Review Buku: Quantum Learning

Review time is back! Kali ini saya mengulas pokok-pokok pemikiran buku Quantum Learning yang ditulis dua orang bersahabat Bobbi de Porter dan Mike Hernacki. Buku yang saya pegang adalah cetakan ke-16 yang diterbitkan oleh Penerbit Kaifa pada September 2002. Memang sudah lama, tapi kalau lihat frekuensi cetaknya, buku ini mestinya layak dikategorikan mega best seller.

Tagline yang dipilih adalah Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan, namun secara umum ide-ide Quantum Learning masih relevan untuk diterapkan dalam bidang-bidang lain kehidupan. Termasuk blogging dan kepenulisan. Mengapa saya katakan demikian? Hal ini didasari oleh ulasan materi buku yang memfokuskan diri pada motivasi, nilai-nilai dan keyakinan diri.

Quantum Learning adalah seperangkat metode dan falsafah belajar yang terbukti efektif untuk semua umur. Pikiran pembaca diajak berpetualang menemukan lingkungan yang kondusif untuk berkreasi, berinteraksi dengan lingkungan, melakukan gerak fisik sebagai perumpamaan untuk mempelajari terobosan baru dan lain-lain. Yuk kita bahas satu per satu.

Lingkungan

Kondisi lingkungan yang bagaimanakah yang membantu aktivitas ngeblog lebih asyik. Yang pertama tentu saja yang aman, santai, menyenangkan dan tidak menjadikan Anda seorang tahanan dalam ‘rumah berpikir’ buatan Anda sendiri. Anda bisa memulainya dengan memanipulasi persepsi otak. Anggap aja prinsip Home Sweet Home tengah berada di hadapan Anda.

Lagi kena deadline tugas penting? Nikmati aja. Sebagian orang justru makin bersemangat nulis dalam kondisi terdesak. Atau justru lagi perang dingin dengan istri di rumah? Kalau yang satu ini jangan tanya saya. Silakan selesaikan dengan cara Anda sendiri.

Suasana

Saat menuangkan ide-ide menulis, pastinya semua blogger mengharapkan suasana nyaman, udara yang segar, cukup penerangan dan membuat rileks. Kalau perlu putarlah musik sesuai selera Anda, biar ada sedikit gereget dan nggak bikin ngantuk.

Bagaimana kalau ngeblog di warnet? Solusinya: warnet kan nggak cuma satu doang. Anda bisa memilih lokasi mana yang asik dijadikan markas ngeblog, nggak dapat bonus nyamuk-nyamuk liar plus bisa berkenalan dengan beberapa pengunjungnya. Kalau gitu kan seger di otak, seger di hati.

Aktivitas Fisik

Mensana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Peribahasa ini memang benar. Kalau fisik sudah nggak fit, mau ngapa-ngapain juga malas. Buru-buru ngeblog, mikir cari bahan posting aja sudah kalah sama kepentingan membeli suplemen multivitamin dan penambah darah.

Anda jadi member sebuah gym atau pusat kebugaran? Inilah saatnya olahraga bareng kawan-kawan biar pikiran lebih fresh. Bagi saya, inilah langkah yang paling berat. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, rugi dong sudah bayar iuran tiap bulan tapi nggak pernah memanfaatkan fasilitas.

Metode Pilihan

Kesulitan menulis artikel bisa bermula dari kesalahan memilih metode yang tepat untuk menggali ide.  Pilihan yang bisa Anda praktekkan adalah melakukan personifikasi (perumpamaan) sebuah peristiwa jika dikaitkan dengan topik artikel yang sedang Anda bahas. Namanya juga perumpamaan ya nggak harus sama persis. Asal masih ada keterkaitan nilai-nilai, it’s oke dan bisa segera diwujudkan dalam sebuah tulisan.

Atau jika Anda seorang petugas lapangan yang terbiasa melakukan simulasi, simbolisasi ataupun games kreatif, nggak ada salahnya sesekali memboyong pemikiran atraktif ke dalam posting blog Anda. Dijamin berasa lebih seru dan memberikan keunikan tersendiri.

Sumber-sumber

Masih terkait dengan pembahasan tentang pemilihan metode di atas. Yang ini berkenaan dengan sumber-sumber ide yang mengilhami tulisan. Hal ini berupa pengetahuan yang dimiliki, pengalaman diri sendiri ataupun orang lain, hubungan sebuah peristiwa jika dikaitkan dengan kondisi pribadi seseorang ataupun inspirasi yang muncul saat membaca karya orang lain.

Yang saya yakini, sumber ide itu sebenarnya banyak. Tapi tidak semua blogger bersedia mengeksekusi ide tersebut menjadi wujud posting yang dibaca jutaan pengguna internet. Padahal dalam hal blogging dan personal branding, harta terbesar seseorang adalah ide. Jadi, buka mata buka telinga dan buka hati untuk menyambut kedatangan ide-ide segar.

Sebenarnya masih banyak yang mau saya bahas dari buku Quantum Learning. Tapi untuk kali ini, cukup sekian dulu deh. Lain kali akan saya lanjutkan dengan pembahasan yang lebih detail dan bernas. Segala kritik dan saran terhadap tulisan ini silakan dibagi di kolom komentar.

One Reply to “Review Buku: Quantum Learning”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *