Pengalaman Menjadi MC Temu Manten Pernikahan Islam Adat Jawa Untuk Pertama Kali

Cerita Hikayat Raja Arief Imam - Wedding ilustration by Hidayat Said
Wedding ilustration by Hidayat Said

Kemarin Jumat, 14 Agustus 2020 merupakan tanggal bersejarah bagi penulis. Untuk pertama kalinya, penulis menjadi MC (Master of Ceremony) untuk acara pernikahan Islami dengan menggunakan adat Jawa. Menjadi MC pernikahan merupakan kegiatan yang sangat menguji nyali dan melatih kemampuan public speaking. Tugas ini lebih menantang dibanding menjadi MC di acara panggung hiburan. Penulis sebelumnya sudah pernah membawakan acara dies natalis kampus, pentas seni hari ulang tahun kemerdekaan negara Republik Indonesia, maupun rutinitas jamaah yasinan. Tekanan batin lebih tegang saat ngemsi di hajatan pernikahan.

Menjadi master of ceremony resepsi pernikahan membutuhkan persiapan yang matang mengingat acara ini sangat sakral dan akan diingat oleh kedua pengantin seumur hidupnya. Sayangnya, pemilik hajatan memberi tahu penulis dalam waktu yang terlalu mepet. Mereka menghubungi penulis tanggal 13 Agustus 2020 pukul 21.30 WIB sementara acara akan berlangsung pada tanggal 14 Agustus 2020 pukul 09.00 WIB. Alhasil, penulis tidak bisa tidur semalam karena harus menyusun rencana teks MC acara resepsi pernikahan. Penulis harus membuka kembali koleksi buku panduan ngemsi yang tidak pernah dibuka selama beberapa bulan masa pandemi berlangsung.

Menjadi MC acara hajatan pernikahan Islami dengan menggunakan adat Jawa pada masa pandemi membutuhkan persiapan khusus. Sebagai orang yang bertanggungjawab menggawangi acara sepentin resepsi pernikahan, seorang MC harus mampu menguasai perubahan suasana tenda pernikahan dengan penerapan protokol kesehatan. Setiap tamu, pengiring mempelai pria, maupun keluarga besar mempelai perempuan harus memakai masker kesehatan, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Tantangan paling sulit adalah menerapkan jaga jarak diantara para tamu undangan karena mereka terbiasa bersosialisasi di acara hajatan.

Buat kalian yang akan menjadi MC acara hajatan pernikahan Islami dengan adat Jawa, terdapat beberapa hal yang perlu kalian persiapkan. Berikut ini saya bagi beberapa hal sebagai tips MC temu manten adat Jawa yang perlu kalian persiapkan beberapa hari sebelumnya:

1. Bahasa yang digunakan dalam resepsi pernikahan

Setiap keluarga penyelenggara hajatan pernikahan memiliki kecenderungan yang berbeda-beda dalam memiliki bahasa yang digunakan selama acara temu manten. Pilihan bahasa yang akan digunakan antara lain Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, maupun Bahasa Daerah. Untuk hajatan pernikahan di Jawa Timur, bahasa daerah yang digunakan antara lain Bahasa Jawa Kromo. Pelajari susunan acara berbahasa daerah sesuai permintaan sohibul hajat. Pengalaman Anda dalam berlatih kemampuan berbicara di depan publik sangat berperan penting dalam berbahasa daerah yang sesuai dengan unggah-ungguh.

2. Identitas kedua pasangan pengantin

Tips MC temu manten adat Jawa berikutnya adalah kenali identitas pengantin. Nggak lucu dong kalau Anda bertugas sebagai MC acara temu manten lalu tidak mengetahui nama pengantin pria, nama pengantin wanita, alamat asal masing-masing pengantin, nama orang tua kedua pasangan pengantin, maupun hal-hal detail lain yang berhubungan dengan hari, waktu, maupun lokasi kegiatan temu manten berlangsung. Akan lebih spesial lagi jika Anda mengetahui tanggal bersejarah kedua mempelai resmi berpacaran, melakukan pertunangan, maupun waktu akad nikah.

3. Para petugas serah terima temu manten

Perlu Anda pahami bahwa terdapat beberapa orang petugas dalam acara temu manten adat Jawa dengan menggunakan adat Jawa. Selain Anda sebagai MC, ada juga petugas pembaca Alquran (qori’), perwakilan keluarga pengantin pria yang akan melakukan penyerahan, perwakilan keluarga pengantin wanita yang akan melakukan penerimaan, tokoh sesepuh yang akan memberi nasehat pernikahan, maupun tokoh agama yang memimpin doa. Pastikan Anda mengetahui nama-nama petugas tersebut selambat-lambatnya 15 menit sebelum acara temu manten berlangsung.

4. Susunan Acara dan Durasi Resepsi

Langkah paling penting dalam menyusun teks MC temu manten pernikahan Islam dengan menggunakan adat Jawa adalah membuat susunan acara resepsi pernikahan. Tahap ini merupakan bagian utama dalam proses komunikasi Anda sebagai calon MC dengan keluarga pemilik hajatan. Anda harus mampu mengakomodasi semua kepentingan dan keinginan keluarga pemilik hajatan. Run down acara temu manten mungkin berbeda untuk setiap adat dan kebiasaan di beberapa daerah yang berbeda. Anda juga harus memastikan susunan acara berlangsug sesuai dengan durasi yang diharapkan.

Pengalaman pertama menjadi MC temu manten adat Jawa dengan model pernikahan Jawa berlangsung pada hari Jumat pagi. Waktu itu penulis berpikir keras bagaimana acara temu manten yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB dapat berakhir sebelum pukul 10.30 WIB. Alhamdulillah, penulis waktu itu dapat menyelesaikan tugas ngemsi satu jam sebelum waktu sholat Jumat dimulai. Anda harus berkomunikasi dengan pemilik sohibul hajat agar acara berlangsung dengan efisien dan tidak molor.

5. Komunikasi intensif sebelum dan sesudah acara

Keberhasilan tugas Anda sebagai master of ceremony acara temu manten adat Jawa sangat ditentukan oleh kemampuan Anda dalam menjalin komunikasi intensif dengan sohibul hajjah. Komunikasi perlu Anda lakukan pada saat sebelum maupun sesudah acara. Komunikasi sebelum acara dilakukan untuk membahas para petugas dalam acara temu manten dan susunan acara. Sementara itu, komunikasi sesudah acara temu manten perlu Anda lakukan dengan keluarga pemilik hajatan sebagai ucapan terima kasih karena sudah memberikan kepercayaan kepada Anda sebagai MC acara resepsi pernikahan.

Demikian penulis membagikan tips menjadi MC acara temu manten adat Jawa secara Islami. Semoga pengalaman ini bisa menambah wawasan Anda dalam mempersiapkan kemampuan public-speaking untuk menjadi MC acara resepsi pernikahan. Selamat berlatih!

Bagikan tulisan ini:

2 Replies to “Pengalaman Menjadi MC Temu Manten Pernikahan Islam Adat Jawa Untuk Pertama Kali”

  1. Bahasa paling susah di dunia adalah bahasa Jawa karena ada perbedaan pengucapan dan tingkatan bahasa yang digunakan. jadi kalau saya bicara bahasa Jawa dengan anak-anak maupun dengan orang dewasa akan menggunakan pilihan kata yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *