Hari Pertama Kursus Pembina Pramuka Tingkat Mahir Dasar di Kwaran Bareng Tahun 2018

Persiapan Kursus Mahir Dasar dan Kursus Mahir Lanjut Pembina Pramuka di Kwaran Bareng 2018
Latihan Baris-berbaris Kursus Mahir Dasar dan Kursus Mahir Lanjut Pembina Pramuka di Kwaran Bareng 2018

Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka Bareng Kwartir Cabang Jombang mulai hari ini (15/12/2018) mengadakan Kursus Pembina Pramuka tingkat Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka tingkat Mahir Lanjutan (KML). Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bareng. Pada 30 November 2018 lalu telah dilaksanakan teknikal meeting peserta KMD dan KML. Kemeriahan acara dan kegembiraan para peserta terpancar dari raut muka penuh senyum. Hari ini merupakan hari pertama pelaksanaan KMD dan KML yang akan dijadwalkan akan berlangsung sampai dengan tanggal 19 Desember 2018. Khusus pada dua hari terakhir kursus, semua peserta KMD dan KML akan menginap di lokasi kegiatan.

Acara KMD di mulai pukul 07.00 pagi dengan tes awal pengetahuan peserta seputar dunia kepramukaan. Telah hadir sejumlah 175 orang peserta dari dua kategori kursus pembina pramuka, yaitu KMD dan KML. Peserta KMD Bareng angkatan tahun 2018 sebanyak 142 orang. Sementara itu jumlah peserta KML sebanyak 33 orang. Mereka berasal dari sejumlah kota/kabupaten di Jawa Timur, yaitu Jombang, Mojokerto, Kediri, dan Malang. Selain itu terdapat 5 orang peserta KMD dan KML yang berasal dari luar provinsi Jawa Timur yaitu Kota Pati dan Kota Demak di Jawa Tengah serta Kota Kupang di NTT. Para peserta adalah orang-orang pilihan yang telah dipilih oleh Tuhan untuk mengembangkan kegiatan kepramukaan di lembaga pendidikan tempatnya mengajar masing-masing.

Tujuan kegiatan pelatihan pembina Pramuka di tingkat Mahir dasar maupun tingkat Mahir Lanjutan adalah untuk membentuk pramuka garuda. Pramuka Garuda merupakan kumpulan anggota pramuka terpilih yang telah dilatih khusus dan memiliki keterampilan pramuka diatas rata-rata. Selain mencetak pramuka garuda kegiatan ini juga bertujuan untuk membentuk manusia pancasila yang bercirikan suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan. Kegiatan kepramukaan di Sekolah Menengah diharapkan dapat mengurangi tindak kenakalan remaja. Balap motor liar, mabuk-mabukan, konsumsi narkoba, dan tawuran antar pelajar adalah beberapa jenis pelanggaran tata tertib dan norma-norma sosial di masyarakat yang diharapkan dapat dikurangi oleh adanya aktivitas gerakan Pramuka di sekolah masing-masing.

Narasumber keilmuan jaman now bukan lagi guru tetapi internet, demikian disampaikan Kak Sofi’i hari ini. Meski demikian, pembina pramuka harus kreatif menghadirkan kelas belajar dunia Pramuka kepada murid-murid. Sebelum memulai kegiatan kepramukaan guru harus menyatakan bahwa kegiatan yang akan dilakukan adalah belajar bersama, bukan latihan pramuka. Dengan demikian setiap pihak dapat terlibat untuk berperan secara aktif dalam proses belajar mengajar dalam dunia kepramukaan. Pembina pramuka tidak boleh memukul siswa yang diajarnya, tambah kak Sofi’i. Untuk itu pada 30 Desember 2018 nanti akan dilakukan penguatan kerjasama antara guru, pembina pramuka dan Pemda Kab. Jombang.

Pembukaan KMD dan KML pagi ini ditandai dgn penyerahan tunggul latihan dan penyematan tanda peserta latihan. Para peserta mengikuti upacara pembukaan dengan antusias dan khidmat. Tidak satupun tampak peserta melakukan pelanggaran kedisiplinan di area kegiatan. Sementara itu Kakwarcab Jombang dalam sambutannya menyatakan bahwa Pembina Pramuka harus lulus KMD dan KML agar boleh membina. Beliau banyak berharap kepada para peserta kursus Mahir dasar dan kursus Mahir lanjutan untuk memperkuat gugus depan masing-masing sesuai dengan tema besar yang diusung oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) tahun 2019.

Sejumlah materi mendasar Pramuka telah disampaikan kepada para peserta KMD hari ini. Diantaranya adalah orientasi kepramukaan, pengenalan dunia penggalang, dan postur Pembina Pramuka yang ideal. Pembahasan paling menarik hari ini adalah mengenai postur ideal seorang Pembina Gerakan Pramuka. Setiap kelompok diwajibkan membuat deskripsi singkat postur pembina Pramuka yang mereka harapkan. Setelah itu setiap kelompok diwajibkan menggambarkan karakter dan sifat sifat Pembina Pramuka di atas kertas yang telah disediakan panitia. Sesi ini mengundang diskusi seru dan menarik diantara para peserta kegiatan KMD Penggalang.

Pelaksanaan kursus mahir dasar untuk pembina Pramuka pada hari pertama ini ditutup dengan apel penutupan pada pukul 16.00 WIB. Setelah apel selesai pada pukul 16.30 para peserta segera KMD Penggalang dan KMD Siaga membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing. Sementara itu peserta kursus mahir tingkat lanjutan (KML) tetap berada di lokasi untuk melanjutkan kegiatan  berkemah di dalam tenda di area sekitar lokasi SMP Negeri 1 Bareng. Bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru memang sangat menyenangkan. Sampai jumpa di hari kedua pelaksanaan kursus Pembina Pramuka di Kwaran Bareng Kwarcab Jombang tahun 2018 esok pagi!

10 Replies to “Hari Pertama Kursus Pembina Pramuka Tingkat Mahir Dasar di Kwaran Bareng Tahun 2018”

  1. Prinsip dasar kepramukaan sebagai norma hidup anggota gerakan Pramuka akhir-akhir ini sering bermakna kias. Hal ini disebabkan karena postur Pembina yang tidak ideal dan tidak sesuai dengan kenyataan.

  2. Tetaplah semangat untuk para pembina Pramuka di Indonesia. ditunggu karya terbaik anda dalam mendidik generasi muda Indonesia.

Tinggalkan Balasan ke Narji Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *