Perlombaan Mendapatkan Status di Kolam Buatan Sendiri

Sebagian besar orang didorong menuju perbandingan sosial karena mereka peduli terhadap status. Dan status tentu saja dibentuk dari perbandingan sosial. Kalimat ini terdengar mbuletisasi. Setiap orang juga memiliki tingkat kepuasan yang berbeda dalam hal ini. Saat ada pendatang baru yang mulai mengejar, keinginan seseorang yang lebih dulu di dalam “perlombaan” meningkat dan berusaha mempertahkan posisinya. Jangan sampai kalah sama newbie kemarin sore. Bisa-bisa hancur reputasi gue. Kira-kira begitulah gambarannya.

Dalam hal ini saya teringat salah satu buku yang pernah saya baca yang berjudul Choosing The Right Pond karya Robert Frank. Oom Robert menyoroti seberapa besar kehidupan sosial ditentukan oleh keinginan kita untuk menjadi ikan yang besar di dalam kolam buatan kita sendiri. Jika hanya ada satu kolam, sebenarnya kita semua adalah pecundang. Ibaratnya kita lomba berdandan cantik-cantikan atau ganteng-gantengan melawan bayangan sendiri di depan cermin. Semacam sawang sinawang gitulah.

Di dalam kolam yang penuh ikan paus maka ikan hiu pun terlihat kecil. Jadi daripada membandingkan diri kita dengan orang lain, lalu mengapa kita tidak mewarnai dunia dalam cara kita kita sendiri sehingga kita terbilang sukses. Kata sukses disini harus dibandingkan dengan kelompok yang masih relevan dan menjadi referensi bidang yang kita pilih. Lebih baik menjadi blogger dalam komunitas kecil dengan pendapatan 2,2 juta per bulan daripada memiliki penghasilan 2,5 juta per bulan dalam komunitas blogger menengah ke atas.

Cara untuk menjadi bahagia dan sukses mencari status adalah menemukan kolam yang tepat dan tinggal di dalamnya.

Status, Personal Branding dan Kepercayaan

 

Perlombaan Blogger Mendapatkan Status di Kolam Buatan Sendiri

Seberapa penting pencarian status ini? Bisa jadi setiap orang memiliki pandapat yang berbeda. Ada yang cuek terhadap level, status, branding, nama besar dan sebagainya. Namun ada juga yang menjaganya dengan hati-hati. Yang pasti kepedulian terhadap status bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan kini status lebih identik dengan kepercayaan publik terhadap reputasi seseorang. Ujung-ujungnya, status adalah penentu besar-kecilnya nilai nominal yang didapat seseorang.

Saat Oom Robert mengeluarkan ide untuk memilih kolam yang tepat, banyak orang yang bingung “apa sih kolam yang tepat itu?” Ketika kita terlibat dalam perbandingan sosial yang tak terelakkan, kepada siapa kita membandingkan diri? Sebelumnya perbandingan ini kita lakukan secara sekilas. Kita melihat blogger mana yang waktu berangkatnya hampir sama dengan kita? Lalu seberapa baik pencapaiannya? Kita belum sempat kepikiran untuk membandingkan diri dengan blogger lain di luar lingkaran komunitas social kita.

Namun seiring makin ketatnya kompetisi di internet, baik untuk tujuan monetasi ataupun non-monetasi, hampir setiap blogger saat ini tergelitik untuk menengok komunitas lain yang memiliki keterkaitan bidang yang ditekuni. Ini pergaulan dunia maya, apa sih yang nggak bisa kita mata-matai. Dan hasilnya adalah mungkin ada sedikit keinginan menaikkan status. Ingin lebih unggul dan bersaing dalam kolam yang lebih besar dari biasanya.

Standard kesuksesan saat ini makin meningkat. Sekarang setiap blogger harus melihat bahwa kehidupan sejahtera sangat mungkin terjadi setiap hari. Kita kini semua kelihatannya berenang di satu kolam raksasa. Dalam beberapa hal, kehidupan orang lain bisa saja menjadi milik kita. Standard tinggi yang sifatnya makin umum ini sedikit banyak akan mengurangi tingkat kepuasan kita. Dan bisa ditebak, hanya orang-orang kreatiflah yang mampu bertahan dan terus melaju dalam kompetisi ini.

Enjoy Blogging, Enjoy Writing!

22 Replies to “Perlombaan Mendapatkan Status di Kolam Buatan Sendiri”

  1. Saya kutip: “Ingin lebih unggul dan bersaing dalam kolam yang lebih besar dari biasanya.”

    Secara positif keinginan untuk terus menjadi lebih baik (dalam bahasa lain, meningkatkan status) menurut saya adalah hal yang wajar, bahkan harus dimiliki oleh setiap orang (atau setiap blogger). Begitulah, persaingan akan selalu menyingkirkan orang atau pihak yang tak mampu bersaing.

    Salam blogger,
    Abu Furqan

    (pertamax kayaknya nih… 😀 )

    1. Saya mau menambahkan, bahwa meningkatkan status TIDAK selalu dilakukan dengan cara menyingkirkan atau mengalahkan kompetitor. Dalam beberapa kasus justru dengan melakukan kerjasama (JV) maka tercipta solusi win-win solution bagi berbagai pihak yang berkepentingan dalam satu bidang. 🙂

      1. Bahasa yang saya gunakan sepertinya ‘bias makna’. Maksud saya ‘menyingkirkan’ adalah setiap persaingan (kompetisi) akan selalu menyingkirkan ‘pecundang’ yang tak mampu bersaing. Tersingkirnya para pecundang ini bukan karena disingkirkan kompetitornya, melainkan karena mereka sendiri yang tak layak bersaing. 🙂

        1. Hehehe. Oke deh, sepertinya saya juga salah duga komentar mas Furqan di atas. Oleh karena itu sejak awal kita harus menyiapkan diri menjadi orang yang layak bersaing di level tinggi.

  2. Mungkin sudah menjadi sifatnya manusia ingin selalu tampil lebih di bandingkan yang lain, so apapun pasti di coba asal bisa mendapatkan status…
    Bisa saja ini menjadi pemacu kita untuk terus berlomba-lomba menjadi yang terbaik.. 😀

  3. “hampir setiap blogger saat ini tergelitik untuk menengok komunitas lain yang memiliki keterkaitan bidang yang ditekuni”
    Saya berfikir ini naluriah mas, ketika komunitas kecil yang dibangun mungkin kurang greget dan sulit untuk meningkatkan status, kenapa enggak untuk bergabung dengan komunitas yang lebih menguntungkan baik dari sisi materi maupun keilmuan tentu dengan tidak meninggalkan serta merta komunitasnya, kalo pun komunitas yang lama ditinggalin ya anggap saja “goodby kekasihku, aku udah dapat penggantimu “

    1. Menjalin ‘hubungan’ lewat internet memang labil sekali. Keterikatan antara satu orang dan lainnya sangat kecil. Seperti kata Mas Tony, kalau nggak cocok ya say goodbye. Untuk itulah saya nggak terlalu intens bersahabat lewat jejaring sosial. Biar kalau dicerai nggak begitu frustasi. Hehehe.

  4. Bener banget mas, pengakuan datang dari perbandingan dan perbandingan itu tidak hanya dilihat pada suatu waktu namun dilihat secara simultan dan bergerak terus.. Orang kreatiflah yang akan memenangkan kompetisi itu..

  5. Saya sangat setuju sekali. Dan untuk masalah earn money by blogging, saya seringkali terpana melihat kesuksesan orang lain. Tapi kurang fokus terhadap masalah-masalah yang timbul dan bagaimana cara mengatasinya sehingga mereka bisa sukses seperti itu. Makasih sudah membuat saya tersadar. Nice artikel,.. 🙂

  6. Banyak orang mengorbankan segala hal demi mencapai STATUS yang diinginkan tapi kalo dalam hal blogging mungkin setiap individu memiliki caranya masing2 dalam mendapatkan status yang diinginkannya itu,..yang penting menurut saya bagaimana kita mau terus belajar dan belajar demi mencapai status yang lebih baik setiap harinya,.. 🙂

    1. benar mas, sesuai judul artikel ini “Upgrade Skills…” adalah yang utama dalam menyikapi cara pandang yang berbeda-beda. kalau sudah banyak ilmu otomatis status akan terkatrol dengan sendirinya. 🙂

  7. Wah saya juga sependapat dengan Mbak Lynda Ayu. Terkadang kita kagum dengan kesuksesan orang lain sampai-sampai ingin meniru kesuksesannya. Tapi, setelah dipikir-pikir maka saya menemukan mindset yang tepat untuk hal ini yaitu…”YOUR TEKNIK IS NOT MY TEKNIK”, kurang lebih seperti itulah….

  8. saya menangkapnya seperi passion of life ya mas.
    saat kita menemukan jalur yang tepat dalam menjalani sebuah karir, maka dengan mudah akan terbangun semangat untuk bangkit saatdidera cobaan dan kegagalan. Dalam dunia blog, tak jarang banyak yang telah melalang buana menulis, tak sedikit yang mundur ditengah jalan. Memang bukan hal mudah menaklukkan emosi diri saat berada pada titik terendah, namun semakin disadari dengan segera maka dapat menemukan “kolam” yang lebih besar dengan kapasitas diri yang lebih mapan. Semua butuh proses. Dan proses tetaplah berbeda-beda setiap yang menjalankannya.

  9. jadi inget kolam lele yang sampai saat ini belum punya-punya 😀

    waduh setelah membacanya kok jadi ada sesuatu yang menusuk dalam juga nih. jadi bahan renungan buat saya pribadi. untuk menemukan kolam yang pas dan sesuai dengan kita dan tentunya kita bisa bergerak seimbang.

    kompetisi ini akan terus berlanjut terus tanpa henti. tinggal kita mampu atau tidak terus berada dalam putaran sirkuit balapan yang terus bergerak dan melaju semakin cepat 🙂

  10. Good post. I study something more difficult on totally different blogs everyday. It would always be stimulating to learn content material from other writers and practice just a little something from their store. I’d favor to use some with the content on my blog whether you don’t mind. Natually I’ll offer you a hyperlink on your web blog. Thanks for sharing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *