Resensi Buku: Resep Cespleng Menulis Buku Best Seller

Buku sederhana ini semula ditulis oleh Edy Zaqeus untuk memberikan kiat-kiat praktis dan semangat kepada para profesional yang hendak menulis buku. Kita memang sering menjumpai mereka yang punya hasrat besar untuk menulis buku, tetapi selalu gagal untuk mewujudkan impiannya. Alasannya macam-macam. Bisa jadi karena kesibukan, sulit mengatur waktu, susah mencari ide, tidak tahu harus memulai dari mana, dan masih banyak lagi.

Nah, dalam proses editing naskah buku ini muncul feedback agar juga dibahas mengenai aspek-aspek yang membuat sebuah buku menjasi best seller. Dari semula fokus dari sisi how to menulis buku, berkembang menjadi how to menulis buku best seller. Bukan hal yang mudah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan sebuah buku bisa menjadi best seller atau tidak.

Dengan standard best seller dari IKAPI, dan berdasarkan pengalaman sebagai konsultan editorial dan telah menghasilkan dua buku best seller, serta hasil pengamatan terhadap sejumlah tren maupun diskusi mendalam dengan sejumlah editor, penulis best seller, dan penerbit sukses, maka Edy Zaqeus memberanikan diri menulis buku yang diterbitkan oleh Gradien Books ini.

Maka lahirlah buku Resep Cespleng Menulis Buku Best Seller, yang setidaknya akan berfokus pada tiga hal, yaitu motivasi bagi para profesional untuk menulis buku, strategi atau teknik yang cocok dan efektif untuk mereka, serta kiat-kiat untuk menghasilkan buku best seller.

resensi buku resep cespleng menerbitkan buku best seller

Semua Orang Berbakat Menulis

Menurut Edy Zaqeus, soal mampu atau tidak mampu, bakat atau tidak bakat, kadang itu hanya soal konstruksi mental yang tidak pas atau keliru sama sekali. Terutama dalam konteks penulisan buku-buku non fiksi, soal bakat menulis sebenarnya relatif tidak menentukan. Esensinya tetap pada soal motivasi dan konstruksi mental. Jika konstruksi mental kita sudah tidak pas, biasanya akan sulit melihat peluang-peluang yang ada. Padahal peluang itu bisa dimanfaatkan untuk merealisasikan gagasan kita. Berikut ini tips praktis yang patut Anda perhatikan:

  1. Jangan memvonis diri tidak bakat atau tidak mampu menulis.
  2. Hilangkan anggapan-anggapan atau keyakinan yang salah mengenai proses penulisan.
  3. Bongkar lagi segala hal yang pernah Anda hasilkan dan berbau tulisan. Itu bukti Anda punya bakat dan kemampuan menulis.
  4. Miliki hasrat besar, tekad dan kemauan untuk mempelajari teknik-teknik yang tepat.
  5. Temukan model tulisan dan pengarang yang bisa Anda jadikan sebagai model atau sumber motivasi.


resensi buku resep cespleng menerbitkan buku best seller 2

Kuncinya, Sediakan Waktu!

Sesibuk apapun Anda, rasanya selalu ada celah waktu untuk menulis. Kini yang perlu digembleng adalah motivasi, kedisiplinan berlatih mengeksplorasi ide, kemauan menuliskannya, dilanjutkan dengan penyusunan naskah buku dengan teknik-teknik yang mudah dan praktis. Tips sederhana dalam menyediakan waktu khusus dan terprogram untuk menulis adalah:

  1. Efektifkan waktu kerja dan hindari adanya waktu yang terbuang sia-sia.
  2. Teliti setiap celah kegiatan dan temukan waktu-waktu luang yang selama ini belum termanfaatkan.
  3. Setiap hari sediakan waktu khusus menulis, bahkan bila waktu itu hanya cukup untuk menulis satu paragraf.
  4. Cobalah menggali atau merangkai gagasan tulisan secara simultan saat Anda sedang asyik mengerjakan aktifitas lain.
  5. Setiap penulis dituntut untuk membuat komitmen waktu penulisan, jadi buatlah komitmen waktu untuk menulis.


    resensi buku resep cespleng menerbitkan buku best seller 4

    Menambang Ide Saat Flow

    Lahirnya sebuah ide tema atau judul buku pun sanggup memotivasi seorang Edy Zaqeus untuk menuliskannya dalam sebentuk artikel maupun buku. Jadi mulai sekarang ada baiknya kita lebih menghargai ide yang terlintas manakala kita tengah disibukkan dengan pekerjaan, profesi, atau hobi kita.

    Saat membaca, mengamati, menemukan, atau mengalami pengalaman-pengalaman unik pun, sebaiknya kita siap menangkap daya tariknya. Tidak perlu terlalu prematur mengadilinya sebelum kita memberi mereka kesempatan untuk berkembang cukup matang. Cukup tuliskan, endapkan, renungkan, dan kembangkan bila saatnya sudah tepat. Tips sederhana menambang ide saat flow adalah:

    1. Ide, gagasan, ilham, atau pertanyaan bisa menjadi modal dasar bagi lahirnya sebuah buku laris.
    2. Catat semua ide yang terlintas manakala Anda dalam konsisi flow.
    3. Jangan adili ide Anda sebelum Anda memberinya kesempatan menjadi matang.
    4. Terkadang ide-ide bagus kita sia-siakan, maka rawatlah dan manfaatkan ide tersebut.
    5. Jika menemukan sebuah ide menarik, eksplor lebih jauh dan carilah feedback yang bagus.

    Saya mendapatkan inspirasi dan masukan berharga setelah membaca buku ini. Buku ini wajib dibaca oleh para penulis pemula seperti saya yang lagi berjuang menerbitkan buku pertama, maupun para penulis best seller.

    Selesai membaca buku ini, saya baru nyadar betapa bahayanya buku ini. Dari kiat-kiatnya, buku ini bakal mencetak para pengarang best seller baru dari kalangan blogger yang sudah terbiasa menulis artikel dan mempublikasikan dalam blog pribadi.

    Enjoy Blogging, Enjoy Writing!

    Bagikan artikel ini melalui:

    34 Replies to “Resensi Buku: Resep Cespleng Menulis Buku Best Seller”

    1. itu serius mas resensinya kaya gitu??? sekilas menarik dan bikin penasaran banget…
      Mulai terserang virus kepengen jadi writerpreunership nih mas… 😀

    2. Wah,,,iya jadi inget buku itu lagi…beberapa tahun yang saya pernah liat di rumah temen tapi gak sempa baca..
      maksih dah ngingetin !!

    3. Saya dah punya buku ini mas. Udah lama sih, dan memang isinya berbahaya 😀
      Saran menambang ide saat flow itu yg sering saya praktekkan. Tapi kadang penyakit kambuh, coretan2 itu berkelana entah kemana.
      Trims resensinya mas. Jadi mengingatkan saya tuk baca2 lagi buku ini.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *