias dan serius. Ada juga peserta yang terkesan bercanda dan asal-asalan. Secara umum, mereka tampak ceria selama acara ini berlangsung di Aula Lantai 2 SMA PGRI 2 Jombang. Semangat dalam belajar bernilai lebih penting daripada tumpukan buku-buku pelajaran yang biasa mereka lahap setiap hari.

Saya senang bisa menjadi bagian dari acara tersebut. Memandang para remaja SMA mengikuti pondok Ramadhan di SMA PGRI 2 Jombang menyeret ingatan saya pada kenangan masa lalu. Itulah saat saya masih memiliki pemikiran yang sama dengan mereka. Menyukai kebebasan, tidak mau terikat, selalu berkelompok dengan teman satu geng, dan tentu saja terjebak cinta monyet. Hahaha. Kepada semua peserta kegiatan tersebut diberikan pemahaman bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan pada masa sekarang akan berdampak di masa depan. Sekecil apapun aksi yang kita berikan pada saat ini akan menghasilkan reaksi di kemudian hari. Oleh karena itu setiap remaja harus memanfaatkan masa mudanya sebaik mungkin.

Khusus untuk menjelaskan hikmah dibalik larangan berpacaran di usia SMA, mereka membutuhkan analogi yang lebih realistis dan bisa diterima akal sehat. Remaja berpacaran di saat sekolah ibaratnya bunga yang sudah layu sebelum berkembang. Terlebih lagi untuk kaum gadis yang terlibat pergaulan bebas. Meski tampak muda, hakikatnya mereka sudah tak segar dan tak ranum lagi. Tangan-tangan kotor yang menjamah para gadis cantik telah memberikan bekas yang tidak mudah terhapuskan dalam benak setiap orang yang mengenalnya. Meski dibalut dengan kosmetik mahal, cacat itu tetap menjadi bukti keburukan perilaku seseorang.

Semoga makin banyak acara sejenis pondok Ramadhan yang bisa dilaksanakan di sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA. Bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga di sebelas bulan lainnya. Generasi muda Islami modern adalah remaja Islam yang mampu membawa diri secara tepat untuk berkreasi dan beraktifitas dalam kehidupan nyata dengan tetap membawa aturan-aturan agama Islam dalam kehidupan mereka. Remaja Islami bukan hanya berkutat dengan kitab dan tasbih. Namun mereka mampu memberi kontribusi nyata dalam kehidupan masyarakat. Semoga Anda terinspirasi tulisan ini!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *