Perlombaan Mendapatkan Status di Kolam Buatan Sendiri

Sebagian besar orang didorong menuju perbandingan sosial karena mereka peduli terhadap status. Dan status tentu saja dibentuk dari perbandingan sosial. Kalimat ini terdengar mbuletisasi. Setiap orang juga memiliki tingkat kepuasan yang berbeda dalam hal ini. Saat ada pendatang baru yang mulai mengejar, keinginan seseorang yang lebih dulu di dalam “perlombaan” meningkat dan berusaha mempertahkan posisinya. Jangan sampai kalah sama newbie kemarin sore. Bisa-bisa hancur reputasi gue. Kira-kira begitulah gambarannya.

Dalam hal ini saya teringat salah satu buku yang pernah saya baca yang berjudul Choosing The Right Pond karya Robert Frank. Oom Robert menyoroti seberapa besar kehidupan sosial ditentukan oleh keinginan kita untuk menjadi ikan yang besar di dalam kolam buatan kita sendiri. Jika hanya ada satu kolam, sebenarnya kita semua adalah pecundang. Ibaratnya kita lomba berdandan cantik-cantikan atau ganteng-gantengan melawan bayangan sendiri di depan cermin. Semacam sawang sinawang gitulah. Continue reading “Perlombaan Mendapatkan Status di Kolam Buatan Sendiri”

Review Buku: Personality Reality

Buku Personality Reality ditulis oleh Patrick David Yanello dalam bahasa Inggris pada tahun 2003. Untuk versi bahasa Indonesia buku ini diterjemahkan oleh Endang Triwahyuni SK dan diterbitkan oleh PT Bhuana Ilmu Populer. Saya senang waktu baca buku ini. Sifat-sifat kepribadian yang digambarkan ditampilkan seperti mempunyai nilai yang sama dan semuanya memiliki aspek positif dan negative, baik bagi diri sendiri maupun dalam hubungan antarpribadi. Lampiran yang berisi beragam teori kepribadian yang diringkas dan diperbandingkan merupakan ide yang baik dan bermanfaat.

Kalau habis baca buku ini seharusnya kita bisa meningkatkan kesadaran akan sifat-sifat kepribadian dalam berhubungan dengan orang lain. Buku  ini dapat membuat pembahasan yang rumit menjadi lebih mudah dipahami dan bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya. Secara pribadi, Bab Tiga, Bandingkan Diri Anda denga Leluhur, adalah bagian yang paling saya sukai. Penulis begitu ahli dan cermat dalam menggunakan tanda baca untuk menjelaskan berbagai tipe kepribadian. Ia menulis dalam urutan yang logis. Continue reading “Review Buku: Personality Reality”

Peranan Pikiran Bawah Sadar Dalam Membentuk Kreatifitas

Kalau ngomongin pikiran bawah sadar, yang terlintas dalam bayangan saya adalah acara hipnotis para magician seperti Uya Kuya, Damien, Deddy Corbuzier dan kawan-kawan. Itu tuh, program televisi yang lagi disorot karena membuka aib orang lain. Tapi kali ini saya nggak bahas pro-kontra gossip itu, saya lihat aksinya saja. Pernah satu kali ada pengunjung mall yang dihipnotis mampu bergaya, menyanyi dan menari mirip Cinta Laura. Padahal itu di tempat umum, rasa percaya dirinya bisa berlipat ganda kalau dia lagi berada di alam bawah sadar.

Sementara itu, kita kembalikan lagi kepada hakikat manusia yang diciptakan Tuhan sebagai makhluk paling sempurna dengan berbagai potensi dahsyat yang ada di dalam pikirannya. Sayangnya sebagian besar dari kita tidak mau menggali potensi tersebut. Penyebabnya bisa jadi karena sudah berada di level nyaman. Ngapain nguras pikiran kalau dengan diam pun hidup kita sudah maknyus, mungkin begitulah kira-kira kalimat yang mewakili zona aman dan nyaman manusia. Continue reading “Peranan Pikiran Bawah Sadar Dalam Membentuk Kreatifitas”