Lebih Baik Pelihara Pemimpin Bodoh Tapi Penurut?

image

Mungkin benar anggapan yang menyatakan bahwa lebih baik memelihara pemimpin bodoh tapi penurut daripada pemimpin pintar tapi pembangkang. Judul diatas masih saya beri tanda tanya karena belum terbukti kebenarannya. Beberapa kata kunci disini adalah kebodohan, penurut, kepintaran dan pembangkang. Mari bahas satu per satu.

Bodoh bisa disebabkan oleh faktor keturunan dan lingkungan. Kita memang tidak bisa memilih akan dilahirkan di keluarga mana dan dengan warisan gen kepintaran seperti apa. Namun percayalah, Anda punya pilihan untuk tumbuh di lingkungan seperti apapun kemauan Anda. Disitulah Anda memiliki kesempatan untuk menjadi pintar secara unik ala kepribadian Anda.

Selanjutnya, kita bahas kata penurut. Masyarakat Jawa mengenal penurut sebagai sendiko dhawuh. Ingat! Perilaku penurut, pasrah dan apatis itu bedanya tipis sekali. Perbuatannya boleh jadi tampak sama, namun esensi yang terkandung di dalamnya sangat berbeda. Perilaku pasrah hanya boleh dilakukan setelah berusaha secara optimal. Tidak boleh pasrah sebelum berusaha. Semoga terinspirasi.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

One thought on “Lebih Baik Pelihara Pemimpin Bodoh Tapi Penurut?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *