Strategi Promosi Book Trailers Dengan Explisit Sex Scenes

Penggunaan kata ‘trailers’ bukan hanya terdapat pada strategi marketing launching film-film berbudget tinggi. Hal yang sama juga berlaku dalam dunia publishing. Jika produser film sengaja membuat film trailers untuk memancing rasa penasaran penonton terhadap film baru yang akan mereka rilis, maka para penulis buku pun melakukan cara promosi yang sama dengan membuat book trailers.

Book trailers berupa potongan beberapa adegan dan cerita yang menjadi kunci cerita. Para penulis dan promotor buku menciptakan book trailers semenarik mungkin sehingga ‘secuil godaan’ tersebut bisa merayu mereka untuk membeli buku. Nah, uniknya lagi, book trailers mengikuti langkah film trailers yang menampilkan adegan seks secara tersirat dalam trailer yang mereka buat.

Meski cara promosi buku dengan memproduksi trailer buku mengandung adegan seks, hal ini tidak serta memasukkan buku tersebut sebagai bacaan 17+ atau buku khusus pembaca dewasa. Seringkali terjadi isi cerita buku malah bersifat datar-datar, tanpa adanya unsur pornografi dan pornoaksi. Adegan seks dibuat hanya sebagai pemancing minat calon pembeli potensial dalam segmentasi tertentu.

Inilah Daftar Buku Dengan Adegan Seks Eksplisit

macam-macam karakter manusia
macam-macam karakter manusia

Selama berbulan-bulan saya berinteraksi dalam komunitas penulis Writer Worth yang terdapat pada Goodreads Group, topik menarik untuk dibahas bulan ini adalah penggunaan adegan seks dalam book trailers bergenre novel fiksi, buku antologi, dan serial fiksi. Ya, siapapun akan setuju bahwa seks masih menjadi magnet bagi sebagian besar pembaca pria, mungkin juga bagi pembaca wanita.

Saya pernah membaca artikel hasil penelitian dunia medis-psikologis, saya lupa entah di buku yang mana, yang menyatakan bahwa  pria modern memikirkan kebutuhan seks mereka setiap 3 detik sekali. Wew, sebuah fakta yang tidak boleh diremehkan oleh para penulis dan pelaku bisnis hiburan. Dimana ada kebutuhan, disitu muncul penawaran. Buku-buku populer merespons keinginan pasar dengan menyerap kebutuhan imajinasi mereka melalui rangkaian cerita.

Itulah mengapa banyak buku yang dipromosikan dengan trailer adegan seks secara eksplisit (explisit sex scenes) laku keras. Buku apa saja yang menyertakan adegan seks secara tersirat dalam cerita mereka? Penerbit buku Less Than Three (LT3) Press melalui komunitas penulis Writers Worth menunjukkan daftar buku terbitan mereka yang mengandung adegan seks secara eksplisit dalam trailer buku. Buku tersebut diantaranya adalah:

1. Delicate Game

2. Delivery With A Smile

3. Blood in the Water

4. Lilacs

5. Midsummer Baker

6. Darkling Mine

7. Something Sweet

8. Lazy Sundays

9. The Luxury Vengeance

10. Seconds

Selain buku-buku tersebut, di market dunia publishing masih banyak hasil karya sastra yang menyertakan adegan seks sebagai bumbu pemanis rangkaian cerita. Jenis orientasi sex scenes pun beragam, mulai dari percintaan heteroseksual, homoseksual (gay dan lesbian), biseksual, incest, dan sejumlah penyimpangan seksual lain.

Sukses Menjual Buku Berkat Pro dan Kontra

Terlepas dari siapa yang membaca buku-buku bermuatan adegan seks tersebut, cara membuat trailer buku seperti ini menjadi primadona baru strategi promosi buku. Mengapa? Karena buku-buku dengan muatan seks secara eksplisit akan menghasilkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Itu artinya buku tersebut akan disorot oleh publik dan media. Masyarakat dan media akan penasaran dan tertarik untuk membeli kemudian mengulas dengan opini pribadi.

Di Indonesia sendiri sudah banyak buku yang diterbitkan dengan book trailer explisit sex scenes. Jumlahnya tidak kalah membludak dibanding film bioskop yang menjual postur seksi para aktor dan aktris mereka. Salah satu buku tersebut adalah Pria Terakhir karya Gusnaldi, salah satu desainer dan penata mode asal Jakarta. Pria Terakhir sukses menjadi buku populer di kalangan pergaulan anak muda metropolis karena karya tersebut mengangkat tema percintaan sesama jenis.

Secara pelan namun pasti, pro dan kontra yang dihasilkan oleh book trailers dengan muatan sex scene akan menghasilkan filter atau penyaring di kalangan pembaca. Sebagian pembaca mungkin akan tetap menyukai dan makin suka pada cara promosi penjualan buku metode konvensional. Namun bagi kelompok pembaca lainnya, mereka akan memiliki banyak pilihan untuk membaca cerita yang menyajikan hasil imajinasi dan daya kreatifitas penulis yang berbeda dari biasanya.

Bagaimana dengan pendapat Anda tentang keberadaan book trailers dengan explisit sex scenes dalam dunia publishing? Apakah Anda setuju dengan cara promosi buku demikian? Silakan berbagi pengalaman Anda dalam membaca buku-buku yang dinilai menyertakan adegan 17 plus dalam cerita mereka.

Enjoy blogging, enjoy writing!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *