Haruskah Anak Saya Tidur Siang Teratur Seperti Anak Tetangga?

Dua Anak Kecil Memandang Dunia Dari Balik Jendela
Dua Anak Kecil Memandang Dunia Dari Balik Jendela

Bagaimana kabar kawan blogger guru Jombang hari ini? Tidur siang merupakan kegiatan yang dilakukan oleh manusia, baik usia anak-anak maupun orang dewasa. Tidur siang bisa berubah menjadi sesuatu yang melelahkan apabila dipaksakan terhadap anak. Orang tua yang menyuruh anak untuk tidur siang justru berdampak lebih melelahkan bagi anak daripada bermain sepanjang hari. Betapa ruginya kita sebagai orang tua jika menghendaki anak untuk beristirahat namun justru membuat anak menjadi lelah, demikian dikatakan oleh Abdullah Munir (2012).

Kelelahan yang dirasakan oleh anak disebabkan adanya ketegangan pada saraf-saraf akibat serangan bertubi-tubi yang dilancarkan orang tua yang mengajak mereka agar segera tidur siang. Tidur siang adalah aktivitas yang berkaitan dengan ritme istirahat seseorang. Masing-masing anak memiliki ritme yang berbeda. Bahkan ada anak yang tidak memiliki ritme tidur siang sama sekali. Oleh karena itu menjadi keputusan yang salah jika orang tua menetapkan jadwal tidur siang tanpa melihat ritme yang dimiliki anaknya.

Kesalahan berikutnya yang sering dilakukan oleh orang tua adalah mencontoh jadwal tidur siang anak tetangga. Sekali lagi, setiap anak memiliki aktivitas hidup yang berbeda-beda. Oleh karena itu, setiap anak memiliki rutinitas yang berbeda pula. Paksaan orang tua agar anak tidur siang pada saat anak sedang asyik bermain dengan kelompoknya juga akan memberikan dampak negatif terhadap hubungan orang tua dengan anak-anak. Akan merasa orang tua tidak peduli dengan dirinya. Atau bisa juga anak merasa sial karena memiliki orang tua yang bawel tidak seperti orang tua teman-temannya yang longgar dan tidak pernah memaksa.

Orang tua perlu mempertimbangkan kembali apakah keputusan menetapkan jadwal tidur siang sudah merupakan kebutuhan anak atau belum. Jangan-jangan hal itu hanya merupakan bagian dari keinginan tersembunyi orang tua yang seringkali terkesan ambisius. Sebagian orang tua menetapkan jadwal tidur siang dengan pertimbangan agar fisik anak bisa tumbuh maksimal, terutama dari sisi tinggi badannya. Pandangan orang tua yang seperti ini biasanya dilatarbelakangi oleh keinginan orang tua yang terlalu kuat. Mereka ingin anaknya bisa memiliki profesi yang mensyaratkan adanya kesempurnaan fisik.

Mengistirahatkan fisik anak merupakan kebutuhan anak itu sendiri. Namun perhatikanlah kenyataan bahwa ada anak yang tidur malam dengan durasi sangat lama sehingga anak itu tidak mau tidur siang hari. Sebaliknya, ada juga anak yang membagi kebutuhan istirahatnya dengan tidur siang dan tidur malam secara seimbang. Semoga artikel blog pendidikan Jombang ini bisa menambah wawasan Anda dalam mendidik anak.

Bagikan tulisan ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *