Lebih Baik Pelihara Pemimpin Bodoh Tapi Penurut?

image

Mungkin benar anggapan yang menyatakan bahwa lebih baik memelihara pemimpin bodoh tapi penurut daripada pemimpin pintar tapi pembangkang. Judul diatas masih saya beri tanda tanya karena belum terbukti kebenarannya. Beberapa kata kunci disini adalah kebodohan, penurut, kepintaran dan pembangkang. Mari bahas satu per satu.

Bodoh bisa disebabkan oleh faktor keturunan dan lingkungan. Kita memang tidak bisa memilih akan dilahirkan di keluarga mana dan dengan warisan gen kepintaran seperti apa. Namun percayalah, Anda punya pilihan untuk tumbuh di lingkungan seperti apapun kemauan Anda. Disitulah Anda memiliki kesempatan untuk menjadi pintar secara unik ala kepribadian Anda.

Selanjutnya, kita bahas kata penurut. Masyarakat Jawa mengenal penurut sebagai sendiko dhawuh. Ingat! Perilaku penurut, pasrah dan apatis itu bedanya tipis sekali. Perbuatannya boleh jadi tampak sama, namun esensi yang terkandung di dalamnya sangat berbeda. Perilaku pasrah hanya boleh dilakukan setelah berusaha secara optimal. Tidak boleh pasrah sebelum berusaha. Semoga terinspirasi.

Bagikan artikel ini melalui:

3 Replies to “Lebih Baik Pelihara Pemimpin Bodoh Tapi Penurut?”

  1. Orang yang merasa bodoh akan selalu belajar dan meningkatkan kemampuan dirinya…
    sementara itu orang yang merasa sudah pintar cenderung menolak berbagai saran dan masukan yang bagus untuk nya…
    jadi pilih yang mana…
    terserah anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *