SD Rasa MI, Pendidikan Diniyah Resmi Diajarkan di Sekolah Dasar

Khidmat Upacara Bendera Guru Memakai Seragam PGRI dan Korpri di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang
Khidmat Upacara Bendera Guru Memakai Seragam PGRI dan Korpri di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang

Sekolah Dasar (SD) negeri dan swasta di Kabupaten Jombang mulai menjalankan pendidikan Diniyah sejak 1 November 2019 kemarin. Pelaksanaan pendidikan diniyah di lingkungan sekolah dasar, baik sekolah dasar negeri maupun sekolah dasar swasta telah direncanakan sejak setahun yang lalu. Pemerintahan Bupati Jombang saat ini yang dikepalai oleh Ibu Nyai Mundjidah Wahab bertekad mewujudkan Jombang berkarakter dan berdaya saing. Salah satu wujud tekad tersebut adalah dengan melaksanakan pendidikan Diniyah di lingkungan sekolah dasar.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang telah melakukan seleksi rekrutmen pembimbing pendidikan diniyah untuk sekolah dasar. Proses seleksi telah dimulai sejak sebulan yang lalu. Seleksi berlangsung secara bertahap mulai dari tingkat sekolah, tingkat wilayah kerja pendidikan di kecamatan, hingga pada tingkat kabupaten. Seleksi tersebut telah memberikan hasil berupa penempatan sumber daya manusia pada pos pengajar pendidikan Diniyah. Praktis, saat ini pendidikan di SD tak jauh beda dengan MI (Madrasah Diniyah). Idiom SD rasa MI pun muncul di kalangan masyarakat awam.

Pelaksanaan pendidikan diniyah di lingkungan sekolah dasar bertujuan untuk menambah kemampuan memahami dan meningkatkan kompetensi siswa dalam mempelajari ilmu agama Islam. Sebelum ini telah ada dua mata pelajaran yang berhubungan dengan agama Islam, yaitu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan mata pelajaran muatan lokal keagamaan Islam (MKI). Dengan dijalankannya pendidikan diniyah di sekolah dasar maka setiap Sekolah Dasar di Kabupaten Jombang saat ini setidaknya memiliki tiga orang guru agama, yaitu guru PAI, guru mulok keagamaan Islam, dan guru Pendidikan Diniyah.

Peringatan Hari Isra Miraj atau Rejeban di SDN Japanan 1 Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang
Peringatan Hari Isra Miraj atau Rejeban di SDN Japanan 1 Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang

Menyesuaikan Jadwal Sekolah

Pelaksanaan pendidikan Diniyah di sekolah dasar disesuaikan dengan jadwal pelajaran yang telah berjalan. Setiap lembaga pendidikan dapat merubah total jadwal pelajaran yang ada maupun dengan cara menyisipkan mata pelajaran Pendidikan Diniyah pada akhir proses pembelajaran di hari itu. Kebanyakan sekolah dasar di Jombang melaksanakan Pendidikan Diniyah pada jam pelajaran paling akhir. Pendidikan Diniyah berlangsung setelah para siswa mengikuti salat jamaah Dhuhur. Pendidikan Diniyah diajarkan di dalam kelas mulai pukul 12.30 sampai dengan 14.50 WIB. Ini adalah waktu yang sangat lama bagi para siswa kelas atas untuk belajar hal-hal yang baru terkait dengan pendidikan Diniyah.

Pendidikan Diniyah di sekolah dasar membawa akibat bertambahnya jam belajar bagi siswa. Sementara jam kerja guru tidak banyak berubah karena pendidikan Diniyah diajarkan oleh seorang guru khusus yang mengampu mata pelajaran diniyah. Para siswa sebelumnya telah diberitahu bahwa mereka akan pulang lebih lambat daripada jadwal pelajaran seperti biasanya. Oleh karena itu setiap siswa diminta untuk membawa bekal makan siang sehingga mereka tidak perlu repot mencari kantin ketika jam pelajaran terakhir telah usai. Langkah ini telah disosialisasikan kepada wali murid sehingga para orang tua mendukung kegiatan pendidikan Diniyah secara penuh.

Materi pendidikan Diniyah di sekolah dasar berjenjang mulai dari pengenalan huruf hijaiyah di kelas 1, pengenalan kosakata bahasa Arab di kelas 2, hingga materi mabadil fiqih di kelas yang lebih atas. Semua bentuk pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam mempelajari agama Islam. Mudah-mudahan setiap siswa mampu menyerap materi pendidikan Diniyah dengan efektif. Dengan demikian mereka dapat mempraktikkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-harinya dengan baik dan benar. Aamiin.

Bagikan tulisan ini:

4 Replies to “SD Rasa MI, Pendidikan Diniyah Resmi Diajarkan di Sekolah Dasar”

  1. Langkah pemerintah Kabupaten Jombang ini patut diapresiasi dan ditiru oleh Dinas Pendidikan Kota kota lain di Indonesia. Mulai saat ini kita tidak boleh mengkotak- kotakkan pendidikan antara sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. semuanya memiliki tujuan yang sama untuk membentuk anak-anak Indonesia menjadi pribadi yang sholeh atau Sholihah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *