Mengajar Kreatif menggunakan Canva untuk Pendidikan Selama Pandemi

Kegiatan meneropong bintang di acara pesantren Ramadhan Kreatif
Kegiatan meneropong bintang di acara pesantren Ramadhan Kreatif

Dalam masa pandemi Covid-19, sekolah-sekolah di seluruh Indonesia harus menerapkan kebijakan baru, yang selama ini belum pernah dilakukan, yaitu sekolah dari rumah. Karena sekolah dari rumah masih merupakan hal baru, banyak kendala yang terjadi selama diterapkan, salah satunya siswa semakin stres, karena sekolah diganti dengan tugas sekolah atau PR tanpa adanya penjelasan materi dari guru seperti biasanya.

Untuk orang tua di rumah, bagaimana ?

Sebagian orang tua juga merasa sekolah di rumah juga menjadi beban tambahan. Sebagian orang tua yang lain, menganggap sekolah di rumah adalah libur, anak dibiarkan bermain, bahkan ada yang diajak jalan-jalan karena menganggap libur.

Materi pengajaran sekolah tatap muka, perlu ada penyesuaian, agar siswa dan orang tua pendampingnya tidak menjadi stres dengan materi sekolah di rumah. Sekolah berdasarkan bab-bab materi di masing-masing pelajaran, misalnya bab bilangan di mata pelajaran matematika, bab tubuh manusia di mata pelajaran biologi (science), akan sulit diterapkan dalam model sekolah di rumah. Di saat pandemi ini, sekolah dengan materi tematik lebih bisa diterapkan.

Membuat pelajaran tematik dengan lebih kreatif semakin penting untuk menghindari stres akan tugas-tugas berdasarkan bab-bab pelajaran.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk membuat kelas online tetap menarik. Diperlukan kerjasama antara guru, siswa dan orang tua untuk kesuksesan sekolah dari rumah ini. Selain itu diperlukan juga faktor pendukung media pembelajaran untuk membuat pelajaran menarik. Canva menyediakan Canva Pro untuk pendidikan gratis untuk para guru dan murid-muridnya.

Proses pembelajaran online dapat melalui langkah-langkah berikut :

Learning at home schedule
  1. Membuat Jadwal

Membuat jadwal sekolah secara fleksibel disesuaikan dengan keadaan siswa dan orang tua di rumah. Jadwal sekolah sangat diperlukan agar ada konsistensi dalam belajar. Karena sekolah dilakukan di rumah, perlu adanya fleksibilitas menyesuaikan keadaan dan jadwal orang tua yang mungkin juga sedang melakukan work from home dari kantornya.

Orang tua perlu mengkomunikasikan jadwal sekolah dari rumah kepada anak dan anggota keluarga yang lain tentang jadwal sekolah, membuat lingkungan untuk belajar anak. Perlu juga dikomunikasikan bahwa sekolah di rumah ini adalah cara belajar baru yang akan menjadi kebiasaan karena adanya pandemi Covid-19. Dengan adanya info terbaru dari WHO, bahwa pandemi ini akan selesai dalam waktu yang lama, maka sekolah dari rumah juga dilakukan dalam waktu yang lama.

  1. Materi Tematik

Guru perlu menyiapkan materi tematik sesuai dengan jadwal. Misalnya minggu pertama, tema lingkungan. Setiap hari perlu dibuat jadwal agar murid dan orang tua mempunyai panduan untuk mengikuti materi tersebut. Guru juga perlu menyiapkan materi pembelajarannya dengan menarik. Di Canva untuk pendidikan, guru bisa membuat presentasi, poster, infografis gratis dengan bermacam-macam desain untuk membuat penjelasan materi lebih menarik.

Materi-materi penjelasan ini bisa dishare (dibagikan) ke para murid dan orang tua. Untuk murid yang usianya di bawah 13 tahun dan masih belum bisa mengoperasikan teknologi sharing file, dsb perlu bimbingan orang tua di rumah.

  1. Menggunakan Teknologi

Penggunaan teknologi menjadi hal yang mutlak dalam pengajaran online. Beberapa teknologi yang dapat dipakai dalam kelas online adalah:

  • Kerja kelompok: dapat menggunakan Canva, Trello, Google Docs
  • Tatap Muka: ada beberapa pilihan untuk melakukan tatap muka dan aplikasi-aplikasi ini bisa dipakai gratis, Google Hangout, Zoom, Skype, Jitsi Meet
  • Menulis: Guru atau siswa bisa menulis untuk penjelasan materi atau hasil dari tugas pribadi atau kelompok dengan memanfaatkan blog di web 2.0. Misalnya dengan medium, wordpress, blogspot.
  • Kreativitas: kreativitas dalam sekolah online sangat mutlak dibutuhkan. Aplikasi yang bisa dipakai untuk aplikasi kreatifitas seperti Canva
  • Tugas dan Penilaian: Di setiap akhir materi selalu ada tugas dan penilaian untuk melihat sampai dimana penyerapan hasil belajar. Untuk itu, bisa menggunakan Google Classroom, guru bisa memberi tugas dan penilaian dari jawaban siswa.
Whether you are looking for a master’s degree program, computer science classes, a K-12 curriculum, or GED study program, this list gives you a look at 50 websites that promise education for free
Whether you are looking for a master’s degree program, computer science classes, a K-12 curriculum, or GED study program, this list gives you a look at 50 websites that promise education for free – From Pinterest
  1. Penilaian dan Feedback

Meskipun sekolah tidak diselenggarakan di gedung sekolah, tetapi di rumah, penilaian hasil belajar tetap perlu dilakukan. Penilaian hasil belajar bisa menggunakan hasil tugas-tugas proyek tematik atau penilaian pelajaran per materi.

Untuk penilaian pelajaran per materi, bisa dari materi yang sudah direkam atau dibuat dalam bentuk presentasi, infografis dari guru yang dishare ke para murid dan orang tua. Dari materi yang disharing ini, siswa bisa belajar dengan bantuan pendampingan orang tua. Guru bisa menilai hasil belajar siswanya melalui soal soal yang diunggah di Google Classroom. Hasil dari penilaian guru bisa ditulis di Google Classroom dan orang tua juga bisa melihat hasilnya.

Sedangkan penilaian proyek-proyek tematik, siswa bisa mengerjakan tugasnya dengan menulis di blog, membuat vlog atau membuat presentasi maupun desain lainnya di Canva.

Teknologi abad 21 menjadi sangat penting di tengah pandemi covid-19 ini dalam membantu para siswa untuk tetap bisa belajar di rumah tanpa merasa frustasi dengan PR dari guru.

Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu dan siswa bisa bersekolah dan bertemu teman-temannya lagi di sekolah.

Bagikan tulisan ini:

2 Replies to “Mengajar Kreatif menggunakan Canva untuk Pendidikan Selama Pandemi”

  1. artikel kereen mas. guru jaman now harus bisa menggunakan aplikasi2 di hape android. pandemi virus corona justru seharusnya memacu setiap guru utk lbh kreatif mengajar secara online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *