Keramaian Malam Hari di Sekitar Area Wisata Menara Kudus Jawa Tengah

Selfie rame-rame dengan latar belakang Menara Kudus di malam hari. Tetap asyik walau belum mandi.

Penulis berkesempatan melakukan liburan ke tempat wisata di Jawa Tengah pada tanggal 1 Juli 2018 kemarin. Karena kesibukan melaksanakan Pekan Pengenalan Lingkungan Sekolah, penulis baru sempat mengulas acara jalan-jalan itu hari ini. Obyek wisata di Jawa Tengah yang penulis kunjungi saat itu adalah Menara Kudus. Menara Kudus adalah ikon Kota Kudus yang gambarnya bisa Anda jumpai dengan mudah di sampul buku-buku agama Islam. Waktu itu penulis jalan-jalan kesana via bus bersama kawan-kawan remaja masjid. Suasana malam hari di sekitar obyek wisata Menara Kudus sama ramainya dengan siang hari. Banyak pedagang dan wisatawan bertebaran di sekitar menara bersejarah itu.

Sebelum mencapai Menara Kudus, jika Anda wisatawan yang berlibur dengan rombongan bus, maka bisa dipastikan harus parkir jauh dari lokasi Menara Kudus. Terdapat jasa ojek sepeda motor yang bisa Anda gunakan untuk mencapai Menara Kudus dan Makam Sunan Kudus. Tarif setiap ojek motor adalah Rp8.000 per orang. Satu pengendara ojek hanya bisa mengangkut satu orang penumpang. Untuk kembali ke parkir bus dari Menara Kudus juga harus naik moda transportasi darat ojek motor. Lagi-lagi Anda harus membayar Rp8.000 per orang. Genap Rp16.000 harus Anda bayar pergi-pulang rute parkir bus wisata dan area wisata Menara Kudus. Banyak wisatawan yang mengeluh jauhnya jarak lokasi parkir bus wisata dengan obyek wisata makam Sunan Kudus.

Penulis kecewa dengan pelayanan tukang ojek motor yang kurang sopan. Bukan kali ini saja penulis berlibur ke Menara Kudus. Penulis juga mengikuti tur wisata religi Jawa Tengah disini dua tahun lalu juga. Total empat kali sudah penulis naik ojek motor Kudus. Semua tukang ojek disana suka ngebut kalau berkendara di jalan raya. Mungkin mereka sedang kejar setoran. Tapi tetap saja hati ini tidak ikhlas kalau cara naik motor mereka ugal-ugalan di jalan raya yang super ramai. Lagi pula, tidak semua tukang ojek membawa helm ganda. Penulis sempat cemas saat naik ojek karena tidak disediakan helm saat ngojek. Payahnya lagi, tukang ojek disana suka nilep uang kembalian. Jadi, penulis sarankan Anda bayar uang pas Rp8.000 ke tukang ojek.

Tukang ojek mangkal dan berhenti di depan Taman Menara Kudus. Setelah sampai taman, Anda wajib turun dan jalan kaki menuju taman ataupun makam. Anda akan melewati puluhan kios warga yang menjual aneka kerajinan tangan karya penduduk Kudus dan sekitarnya. Pada kesempatan traveling saat itu penulis membeli sebuah celana batik atau celana boim seharga Rp40.000 di salah satu stand jalan raya menuju Menara Kudus. Kualitas celana batik disana lumayan bagus. Tapi masih mending celana batik buatan Solo yang motifnya beragam dan harganya murah. Semakin mendekati menara, lalu lintas jalan beraspal itu semakin ramai. Berbagai kendaraan hilir-mudik di jalan raya berbaur dengan pejalan kaki. Penulis lupa membawa masker pelindung hidung. Lain kali Anda harus siapkan diri lebih baik jika ingin liburan kesana.

Teaveling ke Jogja pakai celana batik & baju koko
Teaveling ke Jogja pakai celana batik & baju koko

Sesampai di bawah Menara Kudus, penulis segera bergaya dengan teman-teman satu perjalanan. Sepertinya tidak penting untuk perhatikan lalu-lintas yang ramai. Kami pun menunjukkan aksi terbaik di depan Menara Kudus. Ramainya suasana di sekitar lokasi obyek wisata Menara Kudus merupakan salah satu cerminan betapa destinasi wisata di Jawa Tengah ini menjadi salah satu primadoma tur ziarah Wali Songo. Kemajuan bisnis wisata di Kudus ini ditunjang oleh ragam wisata kuliner Kudus yang menggoda. Anda bisa mencoba nasi pecel Kudus, nasi soto Kudus, ronde Demak, nasi goreng Demak, maupun aneka jenang Kudus yang legit.

Penasaran dengan keramaian wisata religi di Kota Kudus? Siapkan waktu, tenaga dan dana secukupnya untuk menjelajahi setiap keindahan tempat wisata di Kudus Jawa Tengah. Hal penting yang perlu Anda ingat ketiga berlibur di Kota Kudus adalah sebaiknya menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa percakapan dengan pedagang dan penyedia jasa akomodasi. Lebih baik lagi jika Basa Jawa tersebut dalam kategori krama inggil yang halus. Itu akan sangat membantu Anda dalam menyampaikan maksud ucapan dan tentu saja mendapat harga murah pada setiap transaksi yang Anda lakukan. Selamat berlibur di Jawa Tengah!

Bagikan artikel ini melalui:

16 Replies to “Keramaian Malam Hari di Sekitar Area Wisata Menara Kudus Jawa Tengah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *