Lain Ladang, Lain Belalang

Perayaan Hari Kartini Tahun 2018 oleh Guru-guru SDN Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang
Perayaan Hari Kartini Tahun 2018 oleh Guru-guru SDN Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang

Apa kabar sobat blogging se-Indonesia Raya?

Rasanya sudah lama tidak menulis di dashboard blog ini. Tiga hari terakhir, update artikel blog diisi oleh kawan-kawan peserta Kontes Menulis. Sementara itu, karena saya terbiasa menjelajah blog tetanggga,  jadinya saya mengungsi sebentar ke blog mas Arief.

Ngomong-ngomong tentang penulis tamu, ada kesan yang berbeda setiap kali saya menulis di dashboard blog tetangga. Kadang kala saya cukup tertekan oleh image superblog yang disandang blog tuan rumah. Tapi tak jarang saya bisa berpikir nothing to lose, santai dan easy writing. Continue reading “Lain Ladang, Lain Belalang”

Menulis Hingga Ke ujung Dunia

Kegiatan Belajar Santri TPQ Al-Mujahiddin Guwo Jombang dengan Metode At-Tartil
Kegiatan Belajar Santri TPQ Al-Mujahiddin Guwo Jombang dengan Metode At-Tartil

Oleh: Hanif Ilham

Menulis. Aktifitas wajib setiap manusia untuk mengenal dunia ini. Dari membaca, mengamati bentuknya, kemudian menuliskannya. Ada yang menarik, ada yang ingin ditunjukkan, mengekspresikan diri, dari sebuah tulisan, yang mungkin akan bangga jika dibacanya sendiri, walau belum tentu begitu bagi orang lain. Aku, belajar menulis.

Pertama, ku bermimpi. Sejak kecil, kapankah ku bisa menulis seperti mereka. Para penyair dari bumi pertiwi. Mereka menulis. Yah, sebuah sajak, puisi, pantun, aku pun mengikutinya. Continue reading “Menulis Hingga Ke ujung Dunia”

Budaya Menulis, Riwayatmu Kini

Gusnaldi, Penulis Novel Pria Terakhir
Gusnaldi, Penulis Novel Pria Terakhir

Oleh: Budhi K. Wardhana

Medio Mei 1998. Tak berapa lama sesudah rekan-rekan Mahasiswa Trisakti ditembaki oleh para sniper hingga jatuh korban jiwa, Jakarta dilanda kerusuhan besar-besaran. Suasana sungguh mencekam. Penjarahan, pembakaran, dan konon pemerkosaan etnis merajalela di penjuru ibukota. Sementara itu sang penguasa orde baru sedang tak berada di singgasana. Sang Jenderal Besar yang penuh senyum itu belumlah tiba dari KTT G-15 di Mesir.

Negeri ini berjalan sempoyongan seolah tanpa pemimpin. Demonstrasi mahasiswa hampir mencapai titik kulminasi. Mereka menggugat para pejabat yang kian kehilangan muka. Di mana-mana suara reformasi dan desakan penggantian pemimpin nasional berkumandang. Euforia kebebasan meruap di sudut pelosok negeri. Iklim represif militeristik tak lagi punya taji. Continue reading “Budaya Menulis, Riwayatmu Kini”