Bosan Jadi Komentator, Saatnya Membangun Komunitas Blog

Apakah Anda pernah berdecak kagum saat melihat posting satu blog ramai dikomentari blogger lain? Atau heran membaca artikel ringan yang tetap mengundang perhatian pengunjung sehingga rela meninggalkan beberapa komentar?

Bila jawabannya ‘ya’ berarti Anda mempunyai bakat menjadi blogger sukses. (Ups! Kalimatnya Forbis banget nih.)

Saat awal-awal ngeblog saya juga dibuat tersepona setengah mati oleh salah satu mahaguru IM di Indonesia. Satu artikelnya bisa mengundang minimal 200 komentator dalam dua hari sejak tanggal publikasinya. Saya heran sendiri, pakai alat sedot traffic merek apa ya? Continue reading “Bosan Jadi Komentator, Saatnya Membangun Komunitas Blog”

Menunggu Joko Susilo Nge-games di Fesbuk

Tempat Bekerja Seniman di Belakang Layar

Apa yang terlintas di pikiran Anda saat membaca judul artikel menarik di atas? Mungkin Anda berkata: “Walah mas, sudah kehabisan ide tah, kok bikin tulisan iseng banget gini”. 😀 Atau terkesan cari sensasi yang ngawur, mustahil, konyol dan sejenisnya. Tapi memang itulah yang saya tunggu beberapa hari ini. Melihat status fans page JS berisi game Mafia Wars.

Bukan tanpa alasan bila saya iseng posting tulisan seperti ini. Saya sudah sering lihat mas Lutvi Avandi menampilkan update games-nya di fesbuk, tapi kenapa Oom JS nggak pernah ya? Continue reading “Menunggu Joko Susilo Nge-games di Fesbuk”

Semakin Tinggi Pohon, Semakin Kencang Angin Menerpa

Pergilah kau dari hadapanku
Pergilah kau dari hadapanku

Saya turut prihatin atas nasib blog mashengky.com yang hingga tulisan ini saya ketik masih berjuang melawan serangan malware. Beberapa kali saya coba blogwalking kesana, pihak security terus-terusan memberi warning. Akhirnya saya mengalah. Daripada membahayakan system PC, lebih baik saya mundur sebentar.

Saat hal ini coba saya angkat dalam Facebook, komentar yang muncul bermacam-macam. Kalau Mas Hengky memprotes blog pribadi terkenal sumber virus, mas Arief justru menyalahkan pembuat virus. Continue reading “Semakin Tinggi Pohon, Semakin Kencang Angin Menerpa”