Tulisanmu Menunjukkan Siapa Dirimu Sebenarnya

Semoga saya salah, tetapi rasanya semakin banyak saja blogger yang menampilkan ekspresi privasi diri (tulisan, foto dan video) dalam ruang publik. Salah satunya yang bikin saya geleng-geleng adalah curhat masalah rumah tangga. Bayangkan, hal-hal yang sangat privasi diumbar kepada khalayak ramai. Pertengkaran rumah tangga, perselingkuhan dengan WIL atau PIL, arisan brondong dan masih banyak hal lain.

Semakin banyak situs jejaring sosial yang menghadirkan tulisan-tulisan sentimentil dan melankolis dari usernya. Contohnya, di Facebook orang bisa langsung membuat live report baru saja berkencan dengan teman selingkuhannya. Dengan detail dan bangga, mereka memamerkan kemampuannya menjadi manusia super dibanding yang lain. Super percaya diri, super tajir, super beken dan tentu saja super pendosa.

Hal ini semakin diperlengkap dengan data-data tambahan yang berupa foto, video ataupun rekaman suara pelaku yang bersangkutan. Semakin murahnya harga gadget di pasaran, sangat mempermudah proses berbagi info ini. Dan yang sangat elegan lagi adalah gaya penulisan layaknya seorang jurnalis menjadi sebuah kelayakan baru dalam standard blogger.

Menurut saya, harus dipertegas lagi perbedaan blogger, fesbuker dan twitter. Tumpang tindihnya berbagai peran dalam satu panggung dapat menimbulkan persepsi yang berbeda di mata khalayak umum. Karena orang awam biasanya suka melakukan gebyah uyah terhadap satu orang. Sehingga tindakan satu orang dapat dianggap menjadi gambaran umum dari kelompoknya. Padahal realitanya tidak demikian.

Bayangkan jika dalam tulisan Anda disertai  foto dan video yang tidak sesuai etika ke-Timur-an, lalu karya Anda diakses jutaan pengguna lain di seluruh dunia, apakah yang dapat Anda katakan sebagai pembelaan dan pembersihan terhadap nama baik kelompok yang Anda ikuti? Masih bisakah Anda mengatakan bahwa hal-hal privasi tidak boleh disangkut-pautkan dengan atribut sebuah organisasi. No way! Orang tidak akan dengar suara satu orang yang tidak mereka kenal.

Seseorang yang berani mengambil tindakan mempublikasikan hal-hal yang private sangat mungkin berpeluang menghancurkan branding yang dimiliki. Coba Anda tanyakan kepada exhibisionist tersebut, kepuasan macam apa yang di dapat olehnya? Apakah senang karena sukses menjadi pusat perhatian? Atau justru puas karena telah tercapai niat menghancurkan pamor sebuah kelompok tertentu.

Menyamaratakan semua blogger sebagai kurang baik tentu tidak adil. Saya yakin masih ada dan banyak yang siap menulis dengan serius untuk kemajuan blogging Indonesia. Untuk kelompok ini saya bisa menaruh harapan dapat memberi warna dalam kemajuan dunia penulisan di Indonesia. Namun bagaimana caranya memperoleh orang seperti ini, bila yang kita temui adalah foto dan video  yang tampil di “public area” (yang notabene tidak perlu bayar alis gratis), tanpa penjelasan apapun.

Saya jadi ingat Facebook pasangan mesra Bupati dan Wakil Bupati yang membuat heboh masyarakat di sebuah Kabupaten di Jawa Tengah. Mereka dengan bangga memproklamasikan hubungan yang tidak selayaknya dilakukan, terlebih lagi bagi seorang birokrat negara. Lalu apa yang bisa diharapkan dari warga dunia maya yang demikian? Masihkan Anda tergoda menulis artikel yang berpotensi menelanjangi diri Anda sendiri di hadapan khalayak umum?

Pepatah lama mengatakan: Mulutmu Adalah Harimaumu. Di tahun harimau ini, sudah seharusnya kontrol diri kita jalankan lebih ketat. Karena apa yang kita tanam pasti akan kita tuai di kemudian hari. Mari berinvestasi kalimat-kalimat posting yang bisa memberi manfaat bagi si penulis sekaligus mencerdaskan pembaca blog. Jangan sampai kita memanam benih-benih kontroversi dan menghasilkan panen dengan cela di sana-sini.

Selamat datang di era menulis dan selamat menimbang apa yang akan Anda sharing dengan orang lain. Maju terus penulis Indonesia…!

94 Replies to “Tulisanmu Menunjukkan Siapa Dirimu Sebenarnya”

  1. Wujud ekspresi blogger berbeda-beda, ada yang baik dan untuk tujuan membangun dan ada yang sampai "menelanjangi diri" seperti yang mas Abdul Rizky sampaikan. Tapi inilah virtual society, pasti ada yang buruk dan yang baik. Tapi percayalah yang baik akan selalu menang kok…hehe. :cendol

  2. masih relatif, tulisan sekarang bisa direkayasa, bisa dibikin berdasarkan pesanan, apalagi kalo sudah menyangkut perkara SEO :cendol

  3. jika ada sesuatu yang kurang baik terjadi di ranah dunia maya, maka yang jadi kambing hitam adalah internet, masyarakat awam memang seringkali melakukan generalisasi terhadap user internet,,sama halnya dengan dunia nyata, dunia maya mempunyai 2 sisi, yaitu baik dan buruk… tugas kita sebagai blogger adalah memberikan 'warna' yang baik terhadap dunia maya yang kita cintai ini,,

    1. @evan, mari menulis artikel pembawa semangat untuk kebaikan bersama, bukan sebaliknya. hal ini bisa dimulai dengan menata lagi niat yg ada di hati.

  4. Manusia Indonesia cenderung mudah tergerus oleh trend. Ini memang cukup mengkhawatirkan manakala trend itu kontradiktif dengan adat ketimuran yang sementara ini masih kita junjung tinggi. Untuk itu dibutuhkan kesabaran dan kesadaran tinggi untuk memahami fenomena ini. Dengan catatan untuk melakukan perbaikan dikemudian hari, yang diindikasikan dengan kemampuan membedakan antara wilayah privat dan wilayah publik.

    1. @Umar Puja Kesuma, berdasarkan pengalaman saya berteman dgn beberapa expatriat asal Ozz, mereka bilang org Indonesia lbh mengutamakan konteks daripada content. ini yg menjadi pembeda dgn pemikiran org barat.

      termasuk juga budaya latah yg sampai saat ini msh menjadi trend di kalangan masyarakat indonesia.

  5. Pengguna internet sangat beragam, dengan latar belakang yang beragam, baik tua maupun muda, seleksi alam akan berlaku. Yang penting semangat tetap positif dalam blogging.

    Salam kenal Mas…

    1. @joko santoso, tulisan tajam atau tegas kok selalu diidentikkan dengan marah sih? Aneh kalo pikiran kita selalu begitu..hehe

      Saya salut aja buat tipikal penulis yang tegas dan tajam dalam memaparkan pemikirannya. Asalkan tidak kasar, saya rasa no problem lah. Kasar tidak identik dengan tegas kan?

      1. @iskandaria,

        thanks atas pemahamannya…

        menurut saya, dalam pergaulan antar blogger, memang kita belum terbiasa membuat pernyataan yang berlawanan secara head to head. saya kira nggak masalah kalau saya yang memulainya.

        :hotrit

  6. Salam super-

    Salam hangat dari pulau Bali-

    wah,, ini tulisan yang sangat menarik lho….

    maju terus penulis indonesia…

    mari cerdaskan bangsa….

    :newyear :newyear :newyear

  7. jangan karena lidah tak bertulang, seenaknya kita mengucapkan sesuatu di blog kita, bukan begitu om?

    salam kenal

  8. wah jangan sampai branding blogger hancur gara" oknum yang tidak bertanggung jawab. tapi walau bagaimanapun jelek atau bagusnya kita juga yang harus bertanggung jawab juka sudah terjadi hal yang tidak di inginkan….

    salam kusut mas

    1. @ghe, kok salam kusut ya, baru tahu saya.

      setiap langkah di internet dpt membawa akibat dlm branding, sdh selayaknya kita selalu aware dan mawas diri.

      1. @Abdul Rizky, yah kan biar beda mas….kalo orang" salam kenal saya salam kusut sajah. haik haik haik

        tapi kalo terlalu aware juga bisa jadi pengekang juga mas, jadinya kalo mau ngapa"in terasa dibatasi…..kalo menurut saya :sup2:

  9. Wow, tulisannya sangat tajam nih Mas.

    Terkait pernyataan Masihkan Anda tergoda menulis artikel yang berpotensi menelanjangi diri Anda sendiri di hadapan khalayak umum?

    Saya rasa suatu hal penting yang wajib diperhatikan oleh para penulis blog. Intinya, kontrol diri itu sangat penting. Tidak saja ketika berbicara, tapi juga saat menulis di ruang publik. Walaupun akun blog, twitter, maupun facebook itu milik pribadi kita, namun ia tetap saja menjadi ruang publik oleh karena bisa diakses oleh jutaan orang via internet.

    Jadi, tidak tepat lagi mengatakan bahwa blog/twitter/facebook itu wilayah pribadi.

    1. @iskandaria, saya hanya mau menambahkan, meskipun akun di situs pertemanan bersifat pribadi, namun faktanya tidak sepenuhnya memegang prinsip menjaga privasi.

      sdh banyak contoh penyalahgunaan facebook untuk aksi cyber crime. yg terbaru tentu saja penculikan dan praktek prostitusi melalui internet.

  10. mengenai tulisan "Saya jadi ingat Facebook pasangan mesra Bupati dan Wakil Bupati yang membuat heboh masyarakat di sebuah Kabupaten di Jawa Tengah. Mereka dengan bangga memproklamasikan hubungan yang tidak selayaknya dilakukan, terlebih lagi bagi seorang birokrat negara"….

    Menurut saya rasa, tidak dipublikasikan oleh mereka, tapi orang yang tidak senang dengan mereka…….

    Akan tetapi saya lebih suka orang yang seperti anda katakan, yang suka terbuka meskipun apa yang mereka lakukan tidaklah benar…. dari pada orang yang MUNAFIK…. Sok suci padahal ruci….. :tabrakan:

    1. @fiat patiukan, tdk masalah siapa yg membuat akun tsb. bisa jadi pembuatnya bukanlah sosok asli. tapi bagaimanapun juga, foto-foto syur sudah cukup menjadi bukti tindakan asusila mereka tdk pantas diekspos.

      meski sering terasa pahit, mengatakan realita lebih berguna daripada menyembunyikan di balik bantal tidur.

  11. cukup serius mas tulisannya, kritik, tegas, menasihati, jujur saya sedikit ingin memberikan komentar, mungkin benar jika adanya timpang tindih, karena fenomena tenar di dunia maya sudah cukup merebak. dengan artian, orang biasa, asal punya facebook, kemudian membuat sensasi dan kehebohan, pasti deh bakal punya banyak friends request. Apalagi di Twitter, sedikit saja emosi, mencaci, wah, rame deh yang follow. kalau di Blog? lebih tertata sebenarnya, karena blog adalah ciri khas, semakin umum blog tersebut, atau hanya membahas hal-hal yang kurang spesifik, maka ya jarang yang baca. jadi intinya sensasi dong? hehe, semoga tidak begitu, intinya ya memberi manfaat, itulah bedanya blog, dengan media lainnya seperti twitter dan facebook.

    1. @hanif IM, menurut sy, mencari sensasi boleh2 sj. asal sensasi yg membawa manfaat bagi bnyak org. bkn sensasi yg tujuannya mendulang popularitas sesaat.

      seperti tulisan mas agus bbrp waktu lalu, efek gelembung sabun tdk selamanya manjur dipraktekkan. selain mdh diterbangkan angin, gelembung yg ditimbulkan juga berpeluang bikin mata pedih siapa sj yg kena efeknya.

  12. bener banget,.. tulisan kita adalah jati diri kita. Lebih baik mana ya antara ngeblog, ngefesbook, atau ngetweet?

    1. @kharis sulistiyono, tdk ada satu pun yg pantas disebut paling baik. selalu ada sisi plus dan minusnya. semua kembali ke tujuan awal kita.

      kalau tujuannya mencari teman lama dan curhat masalah sehari-hari, plus tidak keluar biaya sewa hosting, saya cenderung memanfaatkan facebook.

      kalau mau mencari teman dgn kesamaan interest dan mengikuti update info terkini, twitter lebih tepat.

      nah, khusus blog, perannya bisa menjadi jembatan kedua situs di atas, krn pd faktanya blog bisa digunakan utk mencari tmn, berbagi pemikiran dgn org lain dan tujuan khusus lainnnya sesuai minat kita.

  13. @Abdul Rizky, maksud saya, pendapat saya di atas saya tujukan buat mereka yang masih suka mengangap bahwa blog/twitter/facebook adalah wilayah pribadinya sehingga merasa bebas menulis atau mempublikasikan apa saja.

    Kalau ulasan Mas Abdul Rizky di atas saya setuju abis deh :cendol

  14. Sedikit merasa tersentil juga dengan tulisan ini. Saya sendiri, memang agak sedikit 'terbuka' di Facebook, bila dibandingkan dengan di blog. Sudah agak keterlaluan memang, demi mendapatkan [apa ya yang sesungguhnya saya sendiri juga tidak yakin].

    Mantap tulisan Anda! :peluk

  15. sebuah konsekuensi logis dari sebuah kebebasan. Karenanya, tinggal kita mendorong pada upaya pemanfaatan internet, blog, dan jejaring sosial secara sehat. Maju terus penulis Indonesia.

    Salam Untung Nyata!

  16. hiihihi…

    shasa kesentil nih Oom, tulisannya tajam banget, setajam silet.

    (acara di tivi )

    so far, sasha punya FB buat ajang narsis2an sama temen2 sekolah. soal privasi, sasha cukup selektif milih temen, biar gag salah nampang.

    BTW, artikelnya bgs bgt. Mas Agus, tulisan sy jgn di submit dl ya. Mau sy edit dl.

    1. @Sasha, hati2 menampilkan koleksi pribadi. Jgn sampai disalahgunakan pihak ketiga. Seperti kata bang napi, kejahatan bisa muncul krn kita memberi kesempatan kpd pelakunya.

  17. beda blogger, fesbuker dan twinger sangat tipis. karena pada saat yg bersamaan seseorang berada di tiga karakter yg berbeda. idealis, exhibitionist dan opportunist.

    1. @Aisyah, Meski tiga karakter bisa gabung jadi satu, kita tetap hrs bisa menempatkan diri sesuai kapasitasnya. Komunitas blogger dan fesbuker berbeda tingkah laku. Demikian juga dgn twitter dgn kemampuan responsif yg tinggi.

      Yg penting kita bisa menjalin komunikasi 2 arah yg efektif dan tdk menimbulkan slh phm dgn warga dunia maya lainnya.

  18. wah wah wah…

    artikel panas…

    :lapar :lapar :lapar

    biar adem, mampir ke blog ane, gan…

    ketemu artis sexy Aishwarya Rai.

  19. saya kira kebanyakan orang setuju dengan maksud artikel ini, karena itu memang hal yg normatif, hanya saja harus dibedakan antara pelaku, penulis, pelaku sekaligus penulis

    ada baiknya artikel semacam ini anda tulis juga di situs jejaring sosial

  20. ha ha ha kok ganas pisan? kalah nih yang punya blog, tapi emang ada benernya juga ya…

    ceritanya mengalir dan mengena

  21. Kalau saya lebih suka menulis hal yang sifatnya pengalaman dan hal-hal baru yang saya temui di di lingkungan saya, tentu yang positif dan berguna bagi khalayak blogger. Bukan cuma mencari sensasi saja.

    :iloveindonesia

  22. If you want to buy a car, you would have to get the oreover, my sister always takes a commercial loan, which supposes to be really useful.

  23. My business is commonly to actually running a blog and i also genuinely appreciate your website content. Your new article has really highs my personal awareness. I will search for your web site plus maintain viewing kids important information.

  24. I just want to inform you that i’m simply brand new in order to running a blog and certainly loved youre website. Probably I will bookmark your website . You certainly have outstanding articles. Kudos with regard to discussing around your blog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *