Permainan Tradisional Jawa Dolanan Gedrik Masih Disukai Anak-anak

Selama sebulan ini penulis selalu berusaha untuk hadir di sekolah lebih awal daripada para murid. Penulis terpacu untuk menyajikan lagu-lagu daerah dari berbagai pelosok Nusantara kepada ruang pendengaran murid-murid sebelum mereka belajar bersama guru mereka di kelas masing-masing. Kegiatan ini bertujuan agar para siswa mengenal beragam lagu-lagu daerah dari seluruh wilayah di Indonesia. Berangkat kerja sebelum pukul 06.00 WIB tentu saja menjadi tantangan serius bagi penulis. Namun semua lelah itu telah terbayar lunas oleh fakta menyenangkan di lapangan.

Siapa sangka justru memperdengarkan lagu-lagu daerah di pagi hari kepada para siswa ini menghadirkan kesenangan di hati murid-murid. Murid-murid sekolah dasar ini turut menyanyikan lagu-lagu daerah yang bisa mereka kuasai. Bukan hanya itu, sebagian di antara mereka juga bermain gedrik sambil bernyanyi dengan lantang. Permainan daerah Nusantara Gedrik adalah permainan tradisional Jawa yang dimainkan diatas tanah dengan cara menggambar bidang-bidang persegi hingga menyerupai bentuk tertentu. Murid-murid itu bekerja sama menggambar susunan persegi di atas tanah dengan bantuan teman mereka.

Permainan Gedrik atau sondah bukan hanya bisa dilakukan pada pagi hari. Bahkan pada malam hari pun anak-anak bisa memainkan Gedrik di atas tanah lapang yang memiliki pencahayaan yang cukup. Permainan Gedrik ini bermanfaat bagi anak-anak dalam melatih kekuatan otot kaki mereka sekaligus mengajarkan mereka untuk berkonsentrasi dalam mencapai tujuan atau target pekerjaan. Interaksi para pemain Gedrik dengan penonton pun bisa menghasilkan metode komunikasi yang unik dan efektif. Mereka bisa saling memaafkan dengan cepat meskipun beberapa menit yang lalu mereka terlibat dalam debat panjang yang tidak berkesudahan. Inilah sifat baik anak-anak yang perlu dicontoh oleh para orang tua. Mereka mudah memaafkan dan tidak mendendam kepada orang-orang yang berpikiran berbeda dengan anda.

Melestarikan Budaya Daerah

Permainan tradisional Jawa gedrik dimainkan secara individu maupun kelompok. Jika gedrik dimainkan secara individu maka jumlah pemainnya hanya ada dua. Permainan tradisional gedrik secara kelompok bisa mengundang kehadiran banyak anak. Mereka bisa memberikan dukungan kepada salah satu kelompok yang mereka sukai. Situasi ini menghadirkan suasana yang ramai dan meriah di sekolah setiap pag. Mereka adu ketangkasan melemparkan potongan lantai keramik maupun potongan genting ke dalam bidang kotak yang telah ditentukan. Selain itu mereka juga berlatih ketangkasan menggerakkan salah satu kaki dan dilakukan sambil melompat. Inilah kegiatan olahraga pagi hari yang tanpa mereka yang tanpa terasa telah mereka lakukan setiap hari.

Meriahnya Permainan Tradisional Legendaris Gobag Sodor dari Jawa Tengah
Meriahnya Permainan Tradisional Legendaris Gobag Sodor dari Jawa Tengah

Membudayakan permainan tradisional kepada anak-anak di zaman modern seperti ini sungguh tidak mudah. Mereka pada umumnya lebih menyukai bermain dengan smartphone mereka. Permainan tradisional berguna untuk memberikan pelatihan kesegaran dan kesehatan tubuh anak. Selain itu beragam permainan tradisional di nusantara bisa membantu anak-anak untuk bersosialisasi dengan teman-teman sebaya mereka. Permainan Gedrik ini memiliki manfaat yang sama seperti halnya permainan gobak sodor.  Gobag sodor adalah permainan tradisional dari Jawa Tengah. Anak-anak diajarkan untuk tangkas berlari dan melakukan respon cepat terhadap tindakan lawan.

Bagaimana dengan kebiasaan anak-anak di tempat tinggal Anda? Apakah mereka masih mengenal dan mempraktekkan beragam permainan tradisional daerah tempat tinggal Anda?

Bagikan tulisan ini:

12 Replies to “Permainan Tradisional Jawa Dolanan Gedrik Masih Disukai Anak-anak”

  1. Wah seru juga ya kalau anak-anak itu msh kenal tradisi mereka. Tetap semangat pak agus. Saya dukung penuh jenis pendidikan kayak gini.

  2. Aku juga ikut prihatin terhadap anak-anak zaman sekarang yang mulai tidak tahu nama-nama permainan tradisional dari daerah mereka.
    mereka lebih tahu permainan online yang ada di Smartphone mereka.
    tugas guru sekarang lebih berat karena harus mengembalikan masa kecil anak-anak sesuai dengan permainan seusianya.

Tinggalkan Balasan ke Rania Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *