Mengapa Profesi Karyawan Sebaiknya Memiliki Blog Pribadi?

Tips Sukses Menghadapi Wawancara Lowongan Bank Indonesia
Tips Sukses Menghadapi Wawancara Lowongan Bank Indonesia

Apa kabar kawan pembaca blog The Jombang Taste? Sadarkah Anda bahwa hidup ini memang sudah ada jalannya masing-masing. Ada yang serba kekurangan, ada pula yang berkelebihan. Ada siang, ada malam. Ada yang menjadi boss, ada juga yang menjadi karyawan. Semuanya berjalan secara alami agar roda kehidupan berputar dan berjalan. Bagaimana jadinya bila kita menjadi seorang karyawan, bukan boss?

Bagi sebagian orang, menjadi karyawan adalah salah satu pilihan hidup yang mudah. Tidak perlu memikirkan modal tapi bisa dapat gaji tiap bulan. Tidak usah bingung mencari strategi promosi yang tepat tapi order selalu datang. Juga tidak perlu mencari formula jitu melakukan penelitian dan pengembangan (litbang) produk atau layanan jasa yang mereka tawarkan. Padahal bila mereka paham posisi boss lebih menguntungkan secara finansial.

Tapi jangan berpuas sampai disitu. Jika memang Anda memutuskan menjadi seorang karyawan, maka jadilah karyawan berkompetensi plus-plus. Artinya, Anda harus terus mengasah kemampuan diri sejak kini dalam bidang yang Anda tekuni. Biarlah karyawan lain asyik berpangku tangan menunggu datangnya gajian tanggal 1 tiap bulan. Namun Anda harus memiliki pembeda. Yaitu berpikir selangkah lebih maju daripada mereka yang berdiam diri.

Profesionalitas Tercermin Melalui Blog Pribadi

Lalu, bagaimana cara meningkatkan potensi dan kompetensi diri? Di luar sana ada beragam teori pengembangan diri dan motivasi bekerja. Tapi satu cara yang saya sarankan, buatlah blog pribadi dan isilah dengan artikel berbobot secara rutin. Kata kuncinya dua: blog pribadi dan konten berbobot. Mengapa membangun blog pribadi, bukannya memperluas pengaruh (influence) akun jejaring sosial atau menyebar PIN BB?

Anda juga perlu sadar teknologi dengan berkembangnya ratusan situs jejaring sosial dan update gadget terkini. Namun blog pribadi berperan penting dalam membangun kredibilitas seorang pekerja profesional. Setiap artikel yang Anda publikasikan akan membangun kepercayaan publik. Mula-mula hanya segelintir orang yang membaca. Lama-kelamaan, sangat mungkin blog Anda didatangi pengunjung secara beramai-ramai dan mendapat tempat tersendiri di hati komunitas blogger.

Topik yang perlu dibahas dalam blog pribadi sebenarnya tidak rumit. Cukup Anda ceritakan kegiatan operasional perusahaan tempat Anda bekerja. Apa saja keunggulan dan kekurangan sistem produksi, distribusi, manajemen perusahaan, dan lain-lain. Semuanya layak dibahas melalui blog pribadi. Meski demikian, tetap saja ada etika penulisan yang perlu diperhatikan. Misalnya tidak boleh mendiskreditkan nama seseorang atau perusahaan tertentu dengan menyebarkan berita bohong yang merugikan pihak lain.

Batasi Curhat Masalah Pribadi

Yang perlu Anda ingat ketika ngeblog dengan mengambil posisi profesionalisme bekerja adalah batasi membuka aib diri sendiri dan keluarga ke publik. Menepuk air didulang terpercik muka sendiri. Tidak ada untungnya berkeluh-kesah masalah pribadi di internet. Kecuali bila masalah tersebut bersifat umum dan kegiatan sharing atau diskusi bisa membawa manfaat bagi orang banyak. Ingat, tidak semua pembaca mau peduli dengan Anda walau Anda berteriak-teriak melalui artikel blog.

Bukankah blogging merupakan proses menulis kreatif? Mengapa harus ada batasan? Sebenarnya ini bukan batasan, tapi peringatan. Misalnya seorang anak kecil diberi tahu ibunya: Nak, jangan main petasan, nanti kalau meledak kena tangan bisa berbahaya. Si anak punya pilihan untuk memperhatikan nasehat ibunya, atau justru mengabaikan. Ketika memilih cuek, si anak harus menanggung resiko jika nanti tangannya terluka karena ledakan petasan. Begitulah gambarannya.

Ngeblog secara aktif dan sesuai profesionalitas kerja sebenarnya tidak sulit, tapi butuh kesabaran. Saya sudah mempraktekkannya selama bertahun-tahun mulai 2008 sampai dengan sekarang. Yang sulit justru mengendalikan diri untuk tidak tergoda bermain terlalu lama dengan situs jejaring sosial. Social Media tengah digandrungi masyarakat namun Anda tetap berkewajiban mengembangkan minat dan bakat sehingga menemukan potensi terbaik dalam sebuah bidang. Siapa tahu Anda mendapatkan profesi baru karena ngeblog, seperti saya.

Enjoy blogging, enjoy writing!

2 Replies to “Mengapa Profesi Karyawan Sebaiknya Memiliki Blog Pribadi?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *