Review Buku: Menerbitkan Buku Itu Gampang

Review kali ini adalah salah satu buku best seller dari Pak Jonru yang berjudul Menerbitkan Buku Itu Gampang atau disingkat MBIG. Buku yang dipublikasikan melalui penerbit Tiga Serangkai ini saya anggap sebagai salah satu panduan terlengkap bagi penulis pemula yang mempunyai impian menerbitkan buku best seller.

Membaca isi buku ini tak ubahnya menyimak liku-liku perjalanan Jonru menekuni karir sebagai seorang penulis. Mulai dari membangun motivasi menulis, suka-duka mengirim naskah ke penerbit, perasaan depresi saat naskah ditolak sebelum sempat dibaca hingga membangkitkan lagi semangat menulis setelah 8 tahun vakum.

Terdorong oleh semangat berbagi dengan para penulis pemula, maka ditulislah buku MBIG ini. Poin-poin utama yang tertuang dalam buku setebal 272 halaman ini adalah:

1. Menerbitkan buku bukan dunia kejam dan sombong.

Jujur saja, sebelum membaca buku ini saya juga masih berpikiran bahwa dunia penerbitan tidak lebih dari bisnis keluarga yang kental dengan aroma nepotisme. Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menembusnya. Yang nggak kenal orang dalam jangan pernah bermimpi jadi penulis sukses.

Padahal faktanya, penulis dan penerbit adalah mitra kerja yang diharapkan mampu membentuk simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan. Tidak ada posisi yang lebih tinggi atau lebih rendah. Karena tanpa penulis, mustahil penerbit menghasilkan buku. Tanpa penerbit pun, karya seorang penulis mustahil bisa dipasarkan secara luas.

Sebagai mitra penerbit, penulis bukanlah seorang pengangguran yang datang meminta-minta pekerjaan. Seperti halnya kerjasama pada umumnya, maka akan terjadi negosiasi, tawar menawar hingga tercapai kesepakatan kedua belah pihak.

2. Jangan menulis buku karena trend.

Menulis karena trend hanya membuat capek saja. Menulis buku itu memerlukan waktu yang relatif lama. Jika Anda menulis dengan mengambil topik yang sedang nge-trend saat ini, maka saat buku tersebut selesai ditulis kemungkinan besar topik itu sudah basi. Akan muncul topik baru yang lebih segar, update dan menjadi pengembangan topik sebelumnya.

MBIG justru menyarankan untuk mengambil topik yang berlawanan arus. Contohnya buku Laskar Pelangi. Ketika buku-buku lainnya asyik membahas drama percintaan, Andrea Hirata malah menyorot perjuangan sekelompok anak yang berjuang memperoleh pendidikan di daerah terpencil.

Catatan: hal ini tidak berlaku jika Anda mampu memecahkan rekor MURI penulisan buku tercepat dalam waktu 4 hari.

3. Berhentilah menulis jika tujuan penerbitan buku untuk mendapatkan royalti.

Tidak banyak penulis yang kaya-raya dari mengandalkan royalti buku. MBIG menjelaskan hanya 2 sampai 5 dari 100 orang yang  benar-benar kaya dari royalti. Selebihnya adalah penulis yang menerbitkan buku sebagai pekerjaan sampingan, meskipun ada juga penulis yang benar-benar full writer di dalamnya.

Yang bisa diharapkan adalah efek dari penerbitan buku tersebut. Bila Anda mampu menerbitkan buku, baik laku maupun jeblok di pasaran, itu sudah menjadi nilai lebih di mata masyarakat. Publikasi yang berupa iklan, spanduk, poster, wawancara media dan lainnya paling tidak akan membangun branding Anda terhadap satu bidang. Maka terbukalah kesempatan menjadi pembicara seminar, penulis tetap artikel koran ternama dan sejumlah kesempatan menghasilkan uang lainnya.

4. Menerbitkan buku tidak harus melalui penerbit terkenal.

Ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk menerbitkan tulisan. Yang pertama adalah menyerahkan tulisan ke sebuah penerbit. Misalnya BIP, Elex Media Komputindo, Erlangga, Pustaka Lebah dan lain-lain. Atau pilihan kedua: menerbitkan sendiri atau self publishing.

Jika menyerahkan tulisan ke penerbit, maka penulis tidak perlu repot. Tinggal terima beres. Seluruh aktifitas dikerjakan tim penerbit. Lain halnya jika memilih self publishing. Anda harus menangani sendiri proses penulisan, editing, setting layout, percetakan, distribusi hingga promosi. Dalam prakteknya, Anda bisa membentuk sebuah tim. Namun pada akhirnya tanggungjawab terakhir ada di pundak Anda.

Oleh karena masih banyak yang dibahas buku MBIG, maka artikel kali ini sekian dulu. Review akan saya lanjutkan di artikel berikutnya. Ngomong-ngomong, apakah setelah baca tulisan ini Anda terpikir menjadi penulis sukses? Atau justru mau buka jasa agen penulis?

3 thoughts on “Review Buku: Menerbitkan Buku Itu Gampang”

  1. Saya sudah melakukannya Pak, menerbitkan buku saya sendiri , dan membuat website penjualannya , memang butuh Disiplin dan Impian yang besar untuk melakukannya , seperti kerja terus menerus yang tidak pernah berhenti .
    Ini web saya , Pak .
    Tentang mencari tambahan modal usaha :
    http://trikmendapatmodalusahakerja.comli.com
    Tentang mencari PTK dn Skripsi gratis di Internet
    ptkskripsigratis.comuf.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>