Tantangan Profesi Guru Jaman Now, Kenali 2 Jenis Kendala Belajar Generasi Milenial

Peringatan Hari Isra Miraj atau Rejeban di SDN Japanan 1 Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang
Peringatan Hari Isra Miraj atau Rejeban di SDN Japanan 1 Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang

Proses belajar bisa dilakukan dengan bantuan siapa saja. Guru bukanlah satu-satunya orang di lapangan yang memberikan pengarahan dan mempengaruhi kemampuan murid-muridnya. Guru hanyalah salah satu faktor yang mempengaruhi kepribadian murid, demikian dikatakan oleh Muhammad Abdullah Ad-Duweisy dalam buku ‘Menjadi Guru yang Sukses dan Berpengaruh’. Buku motivasi pendidik ini diterbitkan oleh pustaka Elba pada tahun 2014. Buku ini layak dibaca oleh setiap guru yang aktif mendidik murid-muridnya.

Kehidupan masyarakat muslim saat ini menempatkan guru sebagai orang-orang yang memikul tugas berat dalam pendidikan. Masyarakat merasa bahwa beban guru semakin tidak ringan karena berhadapan dengan arus pendidikan yang kuat dan berlawanan arah. Seorang guru seolah berjalan ke arah yang berlawanan dengan seluruh sarana pengarahan dan pendidikan di dalam masyarakat. Tugas pendidik bukan sekedar mengajarkan ilmu akademis, tetapi juga membentuk mental dan karakter anak-anak bangsa yang kelak dapat merubah kehidupan di masa depan.

Seringkali guru menangani muridnya dengan metode pendidikan yang luar biasa hebat dengan melibatkan konsentrasi penuh. Guru tersebut dianggap tidak menyimpang dari metode pendidikan yang benar, bahkan dianggap menjadi guru inspiratif dan layak diteladani. Namun kemudian keluarga, teman perkumpulan, dan sarana informasi di sekitar tempat tinggal murid dalam beberapa menit saja bisa merobohkan apa yang disampaikan oleh guru dalam beberapa bulan. Nasehat-nasehat bijak yang disampaikan guru seolah tidak membekas sama sekali dalam pikiran anak.

Fun Games Gerakan Pramuka Siaga
Fun Games Gerakan Pramuka Siaga – Lomba Rally Karet Gelang

Tantangan profesi guru jaman sekarang berlipat ganda dibanding era pendidikan pasa dasawarsa yang lalu. Sungguh perbandingan yang tidak berimbang jika kita menyaksikan fakta akses informasi berjumlah sangat banyak dan merajalela dengan jumlah guru yang hidup layak. Teknologi internet dan arus sosial media memiliki daya tarik yang kuat dan bisa menjadi sumber kepercayaan murid. Murid jaman sekarang memiliki lebih besar kepercayaan kepada media sosial dan teknologi daripada kepercayaan mereka kepada nasehat bapak dan ibu gurunya. Para orang tua pun seolah kewalahan mengendalikan tingkah laku anak-anak mereka, baik di rumah maupun di luar rumah.

Oleh karena itu guru harus mengenal sarana-sarana dan cara-cara mempengaruhi murid yang efektif dan efisien. Guru harus mengenal dan mengetahui beragam kendala dan rintangan dalam mendidik anak. Kendala-kendala dan rintangan dalam pendidikan bisa berasal dari dalam diri guru sendiri maupun berasal dari lingkungan tempat tinggal anak.

Khidmat Upacara Bendera Guru Memakai Seragam PGRI dan Korpri di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang
Khidmat Upacara Bendera Guru Memakai Seragam PGRI dan Korpri di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang

Kendala Pendidikan dari Dalam

Kendala proses pendidikan dari dalam diri guru antara lain guru salah memahami kekuatan kepribadian setiap peserta didik yang ia ajar. Setiap anak memiliki potensi ciri yang unik dan berbeda satu sama lain. Tidak etis jika guru memandang semua siswa memiliki bakat dan minat yang seragam. Selain itu guru juga bisa memiliki pemikiran yang sempit terhadap perannya dalam dunia pendidikan. Tak jarang guru pun memiliki sikap pesimis terhadap proses pendidikan yang ia jalani. Ada kalanya seorang guru membuat sekat-sekat yang dibuat sendiri dan membatasi hubungan sosialnya dengan peserta didik.

Satu hal yang perlu diingat bahwa guru zaman sekarang banyak memberi tugas kepada murid sehingga murid-murid tidak merasa nyaman dengan proses pendidikan yang ia jalani. Seringkali guru berdalih bahwa dengan adanya tugas rumah maka akan memaksa setiap murid untuk belajar di rumah rumah dan menyiapkan perlengkapan sekolah mereka sejak awal. Sadarkah Anda bahwa banyaknya pekerjaan rumah (PR) yang dikerjakan siswa tidak selalu sebanding dengan serapan ilmu yang mereka dapat. Para pelajar tetaplah sosok anak-anak yang butuh waktu untuk bermain sesuai dengan perkembangan usianya.

Jalan Sehat Mahasiswa KKNT UNHASY Bersama Warga Desa Asemgede Jombang
Jalan Sehat Mahasiswa KKNT UNHASY Bersama Warga Desa Asemgede Jombang

Kendala Pendidikan dari Luar

Kendala proses pendidikan dari luar yang mempengaruhi proses pendidikan anak adalah pendidikan keluarga yang salah. Keluarga berperan sangat penting dalam proses pendidikan karakter anak. Jika sebuah keluarga gagal mendidik anak maka hasil didikan anak itu akan berkembang dalam cakupan kehidupan yang lebih luas. Betapapun sibuknya orang tua, setiap anak selalu memperhatikan dan mengamati tingkah laku kedua orang tua mereka sejak kecil. Anak akan belajar meniru perilaku orang tuanya dalam kehidupan sehari-hari. Itulah bentuk keteladanan efektif dalam pendidikan karakter anak. Kegagalan proses ini bisa berakibat fatal dalam proses pendidikan anak tahap berikutnya.

Media informasi yang berkembang saat ini turut mempengaruhi perkembangan pendidikan anak-anak. Sudah tidak rahasia lagi bahwa anak-anak lebih suka menghabiskan berjam-jam waktunya di warung kopi sambil menikmati koneksi internet gratis. Inilah tantangan bagi profesi guru di zaman milenial untuk mengarahkan muridnya menggunakan teknologi informasi secara tepat guna. Kita tidak dapat mencegah derasnya arus informasi melalui teknologi internet tetapi kita dapat mengendalikan informasi itu agar tepat guna.

Kendala pendidikan dari luar yang perlu dicermati adalah pengaruh teman sepergaulan. Teman-teman yang berperilaku baik ataupun buruk akan mempengaruhi karakter anak. Oleh karena itu ajarkan anak berpikir kritis mengenai bagaimana cara menggunakan filter atau saringan perilaku yang baik di dalam dirinya. Bergaul dan menjalin pertemanan merupakan kebutuhan bersosialisasi yang mendasar dan bersifat mendesak bagi anak muda. Mengekang anak muda dalam pergaulan justru bisa menjadi bumerang bagi orang tua dan pendidik dalam menjalin komunikasi efektif dengan anak-anak.

Adanya persamaan tahap perkembangan fisik dan mental serta terjalinnya titik temu pikiran antara teman-teman dengan dirinya menghasilkan interaksi yang kuat. Interaksi remaja dan kawan-kawannya lebih kuat daripada interaksi mereka dengan gurunya. Oleh karena itu anak-anak perlu ditekankan agar ia berteman berdasarkan pilihan. Pilihlah teman-teman yang membawa kebaikan dan hindari teman-teman yang mendorong pada kerusakan hidup.

Semoga terinspirasi dan selamat mendidik.

Bagikan tulisan ini:

5 Replies to “Tantangan Profesi Guru Jaman Now, Kenali 2 Jenis Kendala Belajar Generasi Milenial”

  1. Perubahan besar dimulai dari perubahan kecil di dalam diri setiap guru. Seorang guru jangan pernah berfikir mengubah perilaku muridnya kalau dia sendiri belum bisa menjadi teladan kebaikan bagi para pelajar.

  2. Mengajar murid zaman sekarang tidak bisa disamakan dengan mengajar murid tahun 1990-an. anak-anak Milenium harus lebih banyak diperlakukan layaknya manusia karena sistem pendidikan modern kurang memberikan waktu bagi anak-anak untuk mendapatkan waktu bermain.
    Gerakan sekolah menyenangkan merupakan solusi atas berbagai permasalahan pendidikan di zaman milenial ini.

  3. Pendidikan zaman sekarang harus menekankan pada aspek kemampuan berkompetensi. Tidak ada kemenangan di dalam ciri belajar yang pintar Jika ia tidak memiliki jiwa petarung yang tangguh di zaman Serba canggih ini.

  4. Guru milenial harus selalu meningkatkan kemampuan dirinya. jangan sampai kalah oleh kepandaian murid-muridnya. anak-anak zaman sekarang lebih mudah belajar daripada guru karena sejak bangun tidur mereka sudah memegang teknologi sampai tidur lagi masih berkawan dengan teknologi canggih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *