Pindah Haluan Bikin Puyeng

Meneliti keseharian kawan-kawan blogger intermediate memang menyenangkan. Mereka berada pada tahap tumbuh kembang seorang blogger. Kalau tidak mau dikatakan newbie, mereka adalah calon penentu warna blogging di masa depan. Dari blogger murni menuju monetisasi. Dari blog curhat menjadi lebih idealis dan intelek. Atau seperti yang satu ini, dari blogger bertema umum menjadi lebih spesifik tertarget kepada satu niche.

Apakah berat mengubah arah laju blog? Tidak juga. Menurut saya malah semudah menentukan menu makan siang hari ini: mau pecel lele atau nasi campur tinggal tunjuk doang. Kalaupun Anda tidak menguasai topik baru, masih banyak referensi terpercaya tersedia di internet secara gratis. Hal ini bisa dipelajari sedikit demi sedikit. Yang perlu diperhatikan dalam mengubah topik blog justru tiga hal ini: pembaca, mesin pencari dan memasarkan blog. Continue reading “Pindah Haluan Bikin Puyeng”

Jangan Panggil Aku Seleblogger

Ya. Jangan panggil aku seleblogger. Itulah yang ingin saya katakan saat ini. Ini adalah jawaban sekaligus klarifikasi pertanyaan beberapa kawan di timeland Twitter. Sebentar, sebelum saya meneruskan menulis, saya ingin menata emosi dulu. Saya ingin artikel ini tetap obyektif dan tidak menimbulkan salah pengertian diantara kawan-kawan blogger lain.

Seleblogger, satu kata yang dianggap keramat oleh para pendatang baru dunia blogging. Mereka berlomba-lomba ngeksis demi mendapatkan label ini. Dari blogwalking, aktif di Facebook ataupun berkicau di Twitter. Akibatnya bisa diterka. Seolah label seleblogger identik dengan kata ‘selalu online’ menyapa penggemar. Continue reading “Jangan Panggil Aku Seleblogger”