Dag Dig Dug di Sepanjang Tanjakan Maut Gunung Muria Jawa Tengah

Jalanan desa Bayeman yang ku lewati setiap hari...
Jalanan desa yang ku lewati setiap hari tidak ada apa-apanya dibanding tanjakan gunung Muria…

Saya mengikuti acara ziarah Wali Songo bersama satu rombongan bus warga Guwo selama dua hari pekan lalu. Saya berangkat pada Sabtu (30/6/2018) dan baru pulang pada Minggu (1/7/2018). Pengalaman paling mendebarkan selama mengikuti kegiatan wisata religi di Jawa Tengah adalah pada saat bus yang kami tumpangi menuju Gunung Muria. Secara administratif, Gunung Muria terbagi menjadi dua wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus. Anda harus banyak berdoa saat melintas di jalan beraspal selama setengah itu. Selebihnya, percayakan pada sopir dalam menaklukkan jalanan menanjak dan menikung.

Saya sendiri heran kenapa sebagian besar makam para ulama di Jawa Tengah berada di puncak gunung. Selain Sunan Muria, tercatat ada nama Sunan Tembayat atau Sunan Pandanaran dan Kyai Raden Santri yang dimakamkan di atas ketinggian. Perjalanan bus kota Pati menuju Gunung Muria adalah tantangan yang mengerikan. Tanjakan menuju Gunung Muria dimulai dari Desa Gembong yang masuk wilayah Kabupaten Pati. Anda harus mulai banyak membaca sholawat selama 10 menit berkendara di Desa Gembong. Jalan terjal di Gembong hanya permulaan. Selanjutnya, kendaraan melaju menuju daerah Tergo. Tergo masih masuk Kabupaten Pati. Jalan menanjak di Tergo tidak terlalu panjang. Anda hanya butuh waktu 5 menit untuk melaluinya. Meski demikian, Anda tidak boleh mengendurkan kewaspadaan diri.

Perjalanan menantang menuju Puncak Gunung Muria masih berlanjut. Sekarang kita memasuki wilayah Kabupaten Kudus. Inilah bagian akhir dari tanjakan maut ke arah Makam Sunan Muria. Anda akan melalui jalan terjal selama 15 menit untuk sampai di Desa Colo. Pusat wisata religi Makam Sunan Muria berada di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Hampir semua jenis kebutuhan berlibur tersedia disana. Mulai dari penginapan, ojek motor, hingga oleh-oleh kerajinan tangan dan wisata kuliner tersedia lengkap. Sayangnya, sinyal komunikasi dan internet sangat sulit didapat disana. Oleh karena itu, Anda harus ekstra hati-hati supaya tidak terjadi kecelakaan berkendara.

Sesampai di area parkir Makam Sunan Muria, Anda bisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan yang menguras tenaga. Ada dua pilihan yang bisa Anda gunakan untuk menuju puncak Gunung Muria, yaitu jalan kaki dan naik ojek motor. Saya sudah pernah mencoba keduanya. Pada tahun 2011 lalu saya mencoba naik ojek motor untuk sampai di puncak Gunung Muria. Waktu tempuh sekitar 15 menit dan ongkos ojek motor sekarang Rp10.000 per orang. Satu motor ojek hanya mengangkut satu orang wisatawan saja. Pengendara motor ojek kencang sekali nyetir motor. Bagi Anda yang suka menguji jiwa adrenalin atau sedang malas jalan kaki, boleh coba moda transportasi ini. Werrrrrr….!!!

Cara kedua untuk mencapai puncak Gunung Muria adalah berjalan kaki. Saya telah melakukannya pada 30 Juni 2018 lalu. Sejujurnya, jalan kaki meniti ratusan tangga sepanjang 1 kilometer disana sungguh menyiksa. Saya bernafas dengan tersengal-sengal. Ada godaan untuk mampir makan di warung nasi pecel Gunung Muria, tapi saya urungkan. Saya berusaha menaklukkan tangga demi tangga dengan berjalan kaki. Alhamdulillah, saya sampai di puncak Gunung Muria dengan selamat setelah 30 menit meniti tangga-tangga batu yang licin.

Pemandangan di atas puncak Gunung Muria sungguh indah. Pemukiman penduduk tampak mengisi sela-sela hutan yang menghijau. Hutan di sekitar obyek wisata makam Sunan Muria tampak hijau dan segar kendati saat ini Pulau Jawa sedang dilanda musim kemarau. Sementara itu, lautan biru tampak tenang bergelora tak jauh dari cungkup makam. Inilah keunikan wisata Muria. Ada puncak gunung yang menghadap ke laut. Jarak laut dengan dasar bangunan makam cukup dekat, sekitar 70 meter saja. Makin malam, pemandangan puncak gunung Muria makin indah. Gemerlap lampu pemukiman warga menghiasi pemandangan daratan yang konon dulu terpisah dari Pulau Jawa.

Inilah pengalaman saya berlibur ke tempat wisata religi Gunung Muria. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda dalam menyiapkan liburan ke tempat wisata di Jawa Tengah. Selamat berlibur!

Bagikan artikel ini melalui:

13 Replies to “Dag Dig Dug di Sepanjang Tanjakan Maut Gunung Muria Jawa Tengah”

  1. Halangan & rintangan itu blm seberapa dibanding perjuangan para wali berdakwah agama Islam. Kita bnyk berhutang pada para ulama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *