Perkembangan Wisata Religi Ziarah ke Makam Sunan Drajat di Kota Lamongan

Senyum Anak TPQ Al-Mujahiddin Guwo Latsari Mojowarno Jombang
Senyum Anak TPQ Al-Mujahiddin Guwo Latsari Mojowarno Jombang

The Jombang Taste kembali mengulas artikel tempat wisata di Kabupaten Jombang dan sekitarnya. Kali ini saya jalan-jalan ke tetangga Kabupaten Jombang, yaitu Kabupaten Lamongan. Jarak Jombang-Lamongan tidak terlalu jauh. Jika ditempuh dengan kendaraan mobil membutuhkan waktu sekitar dua jam. Tujuan jalan-jalan saya adalah Makam Sunan Drajat. Sebenarnya bukan acara jalan-jalan murni. Saya mengantar rombongan bapak-bapak dan ibu-ibu keluarga besar. Unsur ziarah makam lebih dominan daripada sesi travelingnya.

Makam Sunan Drajat terletak di Kecamatan Paciran Kabupaten Jombang. Saya sudah pernah kesana beberapa kali, baik untuk kegiatan penelitian kampus maupun acara jalan-jalan dengan teman. Sama seperti biasanya, Makam Sunan Drajat selalu ramai dikunjungi wisatawan. Suasana tempat wisata di Kabupaten Lamongan ini jelang Ramadhan dan sesudah Syawal pun selalu semarak. Salah satu rangkaian wisata ziarah Wali Songo ini banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal dari berbagai daerah di Indonesia.

Pemandangan yang berbeda dari wisata Sunan Drajat adalah saat ini telah banyak dilaksanakan pembangunan fasilitas pendukung berwisata. Penataan pasar tradisional Sunan Drajat sebagai pusat oleh-oleh wisata pun semakin bagus, baik dari segi kemudahan akses maupun ragam cenderamata. Area wisata religi Sunan Drajat yang sangat luas telah dilengkapi dengan sarana MCK yang tersebar di berbagai sudut taman. Sayangnya, bau tidak sedap masih tercium saat saya melintas di dekat tempat tersebut.

Bukan hanya pencemaran udara dari MCK umum, kebersihan lokasi parkir pun kurang terjaga. Area parkir wisata Sunan Drajat yang sangat luas memang memudahkan pengunjung memarkir kendaraan mereka dengan aman. Namun hal itu sepertinya tidak diimbangi dengan upaya menjaga kebersihan parkir yang tepat. Saya menjumpai banyak sampah bungkus makanan yang terserak di jalanan parkir. Bagi para peziarah yang rutin keluar-masuk tempat wisata religi mungkin pemandangan itu sudah biasa. Tapi tidak bagi saya. Itu mengganggu sekali.

Bangunan paling menarik untuk dikunjungi disana bagi saya adalah Museum Sunan Drajat. Museum Sunan Drajat berada di arah timur dari makam utama. Jalan menuju museum merupakan pintu keluar jalur peziarah. Museum Sunan Drajat menyimpan aneka barang-barang bersejarah yang digunakan oleh Sunan Drajat dalam syiar agama Islam di Pulau Jawa, khususnya di Kabupaten Jombang. Saya menjumpai alat-alat musik tradisional Jawa gamelan dan kitab-kitab suluk yang dulu konon pernah digunakan Sunan Drajat dalam berdakwah. Alat-alat dakwah itu mirip dengan yang digunakan Sunan Bonang dalam berdakwah di Kabupaten Tuban.

Sebagai bagian dari seri wisata religi terbaik di Indonesia, Makam Sunan Drajat telah menjadi aset penting bagi pelajar dalam menggali nilai-nilai luhur sejarah kebudayaan Nusantara. Makam Sunan Drajat juga telah menjadi sumber penghidupan bagi ribuan penduduk setempat yang bekerja di sektor jasa pariwisata dan industri kreatif. Meski demikian, unsur pelestarian lingkungan dan menjaga kesehatan wisatawan tidak boleh terlupakan. Sudah saatnya kita tingkatkan kepedulian dalam menjaga kesehatan tubuh dan kesehatan pikiran sama baiknya.

Semoga masyarakat Indonesia makin sadar untuk menjaga kebersihan tempat yang mereka singgahi. Bukan sekedar menikmati keindahan pemandangan alam, tetapi juga tidak mengotorinya dengan sampah. Semoga terinspirasi.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *