Cara Berkomunikasi Efektif dengan Bayi Sebelum Orang Tua Berangkat Kerja

PAUD Ar-Rahman Jombang Kembangkan Pendidikan Berbasis Karakter
PAUD Ar-Rahman Jombang Kembangkan Pendidikan Berbasis Karakter

Apa kabar sobat blogger guru di Jombang? Abdullah Munir (2012) menyatakan bahwa orang tua yang jarang berpamitan kepada bayinya menyebabkan pertumbuhan bayi yang tidak optimal. Jarang pamit pada bayi sebelum bepergian merupakan kebiasaan orang tua. Mereka mudah sekali terjebak dalam kesibukan pekerjaan sehari-hari sehingga sering meninggalkan bayinya tanpa sempat pamit. Bayi yang ditinggal terlalu lama di tempat tidur atau di ruang bermain sendirian akan merasa kehilangan interaksi dengan orang dewasa. Ia akan merasa kesepian dan juga merasa dibiarkan.

Ketika bayi merasa tidak mampu menahan rasa sepi dan merana akibat diabaikan oleh orang tuanya maka ia akan membuat ulah. Hal yang paling sering dilakukan oleh bayi adalah menangis atau mengompol. Boleh jadi ia pipis di celana terlebih dahulu baru kemudian menangis. Jika hal ini terlalu sering dilakukan oleh bayi maka kemungkinan besar akan berdampak negatif pada perkembangannya.

Saat bayi dititipkan di tempat pengasuhan oleh orang tuanya di tempat pengasuhan maka tindakan ini akan berpengaruh pula terhadap perkembangan mental bayi. Bayi yang diasuh di tempat pengasuhan jumlahnya tidak sedikit. Oleh karena itu perhatian pengasuh untuk berinteraksi satu lawan satu dalam suasana hangat menjadi berkurang.

Orang tua perlu memilih tempat pengasuhan yang rasio bayi dan pengasuhnya tidak terlalu jauh. Satu penghasil maksimal menangani tiga orang bayi. Inilah kondisi yang ideal di tempat penitipan bayi. Jika bisa diturunkan menjadi satu atau dua orang bayi untuk seorang pengasuh maka hal itu akan berdampak jauh lebih baik.

Anak Mengajak Bertengkar? Tahanlah Emosi Untuk Tidak Berdebat Dengannya
Anak Mengajak Bertengkar? Tahanlah Emosi Untuk Tidak Berdebat Dengannya

Untuk menghindari kesalahan pola pengasuhan bayi seperti ini maka orang tua harus tetap berkomunikasi dengan bayi walaupun tidak dalam kondisi bertatap muka. Sampai menyelesaikan pekerjaan di dapur, orang tua bisa mengajak bayi berbicara tentang berbagai hal tertentu. Pembicaraan ini sudah dimulai terlebih dahulu ketika ibu berangkat dari kamar untuk meninggalkan bayi ke dapur.

Seorang ayah juga dapat berperan dalam pengasuhan bayi. Ketika ayah harus pergi berangkat ke tempat kerja sementara bayi sedang memiliki keinginan untuk digendong ayahnya, maka ayah harus pamit pada bayinya. Pamit merupakan komunikasi awal bahwa orang tua akan berada agak jauh dari bayi. Setelah itu komunikasi bisa terus dilakukan dengan teriakan dari dapur untuk menjaga kehangatan suasana dengan baik agar bayi tidak merasa kesepian.

Komunikasi efektif dapat dilakukan oleh para pengasuh di tempat pengasuhan bayi. Dalam metode berkomunikasi dengan bayi meskipun ia sedang mendatangi bayi yang lain, maka bayi yang ditinggalkan tetap harus diajak berkomunikasi. Kecuali jika bayi yang ditinggalkan dalam keadaan tidur maka tidak perlu berpamitan pada bayi yang sedang tidur itu.

Semoga artikel blog pendidikan Jombang berupa tips mengasuh bayi ini bermanfaat untuk Anda. Tetap semangat untuk para blogger guru di Jombang.

Bagikan tulisan ini:

One Reply to “Cara Berkomunikasi Efektif dengan Bayi Sebelum Orang Tua Berangkat Kerja”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *