Malam Minggu Yang Bermutu Bersama Kopdar Blogger Surabaya

Brosur Terbaru Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Jombang

Hari sabtu kemarin merupakan moment langka yang saya miliki. Jarang-jarang saya mendapatkan kesempatan bisa bertemu kawan-kawan blogger yang inspiratif. Apalagi ini pas sabtu malam minggu, waktu yang seharusnya saya habiskan dengan kawan terdekat saya.

Bermula dari kegiatan saya saling berkirim sms dengan mas Umar Puja Kesuma. Biasalah, tanya ini dan berbagi pengalaman. Nah, kebetulan selama beberapa hari terakhir ini mas Umar berada di Surabaya untuk mengurus persiapan menikah di Lumajang, jadi sekalian saya ngajak ketemuan offline di salah satu mall di kawasan Surabaya Selatan.

Seperti biasa, saya tak lupa kontak mas Arief Maulana dan mas Udin Hamd. Barangkali mereka ada waktu. Beruntunglah mas Lutvi Avandi ikutan datang juga. Klop deh! Continue reading “Malam Minggu Yang Bermutu Bersama Kopdar Blogger Surabaya”

Selamat Tinggal Facebook

Akhirnya, kebersamaan saya dengan Facebook harus berakhir hari ini. Setelah selama sebulan terakhir saya mikir plus dan minusnya, saya memutuskan menyudahi online di situs jejaring sosial yang setahun terakhir saya ikuti ini.

Beberapa pertimbangan utama adalah:

1. Ingin lebih fokus ngeblog.

Tidak bisa dipungkiri, microblogging adalah salah satu pengalih konsentrasi menulis artikel. Kalau sudah chit-chat nggak jelas, waktu 2 jam akan habis tanpa terasa. Selain itu, kalau saya menyebut diri saya sebagai blogger, tentu saya malu kalau faktanya lebih sering online sebagai fesbuker.

2. Sumbangsih facebook terhadap traffic blog ini sangat minim.

Menurut analisa AWStat, traffic yang berasal dari Facebook hanya sekitar 2 persen. Masih jauh dari prosentase kunjungan langsung dan pencarian google. Lagipula, yang mengunjungi blog ┬áini lewat fesbuk orangnya pasti itu-itu saja. Continue reading “Selamat Tinggal Facebook”

Review Buku: I See What You Mean

Setelah sempat terlupakan, kali ini saya kembali menulis review buku. Buku yang berhasil menarik perhatian saya malam ini adalah karya D. Joel Whalen yang judulnya saya copas menjadi judul artikel ini, I See What You Mean. Tagline yang dipilih adalah Membangun Komunikasi Persuasif Dalam bisnis.

Meski pada awalnya buku ini ditulis untuk segment marketing, tak ada salahnya saya menghadirkan di blog ini. Toh, profesi blogger juga nggak jauh beda dengan marketer. Sama-sama menjual produk atau karya seseorang. Bahkan bagi blogger yang mengambil topik marketing, kemampuan berkomunikasi merupakan bagian vital dalam menggugah pertahanan prospek.

Menghadirkan sebuah artikel yang mampu men-transfer pikiran, ide ataupun gagasan penulis kepada pembaca adalah sesuatu yang gampang-gampang susah. Mengapa saya katakan demikian? Continue reading “Review Buku: I See What You Mean”