Pengajian Ahad Pahing dan Silaturahmi DMI dan MUI Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang

Karya Seni Gambar Siluet Glass Tokoh Hasyim Asyari
Karya Seni Gambar Siluet Glass Tokoh KH. Hasyim Asyari, salah satu pendiri organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU).

Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang hari ini (9/9/2018) mengadakan pengajian Ahad Pahing. Acara tersebut dilaksanakan di Masjid Baitussalam Dusun Guwo Desa Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Saya mengikuti rangkaian acara pengajian dari jam setengah tujuh sampai jam setengah dua belas siang. Kegiatan silaturahmi dimulai pukul setengah delapan pagi melalui pembacaan istighotsah dan tahlil berjamaah. Doa bersama tersebut diikuti oleh kurang lebih seratus orang yang berasal dari jamaah yasin putra Dusun Guwo dan perwakilan DMI dari 19 desa di wilayah Kecamatan Mojowarno. Para jamaah mengikuti doa dengan tenang dan khusyu’.

Acara yang paling dinanti hadirin adalah pengajian kitab syarah taqrib bersama KH. Sholeh Ma’sum. Beliau telah hadir diantara hadirin. Namun kali ini pembacaan kitab diwakilkan kepada Ustadz Subhan, putra KH. Sholeh Ma’sum karena penglihatan Kyai Ma’sum bermasalah. Ustadz Subhan membahas kitab taqrib halaman 64 bab sholat subuh. Dijelaskan oleh beliau bahwa ada dua jenis fajar dalam pergantian malam menuju pagi, yaitu fajar kadzib dan fajar sodiq. Fajar kadzib disebut juga sebagai fajar palsu. Sinar matahari muncul sebentar lalu gelap lagi. Sedangkan Fajar Sodiq disebut juga fajar asli. Setelah fajar sodiq muncul, hari berangsur-angsur terang. Fajar sodiq inilah awal waktu sholat subuh dimulai.

Ustadz Subhan kemudian menjelaskan bahwa waktu jawaz ada dua macam, yaitu waktu jawaz makruh dan waktu jawaz tidak makruh. Waktu jawaz makruh adalah waktu fajar sampai muncul matahari yang tidak memungkinkan cukup waktu melaksanakan sholat 2 rokaat. Misalkan, Anda baru saja berniat melaksanakan sholat subuh dua rokaat, tapi baru mengerjakan satu rokaat ternyata matahari sudah terbit. Inilah yang disebut waktu jawas makruh. Sedangkan sholat jawaz yang tidak makruh berlaku sebaliknya yaitu Anda masih memiliki cukup waktu untuk melaksanakan sholat dua rokaat. Jamaah yang memenuhi Masjid Baitussalam menyimak ceramah agama ini dengan khidmat.

Sholat wustha pun tak lepas dari bahan ceramah ustadz Subhan. Sholat wustha disebut juga sebagai sholat pertengahan hari. Sholat wustha dilakukan menjelang pergantian waktu dari malam ke pagi ataupun dari siang ke sore. Contoh sholat wustho adalah sholat subuh dan sholat ashar. Kemudian beliau menjelaskan ada lima waktu yang tidak boleh melakukan shalat kecuali shalat yang memiliki sebab yaitu setelah shalat subuh sampai terbit matahari; saat terbit matahari sampai sempurna dan naik sekitar satu tombak; saat matahari tepat di tengah sampai condong; setelah shalat ashar sampai matahari terbenam; saat matahari terbenam sampai sempurna terbenamnya.

Pembicara kedua dalam pengajian Ahad Pahing ini adalah KH. Usman Efendi dari DMI Kabupaten Jombang. Beliau berujar bahwa jika manusia yang sudah berumur 40 tahun namun belum ada perubahan menuju kebaikan, maka orang tersebut bersiaplah masuk neraka. Beliau juga mengingatkan jamaah pengajian bahwa barangsiapa berangkat ke masjid dengan niat untuk belajar dan mengajar, maka pahalanya sama dengan ibadah haji. Orang yang diangkat derajatnya oleh Allah adalah orang yang berilmu dan beriman. Beliau kemudian membahas bab sholat. Sholat sunah mutlaq adalah sholat sunnah yang pelaksanaannya tidak dibatasi waktu. Sedangkan sholat sunah muqoyyat adalah sholat sunah yang pelaksanaannya dibatasi waktu, misalnya sholat sunnah muakad 12 rokaat.

Berkumpul dengan orang-orang berilmu menjadikan saya lebih tenang dan tidak panik dalam menjalani hidup. Pengajian Ahad Pahing ini benar-benar kaya wawasan. Saya tidak menyesal gagal ikut acara Silaturahmi Guru TPQ bersama Jamiyatul Qurra wal Huffadz (JQH) karena saya mengikuti majelis ilmu yang tidak kalah bagus. Semoga saya bisa mengikuti acara pengajian DMI dan MUI bulan depan yang akan dilaksanakan di Dusun Kedunglo Desa Karanglo. Semoga saya diberikan kesempatan kesana. Aamiin.

Bagikan artikel ini melalui:

20 Replies to “Pengajian Ahad Pahing dan Silaturahmi DMI dan MUI Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang”

  1. Komunikasi yg baik dpt mempererat persatuan warga. Mudah-mudahan DMI dan MUI bisa mengembalikan fungsi agama sebagai sumber kedamaian hidup.

  2. Pertemuan DMI jangan hanya di Ahad Pahing krn bersamaan dgn acara JQH dan Fatayat. Seumpama dilaksanakan di lain hari pasti lbh bnyk jamaah yg datang.

  3. Mana peran DMI? Nggak kelihatan. DMI isinya cuma kumpulan makhluk renta dan sakit-sakitan. Apa kontribusi DMI terhadap pembinaan akhlaq generasi muda Islami?

  4. DMI = Dewan Manula Indonesia.
    Anggota DMI kurang responsif terhadap perkembangan jamaah masjid. Mereka pintar ilmu agama tapi tidak mampu mengaplikasikan dlm permasalahan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *