Memiliki Kantin Sekolah Sehat, Apakah Hanya Jadi Impian Saja?

Makanan Jemblem Pancawarna - Kuliner Tradisional Jawa Khas Jombang
Makanan Jemblem Pancawarna – Kuliner Tradisional Jawa Khas Jombang

Kebutuhan makanan bergizi adalah hal yang penting dalam menunjang proses belajar dan mengajar di sekolah. Setiap sekolah idealnya memiliki sebuah kantin sehat yang yang menjajakan makanan selingan dan minuman sehat kepada para siswa, guru dan warga sekolah.

“Makanan selingan yang diperbolehkan dijual di kantin adalah makanan yang bergizi, berimbang dan beragam,” demikian disampaikan oleh Dokter Yayuk pada acara sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok dan kantin sehat di Puskesmas Japanan pada Rabu 2 Oktober 2019.

Acara sosialisasi kawasan tanpa rokok dan pelatihan kantin sekolah sehat ini dihadiri oleh tak kurang dari 30 orang kepala sekolah SD dan MI, guru pengelola UKS, dan tokoh masyarakat yang terlibat dalam peningkatan kesehatan murid-murid sekolah. Acara sosialisasi dimulai pukul 09.00 pagi di Aula Puskesmas Japanan Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang.

Pelatihan kantin sehat berlangsung menarik karena membahas kebutuhan kantin sehat di sekolah. Kantin sehat di sekolah selama ini hanya menjadi impian yang belum pernah tercipta dalam sebuah kenyataan. Kepala sekolah dan guru-guru di sekolah mengalami kesulitan untuk mengendalikan pola makan anak-anak ketika mereka Istirahat di sekolah. Setiap anak memiliki keinginan untuk mengkonsumsi jajanan yang mereka sukai.

Parahnya, anak-anak kurang memperhatikan faktor kandungan gizi dan kebersihan makanan yang akan mereka beli. Asalkan makanan itu terlihat menarik rasanya manis dan enak dimakan maka anak-anak segera berebutan membelinya. Di lain pihak, para penjual makanan pun seolah kurang mempedulikan dampak dari makanan yang mereka jual dan dikonsumsi oleh anak-anak.

Kurangi Konsumsi Zat Kimia

“Masalah yang sering timbul di sekolah adalah anak-anak terlalu banyak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung zat aditif dan zat pewarna buatan yang tidak sesuai dengan ketentuan kesehatan,” demikian ditambahkan oleh Dokter Yayuk di hadapan para peserta sosialisasi.

Kuliner nasi soto ayam dengan tambahan sate telur
Kuliner nasi soto ayam dengan tambahan sate telur

Kegiatan diskusi dua arah berlangsung semakin menarik karena dibuka sesi tanya jawab antara narasumber para dokter dari Puskesmas Japanan dan guru pengelola usaha kesehatan sekolah (UKS) se-kecamatan Mojowarno terkait dengan usaha penertiban pedagang liar di lingkungan sekolah.

Fakta di lapangan saat ini adalah sekolah mengalami kesulitan menangani para pedagang liar yang sering melanggar peraturan. Mereka sering mengabaikan kebersihan lingkungan sekolah. Para pedagang itu berhamburan meninggalkan sekolah usai barang dagangan mereka habis. Tidak ada usaha untuk membersihkan sisa sampah yang tercecer di halaman sekolah aklibat perilaku jajan murid.

Menangani Pedagang Liar

Puskesmas Japanan menyarankan agar setiap kepala sekolah bersedia bekerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam usaha meningkatkan kesehatan murid sekolah. Para pedagang yang rutin menjual makanan di lingkungan sekolah harus didata daftar makanan yang mereka jual.

Para pedagang juga perlu diajak untuk berbicara dan berdiskusi secara serius dalam menentukan jenis makanan apa yang diperbolehkan dijual di lingkungan sekolah. Hal ini tak tampaknya sangat sulit dilakukan mengingat rendahnya tingkat kesadaran masyarakat indonesia dalam mengelola dan mengawasi proses jual beli makanan secara luas.

“Jika kepala sekolah dan guru merasa kesulitan untuk menghadirkan para pedagang dalam sebuah forum komunikasi, maka mereka bisa meminta bantuan tim medis dari puskesmas terdekat untuk melakukan sosialisasi perihal ketentuan makanan sehat yang diperbolehkan dijual di lingkungan sekolah,” demikian disampaikan oleh Dokter Sakdun, Kepala Puskesmas Japanan Mojowarno. Semoga kantin sehat bukan hanya impian semata bagi lembaga pendidikan.

Bagikan tulisan ini:

One Reply to “Memiliki Kantin Sekolah Sehat, Apakah Hanya Jadi Impian Saja?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *