Hari Pertama Pembelajaran di Rumah untuk Pencegahan Penularan Virus Corona Bagi Pelajar di Jombang

Creative Study Techniques That Actually Work - From Pinterest
Creative Study Techniques That Actually Work. Home learning menjadi solusi pembelajaran yang tepat untuk mencegah penyebaran virus Corona di kalangan pelajar dan mahasiswa. – Picture taken from Pinterest.com

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang kemarin Senin, 16 Maret 2020 mengumumkan pemberlakuan kegiatan pembelajaran di rumah (home learning) bagi para pelajar di Jombang. Himbauan ini berlaku untuk murid-murid mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruaan (SMK).

Himbauan yang sama juga dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Jombang untuk memberlakukan kegiatan pembelajaran di rumah bagi murid murid dari jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Kementerian Agama mendukung upaya pencegahan penularan virus Corona bagi para pelajar di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur. 

Meskipun para pelajar tidak diwajibkan hadir di sekolah, guru-guru tetap memiliki kewajiban untuk hadir di lembaga pendidikan masing-masing. Para guru diharapkan mempersiapkan kewajiban administrasi guru. Diantara kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru-guru pada hari pertama pemberlakuan home learning adalah mempersiapkan perangkat pembelajaran.

Perangkat pembelajaran tersebut mulai dari memeriksa kembali kalender pendidikan, perencanaan rincian pekan efektif, pembuatan program tahunan, pembuatan program semester, penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, hingga memeriksa instrumen-instrumen penilaian terhadap kegiatan pembelajaran peserta didik.

Pembelajaran Berbasis Online

Kegiatan pembelajaran di rumah hari ini berjalan lancar karena didukung oleh teknologi komunikasi melalui internet. Penulis memanfaatkan aplikasi WhatsApp untuk berkomunikasi dengan wali murid selama kegiatan pembelajaran di rumah berlangsung. Penulis mengirimkan tugas-tugas pembelajaran di rumah melalui grup WhatsApp yang telah penulis buat bersama orang tua murid. Selanjutnya orang tua murid berkewajiban menemani putra-putri mereka belajar di rumah.

Penulis menilai kegiatan pembelajaran di rumah pada hari pertama ini berjalan cukup sukses. Para orang tua secara aktif mengingatkan anak-anaknya untuk menyelesaikan tugas dari guru, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran. Beberapa status sosial media orang tua dan wali murid menunjukkan bahwa mereka ikut mendampingi proses belajar anak-anak mereka pada hari pertama home learning ini. Para orang tua itu juga membantu anak-anak mereka untuk mengirimkan video dokumentasi kegiatan praktek belajar yang telah ditentukan oleh guru mata pelajaran.

Penulis sendiri mengawali kegiatan bekerja di sekolah pagi hari ini dengan olahraga bulutangkis bersama seorang kawan guru. Suasana sekolah sepi karena semua murid diwajibkan belajar di rumah. Tidak terdengar teriakan dan tawa anak-anak di halaman sekolah sebagaimana biasanya. Sebaliknya, penulis asyik berolahraga di bawah terik matahari selama kurang lebih satu jam. Kehebohan yang penulis ciptakan di lapangan sekolah pagi hari ini sebagai upaya menghidupkan semangat bekerja hingga siang hari.

Lalu lintas jalan raya di depan sekolah terlihat lengang dan tidak ramai seperti biasanya. Rupanya keputusan pemerintah untuk memberlakukan pembelajaran di rumah sangat berpengaruh terhadap hiruk-pikuk kehidupan ekonomi masyarakat secara umum. Para pedagang pun tidak banyak yang tampak berjualan. Rupanya mereka ikut membatasi kegiatan di luar rumah sebagai upaya pencegahan penularan virus Corona.

Peran Serta Orang Tua

Jika kondisi sekolah dan Jalan Raya relatif sepi dibanding rutinitas biasanya maka tidak sama halnya dengan arus komunikasi melalui smartphone para orangtua secara bergantian mengirimkan pesan telah menyelesaikan tugas pembelajaran di rumah hari ini beberapa orang tua mengirimkan foto lembar tugas anak-anak mereka yang telah dikerjakan di rumah tugas tersebut dikumpulkan kepada guru kelas sementara tugas dari guru mata pelajaran kebanyakan berupa praktek baik praktek membaca maupun praktek gerakan tertentu.

Mata pelajaran muatan lokal keagamaan Islam menerapkan tugas membuat video dokumentasi membaca Alquran. Alhasil, memori smartphone penulis malam hari ini terkuras cukup banyak karena video dokumentasi para siswa telah dikirimkan satu persatu oleh orangtua siswa sejak tadi pagi hingga malam ini. Sebagian besar siswa telah menyelesaikan tugas sehingga penulis berkewajiban untuk memeriksa video tersebut dan menilai bacaan Alquran para siswa. Kegiatan ini memerlukan konsentrasi dan jaringan internet yang mumpuni.

Beberapa orang tua murid tampak hilir-mudik datang ke rumah penulis untuk berkonsultasi mengenai permasalahan belajar anak-anak mereka di rumah hari ini. Rupanya hikmah dari kegiatan pembelajaran di rumah adalah bisa menghadirkan kedekatan antara orang tua dan anak-anak mereka. Para orangtua pun sekarang lebih tahu sejauh mana perkembangan belajar anak-anak mereka. Jika selama ini para siswa bergantung kepada guru agar mereka termotivasi untuk belajar, maka selama dua pekan ke depan orang tua berperan penting dalam memberikan semangat belajar kepada anak-anaknya.

Mudah-mudahan kegiatan pembelajaran di rumah ini bisa menjadi hikmah yang membawa manfaat bagi seluruh pelajar di Indonesia. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan limpahan kesuksesan dalam kehidupan sehari-hari. Selamat belajar.

Bagikan tulisan ini:

2 Replies to “Hari Pertama Pembelajaran di Rumah untuk Pencegahan Penularan Virus Corona Bagi Pelajar di Jombang”

  1. Aduh… Emak gue lbh cerewet drpd bu guru. Lebih asyik belajar di sekolah sama guru guru dan teman-teman sekelas drpd belajar di rumah. Klo di rmh sedikit salah saja langsung kena semprot sama ortu. Horor bgt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *