Menulis Hingga Ke ujung Dunia

Kegiatan Belajar Santri TPQ Al-Mujahiddin Guwo Jombang dengan Metode At-Tartil
Kegiatan Belajar Santri TPQ Al-Mujahiddin Guwo Jombang dengan Metode At-Tartil

Oleh: Hanif Ilham

Menulis. Aktifitas wajib setiap manusia untuk mengenal dunia ini. Dari membaca, mengamati bentuknya, kemudian menuliskannya. Ada yang menarik, ada yang ingin ditunjukkan, mengekspresikan diri, dari sebuah tulisan, yang mungkin akan bangga jika dibacanya sendiri, walau belum tentu begitu bagi orang lain. Aku, belajar menulis.

Pertama, ku bermimpi. Sejak kecil, kapankah ku bisa menulis seperti mereka. Para penyair dari bumi pertiwi. Mereka menulis. Yah, sebuah sajak, puisi, pantun, aku pun mengikutinya. Continue reading “Menulis Hingga Ke ujung Dunia”

Budaya Menulis, Riwayatmu Kini

Gusnaldi, Penulis Novel Pria Terakhir
Gusnaldi, Penulis Novel Pria Terakhir

Oleh: Budhi K. Wardhana

Medio Mei 1998. Tak berapa lama sesudah rekan-rekan Mahasiswa Trisakti ditembaki oleh para sniper hingga jatuh korban jiwa, Jakarta dilanda kerusuhan besar-besaran. Suasana sungguh mencekam. Penjarahan, pembakaran, dan konon pemerkosaan etnis merajalela di penjuru ibukota. Sementara itu sang penguasa orde baru sedang tak berada di singgasana. Sang Jenderal Besar yang penuh senyum itu belumlah tiba dari KTT G-15 di Mesir.

Negeri ini berjalan sempoyongan seolah tanpa pemimpin. Demonstrasi mahasiswa hampir mencapai titik kulminasi. Mereka menggugat para pejabat yang kian kehilangan muka. Di mana-mana suara reformasi dan desakan penggantian pemimpin nasional berkumandang. Euforia kebebasan meruap di sudut pelosok negeri. Iklim represif militeristik tak lagi punya taji. Continue reading “Budaya Menulis, Riwayatmu Kini”

Berapa Harga Diri Menjadi Penulis?

Sholat Tarawih Pengganti Nge-gym di Fitness Center
Ayo Bersemangat Mengikuti Lomba Menulis Terbaru Tahun Ini!

Oleh: Fatchurrohman SAg

“Lama absen dari dunia blogging ternyata tidak bisa membuat saya tertidur pulas. Pikiran saya terus berangan-angan kapan saya bisa melanjutkan aktifitas satu ini. Mas tentu masih ingat (kalo tidak lupa) dengan DA’WATY DA’WATUNAA-nya bapakechilpii.blogspot.com. Ya itulah blog saya yang dulu saya rancang untuk blog religi. hampir lima bulan saya meniggalkannya karena alasan keadaan. (no fulus, disconnect, familys problem and other).

Saat ini, alhamdulillah Allah SWT memberikan anugrah sekaligus amanah kepada saya berupa warung internet milik sendiri (titipan Allah SWT) dengan koneksi cepat, speedy. Continue reading “Berapa Harga Diri Menjadi Penulis?”