Keunikan Permainan Tradisional Ular-Ularan Kelabang Buntut

Permainan Tradisional Jawa Tengah - Dolanan Anak Ular-ularan Kelabang Buntut
Permainan Tradisional Jawa Tengah – Dolanan Anak Ular-ularan Kelabang Buntut

Bagaimana kabar sobat blogger Indonesia hari ini? The Jombang Taste kembali menyajikan keunikan dolanan anak Nusantara yang tampak pada permainan tradisional ular-ularan atau permainan tradisional kelabang buntut. Dolanan anak ini berasal dari masyarakat Jawa Tengah. Permainan tradisional adalah salah satu warisan budaya Nusantara yang harus kita lestarikan di tengah gempuran budaya modern. Setiap guru dan orang tua hendaknya memperkenalkan aneka dolanan anak sejak dini agar terbentuk identitas diri anak Indonesia.

Anak-anak Jawa Tengah terbiasa memainkan dolanan anak ular-ularan. Permainan tradisional ular-ularan mengambil tempat di halaman. Anda juga dapat memainkan dolanan anak ini di tanah lapang yang terbebas dari keberadaan benda-benda tajam. Anak yang bermain berjumlah sekitar 10 sampai 15 orang. Caranya anak-anak itu berbaris urut membelakang. Anak yang berada di belakangnya harus memegangi pinggang kawan di depannya dengan kedua belah tangan atau merangkul. Demikian seterusnya.

Cara Memainkan Ular-ularan

Permainan tradisional ular-ularan dimulai saat barisan peserta dolanan anak membentuk ular-ularan. Anak yang berada di paling depan adalah yang bertugas sebagai ujung ekor, yang nantinya akan dimangsa oleh kepala ular. Anak yang bertugas sebagai ekor hendaknya dipilih anak yang mempunyai kemampuan bergerak dengan lincah. Setelah semua peserta siap di posisinya masing-masing, maka si Kepala Ular berkata, “Kok, kok, kok, kok.”

Ekor Ular bertanya, “Ular apa itu?”

Kepala Ular menjawab, “Ular sawah.”

Ekor Ular bertanya lagi, “Mau apa?”

Kepala Ular menjawab, “Mau menggigit.”

Ekor Ular bertanya, “Menggigit apa?”

Kepala Ular menjawab, “Menggigit anak.”

Ekor Ular bertanya lagi, “Anak yang mana?”

Kepala Ular menjawab dengan keras, ” Anak yang berdiri di baris paling belakang.”

Setelah terjadi tanya-jawab demikian, maka si Kepala Ular lalu berlari melingkar-lingkar berusaha mencari ujung ekornya untuk digigit. Aksi ini membutuhkan energi yang tidak sedikit sekaligus kecepatan berlari. Aktifitas kejar-kejaran ular ini seringkali menimbulkan kelucuan yang tidak terduga. Selama berlari itulah Kepala Ular bersuara nyaring, “Kok, kok, kok, kok…….”

Semakin gesit  gerakan Kepala Ular, maka suasana permainan semakin menjadi ramai dan meriah. Permainan makin ramai saat kedua tim memiliki tim pendukung masing-masing. Anak-anak yang berada di bagian tengah sampai harus bergerak membantu Ekor Ular agar jangan sampai tertangkap Kepala Ular.

Permainan tradisional ular-ularan akan selesai manakala si Ekor Ular sudah ditangkap oleh si Kepala Ular. Meskipun demikian, bisa saja permainan selesai sebelum Ekor Ular tertangkap oleh Kepala Ular karena para pemainnya sudah capek dan lelah. Lama permainan ini ditentukan oleh kemampuan masing-masing anak dalam bertahan mengelak dari kejaran yang lain.

Panjang barisan dolanan anak ular-ularan bisa diperhitungkan sendiri tergantung dari keadaan dan suasana. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai barisan itu terlalu panjang sebab akan menyulitkan gerak dan kurang lincah karena melingkar-lingkar. Akibatnya si Ekor Ular akan mudah ditangkap oleh si Kepala Ular.

Untuk kelas yang banyak muridnya, bisa dijadikan 2 atau 3 kelompok permainan dan membuat ular-ularan sendiri. Siswa wanita bermain sendiri terpisah dengan murid pria. Di Jawa Tengah, permainan tradisional jenis ini ada yang menyebut ular-ularan dan ada pula yang menyebut Kelabang Buntut.

Demikian The Jombang Taste membagikan informasi kepada Anda mengenai permainan tradisional ular-ularan, atau ada juga yang menyebut dolanan anak kelabang buntut. Semoga tulisan ini bisa memberi manfaat untuk Anda. Ayo bermain dolanan anak!

Daftar Pustaka:

Hardjana, HP. 1984. Permainan Tradisional Anak-anak dari Jawa Tengah. Pustaka Dian: Jakarta

2 Replies to “Keunikan Permainan Tradisional Ular-Ularan Kelabang Buntut”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *