Pertama Kali! Murid SD Belajar Menerjemahkan Alquran Menggunakan Metode Harfun

Program terjemah Alquran sebenarnya tidak diberlakukan untuk murid-murid sekolah dasar. Mereka hanya diberikan tugas membaca, menulis, dan menghafal surat-surat pendek di dalam Juz Amma. Oleh karena itu sangat sedikit sekali perhatian guru Pendidikan Agama Islam Islam Agama Islam Islam dan guru Muatan Lokal Keagamaan Islam terhadap kegiatan terjemah Alquran untuk murid sekolah dasar.

Fakta di lapangan sungguh berlainan dengan kegiatan pengajaran di kelas. Siswa kelas 6 diwajibkan mampu menterjemahkan diwajibkan mampu menterjemahkan surat-surat pendek dalam ujian praktek untuk kelulusan sekolah. Sedangkan mereka sebelumnya belum pernah dibekali pelajaran untuk menerjemahkan Alquran. Mampukah mereka menyelesaikan tugas itu dengan sukses?

Selain alasan di atas, pilihan berikutnya setelah murid Sekolah Dasar lulus sekolah adalah melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri maupun Sekolah Menengah Pertama swasta. Pilihan SMP swasta yang paling realistis di sekitar Mojowarno dan Ngoro adalah SMP Islam Ngoro. Alasan para orang tua menyekolahkan anaknya ke SMP Islam Ngoro adalah terkait lingkungan pergaulan siswa dan sistem pendidikan Islam yang diterapkan di sana.

Kurikulum SMP Islam Ngoro mengadopsi sistem pendidikan ma’arif NU yang menggunakan bahasa Arab sebagai salah satu mata pelajaran wajib. Oleh karena itu penting bagi guru agama di sekolah dasar untuk membekali murid-murid kemampuan bahasa Arab, terutama murid kelas 5 dan kelas 6.

Mudah dan Menyenangkan

Penulis telah mengikuti pelatihan Harfun selama dua hari di Balai Pelatihan Pesantren Tebuireng. Berbekal dari pelatihan tersebut maka penulis mengajarkan kegiatan terjemah Alquran untuk murid kelas 4 pada Selasa, 19 Maret 2019. Kegiatan ini tidak termasuk dalam kurikulum mata pelajaran muatan lokal keagamaan Islam. Meski demikian, penulis perlu menambah wawasan murid-murid agar mereka lebih menyukai kegiatan membaca Al-quran dan paham makna bacaannya.

Penulis mempraktekkan pengajaran metode Harfun dengan kombinasi permainan yang menyenangkan. Target peserta didik belajar metode Harfun sebenarnya adalah murid kelas 5 dan kelas 6 yang telah memiliki kemampuan membaca alquran dengan baik dan benar.

Meski demikian, sebagian besar murid kelas 4 yang belajar di lembaga tempat penulis mengajar telah mampu membaca alquran dengan baik dan benar. Mereka telah memiliki pengalaman membaca Alquran yang cukup baik. Sebagian besar di antara mereka telah melewati marhalah awal dan wustho Alquran, yaitu Alquran juz 1 sampai dengan juz 17.

Konsep utama dalam pembelajaran Harfun untuk murid Sekolah Dasar adalah menghafalkan kosakata dalam bahasa Arab. Selama ini mereka tidak pernah diajarkan secara khusus mata pelajaran bahasa Arab. Penguasaan kosakata mereka harus ditambah secara berkala agar mereka bisa memahami arti kata dalam bahasa Arab.

Artikel Ushul Fiqh - Penggalian Hukum Islam dari Dalil-dalil
Kitab suci Al-Quran

Dimulai dari Kosakata Bahasa Arab

Sesuai dengan konsep pengajaran metode Harfun, kosakata bahasa Arab yang pertama kali perlu dihafalkan adalah huruf atau atau adalah huruf atau perlu dihafalkan adalah huruf atau atau adalah huruf atau harfun. Harfun merupakan jenis kata sambung dalam bahasa Arab. Beberapa kosakata yang perlu dihafalkan oleh murid-murid untuk pertama kali adalah bi (dengan), wa (dan), li (bagi), la (tidak), dan ‘ala (atas).

Usai mengajarkan beberapa kosakata di atas, penulis mengajak setiap kelompok murid untuk bermain menghafalkan dan membaca terjemah Al Quran surat Al-fatihah ayat 1 dan 2. Al-fatihah merupakan surat yang harus dikuasai pertama kali oleh para murid. Jika mereka telah mampu menguasai terjemah Al Quran surat al-fatihah maka besar harapannya mereka mampu menguasai surat-surat selanjutnya.

Kegiatan belajar terjemah Alquran menggunakan metode Harfun berlangsung selama 45 menit. Sebagian besar peserta mengaku senang belajar dengan cara ini. Mereka tidak lagi bosan membaca buku paket mata pelajaran yang materinya sudah mereka lahap sampai habis. Mereka mendapatkan wawasan baru. Mereka pun lebih tertantang untuk menghafalkan kosakata baru dalam bahasa Arab itu.

Sebagai bentuk pengajaran metode Harfun pertama kali, penulis menggunakan media pembelajaran berupa poster tulisan Arab yang terbuat dari bahan banner. Penulis tidak menyiapkan alat peraga edukasi lainnya. Untuk pertemuan berikutnya penulis berencana menggunakan beberapa media pembelajaran untuk menarik minat mereka dalam belajar menerjemahkan ayat-ayat Al-quran. Semoga mereka makin tertarik belajar memahami isi kandungan Alquran.

Bagikan tulisan ini:

11 Replies to “Pertama Kali! Murid SD Belajar Menerjemahkan Alquran Menggunakan Metode Harfun”

  1. Ide kreatif kang! Jangan terpaku oleh kurikulum. jika memang kebutuhan masyarakat menghendaki program terjemah Alquran, maka kita sebagai pendidik pun harus menjawab kebutuhan tersebut.
    Bukankah mempelajari kitab suci agama merupakan kewajiban setiap pemeluk agama yg bertakwa?

  2. Jgn takut mencoba mas. Apapun usaha kita akan memberi hasil di masa dpn. Yang perlu kita lakukan adalah bersabar dalam berusaha karena kesabaran dalam mencoba segala sesuatu akan memberikan kematangan bagi kita dalam melangkah di hari esok.

  3. Saya selalu antusias kalau Membaca cerita sukses para guru muda dalam mengajar murid.
    mereka adalah orang-orang hebat.
    walaupun belum berstatus sebagai pegawai negeri sipil tapi dedikasi dan komitmen mereka tidak perlu diragukan lagi.
    semoga Allah selalu memberikan kesabaran dan keberkahan ilmu dalam hidupnya.

Tinggalkan Balasan ke Ony Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *