Mengenal Program Intensif Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran Metode At-Tartil

Artikel Ushul Fiqh - Penggalian Hukum Islam dari Dalil-dalil
Artikel Ushul Fiqh – Penggalian Hukum Islam dari Dalil-dalil

Bagaimana kabar sobat blogger Jombang hari ini? Melalui artikel The Jombang Taste ini saya akan berbagi pengalaman mengikuti Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran (PGPQ) melalui Yayasan Belajar Membaca Al-Quran (BMQ) At-Tartil Kantor Cabang Jombang. Kegiatan PGPQ At-Tartil yang saya ikuti berlangsung di Kecamatan Mojowarno, tepatnya di Masjid KUA Mojowarno. PGPQ di Mojowarno saat itu dilaksanakan setiap hari Ahad. Saya mengikuti PGPQ At-Tartil pada Juli 2012 sampai dengan Mei 2013.

Peserta kegiatan Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran At-Tartil di Mojowarno kurang lebih dua puluh lima orang. Sebagian besar mereka sudah berumur empat puluh tahun ke atas. Kami terbiasa dipanggil ustadz dan ustadzah. Ada banyak pengalaman menarik selama saya mengikuti Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran At-Tartil di Mojowarno. Mulai dari menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang berbeda dari pergaulan saya sebelumnya, sampai dengan belajar memperbaiki diri. Belajar di PGPQ At-Tartil dapat ilmu apa saja?

Tujuan

Banyak hal yang saya pelajari di BMQ At-Tartil. Menurut buku panduan pelaksanaan Program Intensif Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran At-Tartil, bagian pertama yang harus diketahui oleh setiap peserta adalah tujuan pembelajaran Al-Quran. Bahasa sederhananya adalah kalau seorang guru akan mengajarkan membaca Al-Quran kepada muridnya, maka dia harus bisa membaca terlebih dulu. Kualitas lulusan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) sebagian besar ditentukan oleh kualitas guru atau pengajarnya.

Sasaran

Sasaran kegiatan Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran At-Tartil adalah calon ustadz dan ustadzah yang akan mengajar di TPQ di tempat tinggal mereka masing-masing. Program Intensif Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran At-Tartil juga dapat diterapakan untuk guru Al-Quran yang telah mengajar di TPQ maupun sekolah-sekolah, baik sekolah umum maupun sekolah keagamaan.

Model At-Tartil

Model pembelajaran Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran At-Tartil adalah langsung dibaca tanpa mengeja. Santri tidak diajarkan mengeja huruf demi huruf melainkan langsung diajak membaca sesuai kaidah ulumut tajwid dan ulumul ghorib.

Karakteristik At-Tartil

Apakah ciri-ciri atau karakteristik model Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran At-Tartil? Sebenarnya tidak ada kekhususan pada metode At-Tartil. Sebagian besar sama dengan lembaga belajar membaca Al-Quran lainnya. Ciri tersebut adalah langsung membaca tanpa dieja, belajar diulang-ulang, dan selalu ada evaluasi setiap kali tatap muka.

Prinsip Dasar At-Tartil

Prinsip dasar Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran At-Tartil terbagi menjadi dua, yaitu untuk guru dan untuk murid. Untuk guru, prinsip dasar pengajaran metode At-Tartil adalah melalui proses talqin dan ittiba’, urdhoh klasikal dan urdhoh individu. Sedangkan prinsip dasar pengajaran Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran At-Tartil untuk murid adalah santri harus aktif membaca dengan benar dan lancar.

Tahap Pembelajaran

Lalu, bagaimanakah sistim pengelolaan kelas pada Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran At-Tartil? Tahap-tahap pembelajaran dan cara mengelola kelas pada metode At-Tartil terbagi menurut beberapa jenis kelas. Mulai dari kelas klasikal penuh, semi klasikal, kelas kelompok, kelas privat, dan kelas khusus. Setiap jenis kelas memiliki karakteristik masing-masing. Oleh karena itu, setiap guru harus mengetahui trik mengajar murid pada masing-masing kelas.

Senyum Anak TPQ Al-Mujahiddin Guwo Latsari Mojowarno Jombang
Senyum Anak TPQ Al-Mujahiddin Guwo Latsari Mojowarno Jombang

Evaluasi Pembelajaran

Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran At-Tartil mengajarkan beberapa macam cara evaluasi pembelajaran. Evaluasi terbagi menjadi dua, yaitu: evaluasi harian dan evaluasi tingkatan. Masing-masing jenis evaluasi memiliki cara evaluasi yang berbeda-beda.

Sistim Pembelajaran

Disamping pembelajaran membaca Al-Quran dengan metode At-Tartil, santri juga diajarkan materi bacaan sholat, hafalan surat-surat pendek, hafalan doa sehari-hari, dan materi penunjang yang menjadi ketentuan lembaga masing-masing misalnya Bahasa Arab, tauhid dan hadits pilihan.

Khatam Al-Qur’an

Santri TPQ yang menggunakan buku At-Tartil dinyatakan khatam Al-Quran jika sudah mampu membaca al-Qur’an dengan tartil yang sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Selain itu, syarat khatam Al-Quran adalah santri mengerti dan menguasai bacaan ghorib al-Qur’an dan dapat mewaqofkan dan mengibtida’kan bacaan al-Qur’an dengan baik. Setelah khatam Al-Quran, santri dapat mengikuti munaqosyah TPQ dan berlanjut ke wisuda santri.

Program Pembelajaran Paket Dasar

Program pembelajaran membaca Al-Quran Paket Dasar At-Tartil terdiri dari At-Tartil Jilid 1, At-Tartil Jilid 2, At-Tartil Jilid 3, At-Tartil Jilid 4, At-Tartil Jilid 5, dan At-Tartil Jilid 6. Masing-masing program Paket Dasar At-Tartil menggunakan buku At-Tartil berbeda-beda, baik dalam hal warna sampul buku, isi materi maupun cara pengajarannya. Meskipun begitu, semua buku Paket Dasar At-Tartil Jilid 1 sampai Jilid 6 memiliki kesamaan dalam hal jumlah halaman, yaitu 36 halaman.

Program Pembelajaran Paket Marhalah

Program Pembelajaran Paket Marhalah At-Tartil terdiri dari Marhalah Ula, Marhalah Wustho, dan Marhalah Akhir. Santri Marhalah Ula mempelajari cara membaca Al-Quran Juz 1 sampai dengan Juz 10. Kemudian Santri TPQ di tingkat Marhalah Wustho mempelajari cara membaca Al-Quran Juz 11 sampai dengan Juz 20. Sedangkan santri yang berada di level Marhalah Akhir mempelajari Juz 21 sampai dengan Juz 30.

Materi Penunjang Paket Dasar

Selain materi utama cara membaca Al-Quran dengan metode At-Tartil, santri BMQ At-Tartil yang berada di Paket Dasar juga menempuh materi penunjang. Materi Penunjang Paket Dasar antara lain hafalan surat-surat pendek, hafalan bacaan sholat, dan hafalan doa-doa harian. Dengan demikian, santri TPQ yang menggunakan buku At-Tartil memiliki pengetahuan agama yang hampir lengkap.

Materi Penunjang Paket Marhalah

Materi penunjang kegiatan belajar santri TPQ pengguna buku At-Tartil yang berada di tingkat Paket Marhalah hampir sama dengan Paket Dasar. Materi penunjang tersebut antar lain hafalan surat-surat pendek, hafalan bacaan sholat, hafalan ayat-ayat pilihan, dan hafalan bacaan ghorib atau musykilat.

Alokasi Waktu Sistim Pembelajaran

Alokasi waktu sistem pembelajaran membaca Al-Quran metode At-Tartil di tingkat Paket Dasar dan Paket Marhalah berbeda. Masing-masing alokasi waktu sistim pembelajaran disesuaikan dengan usia santri, kemampuan  menyerap materi dan ketersediaan jumlah guru di TPQ.

Rancangan Program Pembelajaran

Sama seperti halnya pendidikan formal, kegiatan belajar membaca Al-Quran dengan metode At-Tartil pun memiliki Rancangan Program Pembelajaran (RPP). RPP metode At-Tartil memiliki satuan tingkat, pokok pembahasan, sub pokok pembahasan, indikator, dan alokasi waktu pembelajaran.

Selama saya mengikuti kegiatan PGPQ At-Tartil di Mojowarno, saya mengenal banyak sosok inspiratif dalam pendidikan membaca Al-Quran. Mereka antara lain pasangan suami-istri Ustadz Muhammad Irmawan dan Ustadzah Eila Mauliddiyah, Ustadz Muhammad Solikul Hadi, Ustadz Hariri, Ustadzah Fauziyah Adnan, dan masih banyak pengajar Quran lainnya.

Namun diantara semua guru pengajar Quran tersebut, sosok menginspirasi datang dari para penyusun buku At-Tartil, yaitu Ustadz Muhammad Imam Syafi’i, Ustadz Fachrudin Solih, dan Ustadz Masykur Amin. Para pejuang Islam tersebut seringkali turun ke bawah, datang, dan memberi inspirasi bagi para guru TPQ di Kabupaten Jombang. Kehadiran mereka dalam sejumlah acara Temu Guru Al-Quran (TEGURAN) mampu menarik kedatangan banyak guru Quran.

Demikian uraian singkat mengenai profil Program Intensif Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran Metode At-Tartil. Semoga artikel inspirasi pendidikan agama Islam ini bisa memberi manfaat untuk Anda. Sampai jumpa dalam artikel The Jombang Taste berikutnya!

10 Replies to “Mengenal Program Intensif Pendidikan Guru Pengajar Al-Quran Metode At-Tartil”

  1. apapun nama bungkusnya, yang penting isinya sama. saya salut kepada kreatifitas para pembuat buku panduan belajar membaca al-quran.

  2. Semoga Allah mempermudah langkah kita dalam mendidik anak-anak Indonesia, khususnya dalam pelajaran membaca Al-Quran.

  3. Saya juga mengikuti PGPQ di Kota Sidoarjo. Semoga kita bisa berjumpa dalam acara temu guru Al-Quran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *