The Paradox of Choice: Why More Is Less

Review buku kali ini berjudul The Paradox of Choice, Why More is Less (Mengapa Lebih Itu Justru Berkurang) karya Barry Schwartz. Buku yang saya miliki adalah versi Bahasa Indonesia dengan sampul berwarna dasar ungu terbitan BIP (kelompok Gramedia) dengan translator Roro Ratih Ambarwati. Kalau nggak salah sudah hampir 6 bulan saya baca buku setebal 311 halaman ini, tapi sampai saat ini belum habis-habis juga. Maklum, bahasa yang dipakai lumayan bikin jidat berkerut. Bacanya harus teliti dan nggak bisa sambil buru-buru.

Dalam buku yang ditulis dengan penalaran yang menawan dan revolusioner, Barry Schwartz memperlihatkan bahwa terdapat begitu banyak pilihan di dalam dunia modern saat ini. Setumpukan pilihan yang kacau-balau membuat konsumen tak berdaya dan tidak puas. Buku ini bisa dikatakan wajib dimiliki untuk setiap orang yang senang berpikir.

The Paradox of Choice: Why More Is LessBuku ini berharga dalam dua cara. Buku ini berargumen secara persuasif bahwa kebanyakan diantara kita seringkali akan menjadi lebih baik dengan lebih sedikit pilihan. Sebaliknya, banyak diantara kita yang mencoba terlalu keras untuk mendapatkan pilihan terbaik. Sambil mengedepankan kasus ini, buku ini juga menyediakan penjelasan yang begitu menarik pada riset psikologis mengenai pilihan dan kesejahteraan.

The Paradox of Choice mengandung pesan yang bisa mengubah kehidupan kita. Sebelas langkah Schwartz yang sederhana dan praktis untuk menjadi orang yang tidak terlalu pemilih, akan mengubah begitu banyak aspek dalam kehidupan Anda. Apa saja sebelas langkah tersebut? Yuk mari kita intip sedikit…

1. Saat memutuskan mengapa harus beli barang baru.
2. Pilihan-pilihan baru yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
3. Memutuskan dan memilih barang hasil modernisasi.
4. Ketika hanya menginginkan hal yang terbaik.
5. Pengaruh pilihan terhadap kebahagiaan seseorang.
6. Kesempatan yang hilang saat terlalu banyak pilihan.
7. Masalah penyesalan yang terucap dalam kalimat: Seandainya saja…
8. Mengapa keputusan Anda bisa berakibat kekecewaan?
9. Mengapa semua menjadi buruk saat diperbandingkan?
10. Salah siapa ini? Pilihan, kekecewaan dan depresi.
11. Apa yang harus kita lakukan dengan banyaknya pilihan?

The Paradox of Choice: Why More Is Less

Bagaimana Menentukan Pilihan?

Barry Schwartz menyatakan bahwa sebagian besar keputusan yang baik melibatkan hal-hal berikut:

1. Tentukan tujuan Anda.

Tidak bisa disangkal lagi bahwa semua keputusan harusnya berorientasi pada tujuan awal. Saya yakin Anda punya tujuan masing-masing, baik tujuan langsung ataupun tidak langsung. Apakah sulit menentukan tujuan? Mudah bagi sebagian orang dan sulit bagi yang lainnya. Kadang kita baru sadar tujuan sebenarnya saat sudah melangkah di tengah jalan. Dalam kasus ini saya ambil contoh tujuan ngeblog sebagai profesi.

2. Evaluasi seberapa penting tujuan Anda.

Mengevaluasi tujuan diperlukan agar kita selalu waspada terhadap laju pencapaian. Apakah blogging sudah sesuai jalur yang diharapkan atau malah melengceng dari koridor awal. Jangan-jangan kita malah asyik online di jejaring sosial dan lupa ngeblog. Kalau memang tujuan tersebut nggak membawa manfaat nyata, ada baiknya kita lihat pilihan-pilihan lainnya.

3. Pertimbangkan pilihan-pilihan lain.

Bisa jadi waktu memilih tujuan di awal kita terpengaruh lingkungan sekitar. Misalnya: daripada jadi blogger mending kamu jadi PNS aja nanti dapat gaji rutin. Padahal Anda merasa dunia internet itu gue banget dan nyaman berada disitu. Tidak ada paksaan dalam hal ini. Blogger hanya satu profesi diantara sekian banyak profesi lainnya. Dan tidak semua pengguna internet ‘berjodoh’ dengan bisnis online.

4. Evaluasi pilihan-pilihan mana yang mendekati tujuan Anda.

Selanjutnya, bisa jadi Anda akan mendapatkan sejumlah pilihan yang agak memusingkan. Mungkin kepikiran sulit melepaskan diri dari candu internet, takut kehilangan teman-teman di Facebook, nggak bisa curcol lewat artikel blog, sementara di pihak lain tetap ada tuntutan untuk menghasilkan pendapatan tetap. Otak harus dipaksa cari solusi alternatif buat memilih.

5. Ambil satu keputusan yang memenangkan semua pihak.

Inilah saatnya menghasilkan keputusan win-win solution. Bisa tetap eksis di jalur online tapi juga menghasilkan duit. Gimana caranya? Ada banyak solusi alternatif. Misalnya: membuat kombinasi offline dan online dalam satu paket. Coba lirik kondisi kiri kanan Anda, kemungkinan besar terdapat UKM yang memiliki produk bermutu, punya prospek cerah dan bersedia diajak kerjasama namun belum tahu cara promosi yang tepat. Go creative!

6. Modifikasi tujuan Anda.

Tidak semua yang kita harapkan bisa berjalan sesuai rencana awal. Jadi orang harus fleksibel menyikapi keadaan biar nggak mudah stress. Dalam perjalanan kita bekerjasama dengan orang lain akan terdapat proses tesis-antitesis-sintesis-reimaging dalam tawar-menawar keputusan yang bisa menyenangkan kedua belah pihak. Memodifikasi tujuan bukan hal sulit selama kita bersedia membuka sebagian otak untuk menerima input dari orang-orang di sekitar kita.

Yaa… hidup memang selalu dipenuhi pilihan, tak terkecuali para blogger muda yang kerap kali gonta-ganti haluan dalam berpijak. Ada pilihan yang bisa diperbarui dan ada pula yang fixed. Apapun jenis keputusan yang dipilih, sudah seharusnya kita bisa bertanggungjawab terhadap diri dan lingkungan yang ditempati. Semoga tulisan kali ini bisa memberi sedikit wacana baru dalam blogging.

Enjoy blogging, enjoy writing!

20 Replies to “The Paradox of Choice: Why More Is Less”

  1. melihat ulasan review buku ini, saya jadi tertarik… tapi… *melihat tumpukan buku* banyak buku yg belum kebaca mengantri. Hahaha… semua sama-sama bagus dan pentingnya. 😀

  2. Saya mengaku sebagai “blogger muda” yang masih kocar-kacir pijakannya. he..he..

    Tapi i never give up untuk mengejar mimpi2 yang sempat terpikirkan. siip daagh mas…

  3. sampe usia sy skrg yg tdk muda lagi pun mslh berpijak cari tujuan masih labil2 saja…susah banget utk fixed, mas *keren bgt ulasannya.

  4. I just like the helpful info you provide in your articles. I?ll bookmark your weblog and take a look at again here frequently. I am reasonably certain I?ll be told lots of new stuff proper right here! Best of luck for the following!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *