Pengamalan Dasa Darma Pramuka Dalam Kehidupan Sehari-hari

Kak Achmad Sofi'i utk Materi KMD Penggalang 2018
Kak Achmad Sofi’i utk Materi KMD Penggalang 2018

Salam Pramuka!

Setiap warga negara Indonesia tentu tahu dan sepakat bahwa tujuan pendirian negara ini adalah tercapainya perlindungan segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, kemajuan dan kesejahteraan umum, kehidupan bangsa yang cerdas, dan perdamaian dunia. Akan tetapi sudah hampir 74 tahun negeri ini merdeka cita-cita tersebut dirasa masih jauh dari harapan. Masih begitu banyak persoalan bangsa kita.

Dekadensi moral, merebaknya konflik sosial, banyak hutang negara, kasus korupsi yang makin merajalela, dan berbagai kasus hukum yang tak kunjung usai adalah hambatan pembangunan. Pada tataran dunia pendidikan masih diwarnai maraknya tawuran antar remaja, pelajar bahkan mahasiswa, penyalahgunaan narkoba, serta masih rendahnya mutu pendidikan kita bila dibandingkan dengan beberapa negara tetangga di wilayah Asia Tenggara.

Kondisi ini sungguh sangat ironis mengingat dimulainya pembangunan pendidikan kita lebih dulu dibandingkan dengan beberapa negara tetangga kita. Lalu apa yang terjadi di negeri ini? Bila kita kaji lebih dalam kita sedang pada kondisi krisis karakter. Krisis karakter yang menderita menderita bangsa Indonesia bermula dari tingkatan usia remaja.

Modal Membangun Bangsa

Menurut Novan Ardy Wiyani (2017) karakter menjadi modal yang sangat penting untuk bersaing dan bekerja sama secara tangguh dan terhormat di tengah-tengah bangsa lain. Berkat karakter, bangsa Jepang cepat bangkit sesudah kekalahannya dalam Perang Dunia II dan meraih kembali martabatnya di dunia internasional.

Pembangunan karakterlah yang membuat Korea Selatan sekarang jauh lebih maju dari Indonesia walaupun pada tahun 1962 kedua negara secara ekonomi dan teknologi hampir sama. Pembangunan karakterlah yang membuat para pejuang kemerdekaan berhasil mengantarkan bangsa Indonesia ke gerbang kemerdekaannya. Selain itu, karakter juga mampu memperkecil resiko kehancuran suatu bangsa.

Sering kita mendengar kritik bahwa bangsa ini dianggap kurang memiliki karakter budaya gotong royong, kebersamaan, keramahtamahan dan seterusnya yang dulu kita dengar dalam pelajaran di sekolah makin sulit kita temukan dalam kenyataan. Sebaliknya yang muncul di permukaan adalah fenomena-fenomena negatif berupa kekerasan, amuk masa, tindak korupsi dan seterusnya makin menambah buruk wajah bangsa.

Oleh karena itu, perlu dilakukan revitalisasi pembangunan karakter bangsa. Kita butuh karakter tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral dan bertoleran. Selanjutnya, karakter yang perlu dikembangkan adalah semangat gotong-royong, patriotik, dinamis dan berbudaya serta berorientasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Kaum muda sebagai pewaris negeri harus mewarisi karakter di atas.

Fun Games Gerakan Pramuka Siaga – Lomba Rally Karet Gelang

Pendidikan Karakter Pramuka

Untuk mewujudkannya di lingkungan sekolah bisa melalui kegiatan Gerakan Pramuka. Metode pendidikan kepramukaan adalah proses belajar mengajar yang interaktif dan progresif yang dilaksanakan di alam terbuka dalam bentuk permainan yang menantang menarik dan menyenangkan. Proses ini dilakukan secara berkelompok dalam satuan terpisah bersifat kompetitif dan menerapkan sistem tanda kecakapan.

Dalam konteks pembangunan karakter bangsa di atas, Gerakan Pramuka memiliki Dasa Darma Pramuka. Darma Pramuka mengandung 10 nilai yang patut di praktekan, yaitu takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, patriot yang sopan dan ksatria, patuh dan suka bermusyawarah, rela menolong dan tabah, rajin terampil dan gembira. Nilai selanjutnya yaitu hemat cermat dan bersahaja, disiplin berani dan setia, bertanggung jawab dan dapat dipercaya, serta suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan.

Semangat dalam Dasa Darma Pramuka selaras dengan pilar-pilar pendidikan karakter seperti yang diungkapkan oleh Heritage Foundation, Character Country of America dan teori ESQ Ary Ginanjar Agustian. Setiap pembina Pramuka perlu mengamalkan Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari sehingga ia bisa menjadi teladan bagi setiap peserta didik yang diasuhnya.

Semoga artikel ini bisa memberi inspirasi untuk setiap pembina Pramuka. Selamat mendidik.

Salam Pramuka!

Bagikan artikel ini melalui:

12 Replies to “Pengamalan Dasa Darma Pramuka Dalam Kehidupan Sehari-hari”

  1. Fakta yang bikin miris adalah kebanyakan pembina Pramuka zaman sekarang tidak bisa menjadi teladan bagi peserta didiknya. Mereka cuma oke dalam teori tapi praktek dalam kehidupan masyarakat masih banyak yang gagal menjadi peran penting.

  2. Pramuka bkn hanya ekskul penghilang kebosanan. Pramuka adlh wadah melatih anak menjadi pribadi unggul dan ideal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *