Tujuan, Manfaat, Pahala dan Etika Memberi Salam

Artikel Ushul Fiqh - Penggalian Hukum Islam dari Dalil-dalil
Artikel Ushul Fiqh – Penggalian Hukum Islam dari Dalil-dalil

Assalamu alaikum sobat pembaca blog The Jombang Taste. Tahukah kalian bahwa tujuan memberi salam diantaranya adalah untuk mempererat hubungan persahabatan dan kekerabatan? Karena itu, orang yang mendahului memberi salam akan mendapat pahala di sisi Allah karena perbuatannya itu sama dengan menyuarakan kedamaian, kasih sayang dan kerukunan diantara manusia. Salam juga berarti mendoakan keselamatan orang lain dan diri sendiri.

Selain itu, salam juga bermanfaat dapat meredam emosi dan permusuhan, serta dapat menghilangkan sifat sombong. Orang yang mendahului memberi salam menunjukkan keramahan dan kerendahan hatinya. Sebaliknya, orang yang tidak mau memberi salam menandakan keangkuhan dan ketidak ramahannya. Sedangkan orang yang tidak mau menjawab salam membuktikan kesombongannya.

Lalu, seberapa besarkah pahala memberi salam? Mengenai besarnya pahala memberi salam telah dijelaskan oleh Abu Yusuf bin Salam ra. Beliau berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan dan hubungilah famili, shalatlah di waktu malam di saat orang-orang sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat sejahtera”

Abu Umamah Al Bahily ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya manusia yang paling utama di sisi Allah adalah yang mendahului memberi salam.” Kemudian Abdullah bin Amru bin Al Ash ra berkata: Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah: “Apa yang terbaik di dalam Islam?” Beliau menjawab: “Memberi makanan dan memberi salam terhadap orang yang engkau kenal atau tidak engkau kenal.”

Etika Memberi Salam Dalam Agama Islam

Bagaimanakah etika memberi salam yang baik dan benar? Etika memberi salam yang diajarkan oleh agama Islam beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Setiap bertemu sesama muslim hendaknya mengucapkan salam terlebih dulu sebelum berkata yang lain.
  2. Mengirim salam untuk orang yang tidak ada di tempat. Mengirim salam buat orang yang tidak ada di tempat itu hukumnya sunnah, dan orang yang dititipi salam wajib menyampaikannya, karena hal itu sebagai amanat yang harus dilaksanakan.
  3. Mengucapkan salam setiap memasuki tempat kosong. Adapun salamnya adalah sebagai berikut: assalammu ‘alainaa wa’alaa ibadillahishsholihin.
  4. Tidak memberi salam kepada orang yang sedang buang hajat.
  5. Tidak memberi salam kepada orang yang tengah bersetubuh.
  6. Tidak memberi salam kepada orang yang sedang beristinja’.
  7. Tidak memberi makan kepada orang yang sedang makan atau minum.
  8. Tidak memberi makan kepada orang yang fasiq, orang yang suka melakukan dosa besar yang belum mau bertobat dan orang-orang yang suka berbuat mungkar lainnya.
  9. Hendaknya orang kecil memberi salam kepada orang yang lebih besar.
  10. Orang yang berjalan hendaknya memberi salam kepada orang yang berhenti.
  11. Orang yang berkendaraan hendaknya memberi salam kepada orang yang berjalan.
  12. Rombongan yang sedikit hendaknya memberi salam kepada rombongan yang banyak.

Semoga artikel ini bisa berguna untuk Anda. Mari membiasakan diri memberi salam kepada kawan yang Anda temui. Sampai jumpa di artikel blog The Jombang Taste berikutnya.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

One thought on “Tujuan, Manfaat, Pahala dan Etika Memberi Salam”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *