3 Cara Melawan Jebakan Kemiskinan Masyarakat Desa

Ride with the sun - Creative Doodle art by Roger Duvoisin
Ride with the sun – Creative Doodle art by Roger Duvoisin

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa saat ini masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah pedesaan memiliki tingkat pendapatan yang lebih rendah dibanding masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah perkotaan. Masyarakat pedesaan seolah-olah mengalami jebakan kemiskinan sejak mereka terlahir di dunia ini. Celakanya lagi, kebanyakan penduduk desa tidak tahu cara keluar dari jebakan kemiskinan sehingga kehidupan mereka selamanya tetap di bawah garis kemiskinan sampai akhir hidup mereka.

Kehidupan yang berada di bawah garis kemiskinan sangat berbahaya bagi perkembangan mental dan spiritual masyarakat pedesaan. Orang-orang yang hidupnya di bawah garis kemiskinan cenderung tidak memperhatikan kesehatan dirinya, tingkat pendidikan anak-anaknya, upaya meningkatkan kemampuan diri, bahkan memperbaiki kehidupan spiritual pribadinya. Mereka akan selalu dikejar oleh kebutuhan untuk memenuhi makanan, pakaian dan tempat tinggal. Mereka tidak lagi memperhatian usaha untuk keluar dari jebakan kemiskinan yang membelenggu selama ini.

Usaha mengatasi jebakan kemiskinan masyarakat desa dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah desa, maupun warga itu sendiri. Setiap pihak harus bekerja sama secara konsisten dan profesional untuk menghapus jebakan kemiskinan yang menghinggapi masyarakat desa.

Gambar globe dengan tumpukan uang emas - gambar diambil dari Pinterest dot com
Gambar globe dengan tumpukan uang emas – gambar diambil dari Pinterest dot com

Setidaknya ada tiga cara yang bisa kita lakukan untuk melawan jebakan kemiskinan masyarat yang tinggal di desa.

1. Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Pendidikan yang berkualitas dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat dalam menghasilkan uang dan mengkonsumsi barang-barang kebutuhan mereka sehari-hari. Pengetahuan yang luas terhadap kualitas produk-produk yang yang mereka beli dapat menjadikan masyarakat desa memiliki lebih banyak pilihan dan posisi tawar yang baik terhadap konsumsi produk.

Selain itu, masyarakat miskin yang cukup terdidik dapat lebih meningkatkan daya jual kemampuan dirinya ketika mereka bekerja maupun berwirausaha. Setiap pemuda desa yang terdidik tidak akan dengan mudah meninggalkan kampung halaman mereka dan merantau ke kota. Mereka akan terpacu mengembangkan potensi desanya sebaik mungkin.

2. Membuka Akses Informasi Seluas-luasnya

Meskipun saat ini kehidupan masyarakat desa sudah dipermudah dengan akses informasi dari internet namun makna akses informasi yang sebenarnya belum mereka dapatkan sepenuhnya. Akses informasi masyarakat untuk menggunakan fasilitas publik saat ini masih terbatas.

Masyarakat desa belum mampu menjangkau berbagai layanan pemerintah yang memudahkan mereka untuk mendapatkan pekerjaan lebih baik dan kehidupan yang lebih layak. Sebaliknya, akses informasi itu dinikmati secara terbatas oleh sekelompok orang yang memiliki jaringan kerja dan kedekatan hubungan keluarga dengan pemerintah yang sedang berkuasa.

3. Meningkatkan Minat Baca Masyarakat

Laporan sejumlah lembaga penelitian menyatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia tahun 2018 lalu hanya berkisar pada angka 0,001. Artinya, dari 1000 orang jumlah penduduk Indonesia hanya ada 1 orang yang berminat membaca buku. Fakta ini sungguh sangat memprihatinkan. Bagaimanapun juga buku adalah jendela dunia yang akan mengantarkan kita pada pengalaman-pengalaman intelektual yang baru dan lebih luas.

Usaha meningkatkan minat baca masyarakat pedesaan dapat dimulai dari penyediaan perpustakaan desa yang efektif dan berdaya guna. Kehadiran rumah baca di desa-desa diharapkan bisa meningkatkan minat baca masyarakat untuk mengembangkan dirinya dan mempelajari hal-hal baru setiap hari.

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi Anda untuk melaksanakan aktifitas hari ini sebaik mungkin.

Bagikan tulisan ini:

8 Replies to “3 Cara Melawan Jebakan Kemiskinan Masyarakat Desa”

  1. Ayo mas Agus ajak teman2 di desanya utk ngeblog. Dimulai aja dari kumpul2 teman satu geng. Lama2 bisa terbentuk komunitas blogger yg aktif dan memiliki prospek bagus.

  2. Saya sepakat dengan tulisan di atas bahwa kemiskinan bukanlah takdir dari Tuhan. Kemiskinan itu disebabkan oleh perilaku manusia itu sendiri. Tuhan telah menciptakan segala kebutuhan manusia dalam kecukupan. Perilaku manusia itulah yang menyebabkan manusia mengalami kekurangan.

  3. Secara teorinya memang tulisan-tulisan di atas benar. Tetapi dalam prakteknya belum tentu bisa diterapkan dengan benar.

    Setiap daerah memiliki beragam permasalahan yang unik dan berbeda dari daerah yang satu dengan yang lainnya. Kalau mau menyamaratakan solusi terhadap berbagai permasalahan masyarakat Indonesia ya tentu tidak bisa pakai satu rumus saja.

    Libatkan juga orang-orang di daerah untuk mengetahui lebih detil berbagai penyebab permasalahan tersebut. Semoga ada banyak wakil rakyat yang membaca tulisan ini. This is sangat inspiratif sekali mas!

  4. Seandainya para koruptor tidak mengambil uang negara tentu rakyat Indonesia bisa hidup lebih sejahtera. Saya menunggu itikad baik presiden Jokowi di kepemimpinannya periode kedua ini dalam memberantas praktik korupsi.

  5. Miskin itu pilihan. Kecukupan adlh jaminan Tuhan. Jangan mudah menyalahkan orang lain untuk setiap kondisi yang sedang kita hadapi saat ini.

  6. sepakat Mas! Penduduk negara India waktu kolonialisme Inggris dulu juga miskin dan bodoh, tapi sekarang Lihatlah negara India bisa lebih maju dan banyak anak muda mereka yang ahli dalam bidang teknologi. pelan-pelan India bisa naik menjadi salah satu kekuatan 5 besar ekonomi dunia. Indonesia harusnya bisa mencontoh negara tersebut karena memiliki kemiripan dalam jumlah penduduk yang banyak dan kondisi geografisnya yg luas.

Tinggalkan Balasan ke Road Blogpreneur Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *