Review Buku: Change Your Life! Change Your Self!

Cerita Rakyat Sumatera Utara: Dongeng Asal Usul Danau Toba
Cerita Rakyat Sumatera Utara: Dongeng Asal Usul Danau Toba

Review buku kali berasal dari genre agama dan mungkin lebih tepat tampil di blog lain. Tapi setelah saya amati, nilai universal yang terjandung dalam fitrah agama Islam ternyata masih relevan dengan topik blog ini, yaitu motivasi diri.

Judul lengkap buku ini adalah Bacaan Inspiratif Pengingat Kelalaian Hati: Change Your Life! Change Your Self! Perbaharuilah Hidupmu! Energikan Dirimu! Maka Gapailah Mimpi-mimpimu! Versi asli buku ini ditulis dalam bahasa Arab oleh Muhammad Al-Ghazali. Buku yang saya miliki adalah hasil terjemahan Hamka dan Muhammad Anshori dan diterbitkan oleh DIVA Press pada Januari 2009.

Bab pertama buku ini diawali dengan anggapan bahwa pada dasarnya manusia suka menandai sesuatu yang baru dan mengaitkannya dengan moment penting dalam hidupnya. Misalnya tahun baru, pengantin baru, hari ulang tahun kelahiran, tanggal jadian dan sebagainya. Hal ini dilakukan dengan harapan bisa memberikan motivasi baru dalam langkah selanjutnya. Padahal sebenarnya ini nggak benar.  Kebangkitan semangat seseorang tidak ditentukan oleh moment tertentu, namun berasal dari dalam dirinya.

Apa jadinya jika Anda lahir pada tanggal 29 Februari, apakah letupan motivasi munculnya hanya 4 tahun sekali? Macam euforia Piala Dunia sepakbola aja ya. Atau jika satu ketika tanggal 14 Februari di hapuskan dari kalender rumah Anda (Sejarah pernah mencatat pergantian hari bukan 1X24 jam, tapi langsung 10X24 jam. More info Googling aja), apakah nggak ada lagi orang yang bilang sayang sama pasangannya?

Orang yang menghadapi dunia dengan kebesaran jiwa dan pandangan luas tidak akan takluk oleh keadaan yang melingkupnya, dan tidak akan dikendalikan oleh tuntutan kondisi betapapun buruknya.

Dialah yang memanfaatkan kondisi dan menghadapinya secara tepat dengan kelebihan yang dimilikinya. Dengan kekuatan yang tersembunyi, bakat yang terpendam, serta kesempatan yang terbatas, atau dengan segala kekurangan yang dimiliki, dia sanggup membangun hidup yang baru.

Bersiap Menerima Kenyataan

Ketakutan manusia sebenarnya ada dua. Yang pertama takut mendapat musibah, yang kedua takut kehilangan barang atau hal yang disukainya. Lalu bagaimana jika tiba-tiba Anda mendapat ujian kedua-duanya, mendapat musibah yang mengakibatkan kehilangan barang yang Anda miliki? Ada baiknya Anda baca pengalaman Al-Ghazali berikut ini…

“…Saya mengenal seorang laki-laki yang kakinya diamputasi karena luka yang diderita. Kemudian saya mengunjungi untuk memberi semangat. Dia adalah orang yang pintar dan berpengetahuan. Saya ingin mengatakan kepadanya: Sesungguhnya umat ini tidak menginginkan Anda menjadi pelari yang hebat atau pegulat yang tangguh. Yang mereka harapkan dari Anda adalah pandangan yang benar dan pemikiran yang cemerlang, dan hal itu masih Anda miliki….”

So, what’s the point? Persiapkan diri Anda menghadapai kenyataan. Karena sikap menerima kenyataan merupakan langkah awal mengatasi bencana. Nggak ada gunanya menyikapi dengan emosi, menyesal yang berlarut-larut apalagi menangis gulung-gulung  tiga hari tiga malam (lebay: detected). Menangisi apa yang telah terjadi merupakan bentuk pengingkaran atas takdir-Nya. Dan orang yang jalannya selalu melihat ke belakang bisa jadi akan kejedot tiang listrik di depannya. Kalau nggak, mungkin akan terjerembab di lobang galian PDAM 🙂

Ilmu Berbuah Amal

Sebaliknya, langkah terbaik dalam menghadapi keterpurukan adalah mengamalkan ilmu yang dimiliki. Aduh mas, aku kan masih newbie! Apa yang bisa saya kasih Inilah alasan PALING saya benci. Kasian banget orang yang bilang begitu. Jangan bilang Anda nggak punya ilmu ya. Saya yakin setiap orang punya kelebihan masing-masing. Cuma selama ini mereka keburu under estimate terhadap diri mereka sendiri. Hargailah pengetahuan yang Anda miliki. Proses belajar berawal dari angka nol dan naik secara bertahap hingga ke level yang lebih tinggi.

Kegiatan sharing ilmu pada awalnya memang terasa berat. Akan selalu ada halangan yang menimpa. Misalnya dikatakan sok belagu, pamer ilmu, keminter dan sebagainya. Tapi percayalah, saat sekali Anda menemukan moment yang tepat, selanjutnya akan terasa mudah untuk melangkah. Lagipula ilmu Anda tidak akan pernah habis hanya karena dibagi, bahkan sangat mungkin akan terus berkembang karena belajar itu sendiri proses bukan tujuan.

Banyak hal menarik dan bermanfaat untuk dibahas dari buku ini. Mudah-mudahan bisa saya tuliskan untuk posting mendatang. Semoga review kali ini bisa memberi manfaat. Dan tak bosan selalu saya katakan: Enjoy Blogging, Enjoy Writing! 🙂

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

34 thoughts on “Review Buku: Change Your Life! Change Your Self!”

  1. berarti mas, kita musti siap ya dengan lebih menabah ilmu agar saat musibah dan kehilangan sesuatu itu dapat mendewasakan diri kita? berarti legowo. hehe, ya karena kita akan mendapat yang lebih baik.

  2. Saya suka yang ini mas,
    “Sesungguhnya umat ini tidak menginginkan Anda menjadi pelari yang hebat atau pegulat yang tangguh. Yang mereka harapkan dari Anda adalah pandangan yang benar dan pemikiran yang cemerlang, dan hal itu masih Anda miliki….”

    Kekurangan kecil yang kita miliki tak seharusnya mengalahkan semangat pada kelebihan yang lain.. 😀

  3. Buku yang sangat menginspirasi mas.. Terima kasih sudah mengulasnya disini..
    Ilmu tidak akan pernah habis jika di sebarkan dan diamalkan… Banyak yang takut jika idenya disebarluaskan maka akan di dahului orang dan kesempatan untuk sukses semakin kecil itu belum tentu benar adanya… Dengan berbagi ilmu, ilmu akan berkembang dan mendapat masukan2 yang akan menguatkan ilmu tersebut…

  4. Manusia memang seharusnya siap menghadapi kondisi seburuk apa pun, karena Tuhan pun tidak akan memberikan beban hidup melampaui kapasitas hamba-Nya. Hanya saja kadang manusia seringkali tidak mengetahui atau tidak menyadari potensi yang dimilikinya.

    Insya Allah…. 🙂

  5. meskipun gado2 tp isinya sungguh membuat hidup ne kedepan lebih bermakna insyaallah
    buat mas agus..curhatnya sangat bermamfaat dan penuh makna
    lanjutkn…..hehe,,…
    g”luck

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *