Serunya Pramuka Penggalang Belajar Membuat Makanan Tradisional Getuk Ketela

Getuk merupakan makanan tradisional Jawa yang menggunakan bahan-bahan palawija seperti ketela rambat dan ketela pohon. Getuk juga merupakan makanan tradisional yang mudah dibuat sehingga cepat disajikan. Pada hari ini Rabu, 1 Mei 2019 telah dilaksanakan hari kedua perkemahan menjelang puasa oleh Pramuka penggalang di pangkalan SDN Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Kegiatan perkemahan ini merupakan salah satu program kerja pramuka penggalang pangkalan SDN Latsari.

Kegiatan perkemahan hari kedua diawali dengan shalat jamaah subuh bersama di mushola yang berada di belakang sekolah. Setelah mengikuti jamaah shalat subuh secara berjamaah, semua peserta kegiatan beserta pembina Pramuka melakukan olahraga jalan-jalan di pagi hari. Rute hari ini adalah mengelilingi jalanan kampung Dusun Guwo Desa Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Perjalanan para siswa melalui bagian utara Dusun Guwo menuju Dusun Sidoluwih.

Olahraga pagi dilakukan mulai pukul lima hingga pukul enam pagi. Anak-anak tampak senang berolahraga pagi bersama teman-teman mereka. Udara di pagi hari ini cukup dingin karena tadi malam hujan turun dengan lebat semalam suntuk. Kendati udara cukup menusuk tulang, anak-anak masih bersemangat berjalan kaki. Mereka tampak bercanda sambil berjalan kaki dengan teman-teman satu regu.

Acara paling seru di hari kedua ini pun segera tiba. Usai jalan-jalan keliling kampung, para peserta bersiap membongkar tenda dan membersihkan area perkemahan. Setelah semua lokasi bersih maka para peserta melakukan lomba membuat makanan getuk. Pertama-tama, mereka menyiapkan berbagai bahan yang diperlukan untuk membuat makanan getuk. Bahan utama getuk adalah ketela rambat.

Cara Membuat Getuk

Setiap regu menyiapkan ketela rambat yang baru saja direbus. Ketela itu masih dalam keadaan panas dan diambil dari rumah salah satu anggota regu masing-masing regu pramuka penggalang. Mula-mula ketela dihaluskan atau ditumbuk dengan menggunakan pelepah daun pisang. Setelah ketela itu benar-benar hancur dan menjadi lembut maka diberikan pewarna. Setiap regu memiliki dua buah pewarna makanan yang berbeda-beda. Pilihan warna ini ditentukan oleh masing-masing regu sehingga mereka bebas berkreasi.

Setelah bahan adonan ketela dicampur dengan pewarna makanan secara merata, maka langkah berikutnya adalah mencetak adonan itu sesuai dengan cetakan yang mereka bawa dari rumah. Beberapa di antara anak berkreasi dengan menambahkan parutan kelapa muda pada bagian ujung dari cetakan sehingga menghasilkan tampilan getuk yang cukup menarik. Setiap peserta bebas berkreasi menggunakan bahan-bahan alam dalam menghias makanan getuk. Makanan getuk berbahan dasar ketela sehingga dari sananya sudah terasa manis walau tanpa ditambahi pemanis alami dari gula pasir.

Kegiatan membuat getuk berlangsung selama 90 menit. Setiap regu bekerja sama menghasilkan makanan getuk yang rasanya enak dan memiliki penampilan menarik. Beberapa di antara regu itu menggunakan bunga-bunga yang ditanam di taman sekolah sebagai hiasan pada waktu penyajian getuk ketela. Anak-anak merasa senang karena mereka memiliki pengalaman membuat makanan getuk. Makanan getuk semakin jarang diminati oleh anak-anak zaman sekarang karena dianggap sudah kuno. Hari ini mereka belajar membuat makanan mereka sendiri dan inilah menu makan pagi mereka.

Setiap regu mendapatkan penilaian dari pembina Pramuka. Mereka pun tampak menunggu hasil pengumuman lomba membuat getuk ini dengan hati deg-degan. Sebagian besar peserta merasa senang karena memiliki pengalaman unik membuat makanan getuk secara mandiri. Mereka pun ingin mengikuti kegiatan sejenis ini di lain waktu pada tahun ajaran mendatang. Kegiatan seperti ini berguna melatih murid hidup secara mandiri dan sederhana. Selain itu, kegiatan membuat getuk mengajarkan setiap anggota pramuka untuk dapat memanfaatkan berbagai sumber daya alam yang ada di lingkungan mereka.

Wisata kuliner kolak ketan durian khas Wonosalam
Wisata kuliner kolak ketan durian khas Wonosalam
Bagikan artikel ini melalui:

10 Replies to “Serunya Pramuka Penggalang Belajar Membuat Makanan Tradisional Getuk Ketela”

  1. Pengalaman yang sangat menarik seperti ini akan selalu diingat oleh anak-anak seumur hidup mereka.
    Perbanyaklah praktek dalam kehidupan sehari-hari supaya anak-anak makin mudah mencerna dan menerapkan ilmu yang mereka dapatkan di sekolah.
    semangat terus kak Agus!

  2. Orang2 hebat tdk akan berhenti mengarahkan ke jalan benar. Semangat kak Agus. Semoga selalu sehat dan sabar membina adik2 pramuka penggalang.

  3. Pengalaman yang sangat menarik yakni bisa diduplikasi oleh sekolah-sekolah lain yang melaksanakan gerakan sekolah menyenangkan. Ini sangat bagus dan inspiratif pak.

  4. Memasak adalah keterampilan hidup yang penting untuk dimiliki setiap orang baik laki-laki maupun perempuan.
    semua murid di sekolah pun harus diajarkan pelajaran memasak agar mereka dapat hidup mandiri dan tidak tergantung oleh orang lain.

  5. Ini salah satu bentuk pelajaran kewirausahaan di sekolah. semoga kelak setelah lulus sekolah para murid bisa hidup secara mandiri dengan berwirausaha dan tidak tergantung pada orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *