Pelajar SDN Latsari Gelar Pawai Ta’aruf Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Tahun 2019

https://www.instagram.com/p/BvwlCE9nyt4/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=ladh7l71uphm

Hari ini Selasa, 2 April 2019 telah dilaksanakan pawai ta’aruf dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad. Kegiatan pawai dilaksanakan oleh 8 orang guru dan 107 orang siswa muslim SDN Latsari. Rute pawai meliputi jalan Dusun Guwo bagian timur hingga ke utara. Jalan desa ini relatif aman dari kendaraan besar. Pawai ta’aruf ini dilaksanakan sebagai bentuk peringatan terhadap masyarakat muslim di bulan Rajab.

Suara dentuman alat musik drumband memenuhi ruang pendengaran. Warga sekitar lingkungan sekolah keluar dari rumah. Mereka mengerubuti kelompok drum band SDN Latsari. Mereka baru pertama kali menyaksikan anak-anaknya memainkan alat musik drumband. Wajar saja jika para orang tua itu memiliki harapan besar agar anak-anak mereka bisa memainkan alat musik dengan baik dan benar.

https://www.instagram.com/p/Bvwk7JLnYoS/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=vkbw1ef7e1k6

https://www.instagram.com/p/BvwlZRansX8/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=zlyhxt9quech

Pawai kali ini diawali oleh parade drumband siswa SDN Latsari. Mereka tampak sibuk bersiap sejak pagi. Acara pawai dimulai pukul 07.30 dan berakhir pukul 08.30 WIB. Para siswa tampak senang mengikuti acara ini. Grup drumband yang baru dibentuk ini sukses memukau warga yang menyaksikan parade. Para orang tua murid tampak sibuk mengabadikan momen berharga ini. Mereka memotret dan merekam kegiatan pawai taaruf.

Anak-anak kecil yang bersekolah di Taman Kanak-kanak dan Kelompok Bermain keluar dari ruang kelas mereka. Mereka berbaris di pinggir jalan dan menanti kedatangan grup drumband SDN Latsari. Mereka melambaikan tangan ke arah rombongan pawai seraya berteriak kegirangan. Parade drumband ini menjadi hiburan gratis bagi warga Guwo dan sekitarnya.

https://www.instagram.com/p/BvwlSrQnxti/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=vgncx1rn4tby

https://www.instagram.com/p/Bvwk0nEnsTT/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=tp6mnask9j3o

Usai pawai, para siswa menyantap bekal makanan yang telah mereka bawa dari rumah. Mereka terlihat lahap. Tradisi Rejeban membawa kegembiraan bagi anak-anak. Mereka bisa memilih menu makanan secara bebas. Kebanyakan murid membawa bekal makan ayam goreng (fried chicken).

https://www.instagram.com/p/BvwlouxHcG7/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=1jnanw5h5xu0n

Bagikan tulisan ini:

Oleh Agus Siswoyo

Teacher in real life, story teller and Indonesian blogger.

6 komentar

  1. Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan secara teratur supaya murid-murid memiliki rasa percaya diri. Walaupun guru-gurunya mungkin lebih banyak mengeluarkan tenaga untuk membina para siswa Tetapi semuanya akan berbuah manis di kemudian hari.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *