Bagaimana Cara Memahami Bahasa Sosial Anak?

Riza Triani bersama salah satu anak berkebutuhan khusus
Riza Triani bersama salah satu anak berkebutuhan khusus

Bagaimana kabar kawan-kawan komunitas blogger Jombang hari ini? Mudah-mudahan anda selalu bersemangat menjalani aktivitas di masa pandemi ini. Pernahkah anda bersitegang dengan anak-anak di pagi hari? Apakah anda selalu berkata dengan suara kencang dan membuat keributan ketika berbicara dengan anak di waktu sore hari?

Artikel ini sangat tepat anda baca karena akan membahas bagaimana cara memahami bahasa sosial anak secara tepat. Menurut Abdullah Munir (2012), setiap orangtua harus belajar memahami bahasa sosial anak secara tepat. Hal ini dapat dilakukan melalui latihan-latihan yang berulang kali dari kedua belah pihak secara intens, yaitu orang tua dan anak.

Media yang digunakan bagi orang tua dalam memahami bahasa sosial anak adalah percobaan demi percobaan yang dilakukan tanpa emosi oleh orang tua kepada anak-anaknya yang sedang bermasalah. Sekali lagi, menjadi orang tua merupakan pekerjaan seumur hidup yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam memahami perilaku anak-anak di rumah maupun ketika mereka berinteraksi di luar rumah. 

Memahami bahasa sosial anak dilakukan mulai anak usia balita (bawah lima tahun) hingga anak-anak menginjak masa remaja. Dengan mencoba memahami bahasa sosial anak, maka antara anak dan orang tua akan saling memahami satu sama lain. Jika hal demikian sudah tercipta maka orang tua akan selalu menjadi pihak pertama yang membantu dalam mengatasi berbagai masalah sosial.

Anak-anak yang memiliki kedekatan sosial dengan orang tuanya akan mempercayai orang tuanya sebagai pihak pertama bagi mereka untuk bercerita dan berkeluh kesah terhadap berbagai permasalahan yang sedang dihadapinya.

Rasa percaya yang ditimbulkan oleh anak kepada orang tua merupakan salah satu kebutuhan utama dalam membangun komunikasi efektif antara anak dan orang tua. Sebagai orangtua, tentu anda tidak ingin anak-anak anda justru menceritakan permasalahan mereka pertama kali kepada orang lain di luar rumah. Hal itu akan sangat mengganggu kenyamanan kehidupan keluarga besar anda. 

Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan anda dalam mendidik anak-anak di rumah. Selamat menemani anak-anak belajar di rumah!

Bagikan tulisan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *