Cerita Rakyat Kalimantan Timur: Legenda Asal-usul Danau Lipan dan Putri Aji Berdarah Putih

Cerita Rakyat Kalimantan Timur: Legenda Asal-usul Danau Lipan dan Putri Aji Berdarah Putih
Cerita Rakyat Kalimantan Timur: Legenda Asal-usul Danau Lipan dan Putri Aji Berdarah Putih

Masyarakat Kalimantan memiliki banyak cerita rakyat yang berkembang menjadi mitos, legenda, fabel, saga, maupun dongeng. Legenda Batu Menangis dan kisah siluman ular Sangi adalah beberapa cerita rakyat yang menarik untuk diketahui. Blog The Jombang Taste kembali mengulas cerita rakyat Nusantara. Kali ini kita memiliki cerita legenda asal-usul Danau Lipan di Kalimantan Timur.

Tahukah kalian kalau di Indonesia terdapat sebuah lokasi yang bernama Danau Lipan. Danau Lipan adalah sebuah tempat di daerah Kecamatan Muara Kaman yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Danau Lipan adalah sebuah tempat padang luas yang ditumbuhi semak dan perdu, namun sekarang sudah tidak ada airnya. Lalu kenapa disebut Danau Lipan? Ini dia ceritanya.

Pada jaman dulu, daerah Muara Kaman masih berupa lautan yang luas. Tepi lautnya terletak di wilayah Berubus. Pada waktu itu terdapat sebuah kerajaan yang pelabuhannya disinggahi oleh kapal-kapal pedagang dari dalam dan luar negeri. Tidak hanya pelabuhannya yang terkenal, tetapi putri cantik dari kerajaan itu juga sangat terkenal ke segala penjuru. Putri cantik itu bernama Putri Aji Berdarah Putih.

Mengapa namanya Putri Aji Berdarah Putih? Diceritakan bahwa nama tersebut diberikan ketika sang putri sedang menyirih lalu meminum air sepahannya yang berwarna merah, maka tampak air mengalir dari kerongkongan menuju perutnya. Hal tersebut dapat terjadi karena betapa halus dan putihnya kulit sang putri. Putri Aji Berdarah Putih adalah gadis yang cantik jelita tiada bandingnya di dunia ini, sehingga namanya tersohor hingga ke negeri Cina.

Mendengar kabar kecantikan Putri Aji Berdarah Putih, Raja Cina membawa pasukannya pergi ke Berubus. Dengan membawa kapal besar mereka hendak melamar sang putri untuk dijadikan istri sang raja dari Cina. Mendengar rencana kedatangan raja dari Cina, Putri Aji Berdarah Putih mempersiapkan pesta penyambutan. Ia berharap calon suaminya adalah raja yang bijak, baik hati dan dapat memimpin rakyatnya mencapai kemakmuran.

Hingga pada hari yang telah ditunggu-tunggu, tibalah Raja Cina di kerajaan Putri Aji Berdarah Putih. Mereka disambut dengan meriah oleh Putri Aji Berdarah Putih beserta penduduk setempat. Banyak makanan dan minuman yang disajikan untuk para tamu dari Cina. Pesta itu juga dilengkapi dengan tari-tarian yang menarik hati. Putri Aji Berdarah Putih yang sudah mengetahui maksud kedatangan Raja Cina menyambutnya dengan hangat.

Tapi, tidak pernah diduga oleh Sang Putri sebelumnya bahwa perilaku Raja Cina bagai seekor binatang. Raja Cina itu memakan hidangan dengan rakus langsung dari wadahnya tanpa menggunakan tangan. Melihat cara makan yang demikian itu, Putri Aji Berdarah Putih menjadi jijik.

“Huh! Jorok benar kelakuan Raja Cina ini. Sungguh tak tahu sopan santun, menyesal aku telah menyambutnya dengan meriah,” gumam sang Putri dengan pandangan jijik.

Selesai makan dan minum dengan liar, Raja Cina melamar Putri Aji. Raja Cina menatap wajah cantik Putri Aji Berdarah Putih. Ia sungguh terpukau pesona gadis itu. Dengan senyum yang dibuat semenarik mungkin, Raja Cina berkata kepada Putri Aji Berdarah Putih.

“Hai Putri Aji Berdarah Putih, maukah kau menjadi permaisuriku?” kata Raja Cina.

Dengan tegas Putri Aji Berdarah Putih menjawab, “Aku tidak sudi menjadi permaisuri dari raja yang jorok dan tidak tahu sopan santun.”

Jawaban Putri Aji Berdarah Putih membuat Raja Cina murka. Ia tidak menyangka putri cantik itu akan menolak pinangannya. Ia terlanjur jatuh hati kepadanya. Rasa sakit hati atas penolakan itu mengantarkan pada dendam kesumat. Ia kembali ke negerinya dengan tekad membalas perilaku Putri Aji Berdarah Putih yang telah menolak cintanya.

Raja Cina menyiapkan pasukannya untuk menyerang kerajaan Putri Aji Berdarah Putih. Beribu-ribu pasukan Cina didatangkan ke kerajaan Putri Aji Berdarah Putih. Pertempuran sengit tidak terelakkan. Putri Aji Berdarah Putih juga tidak mau kalah dari Raja Cina. Ia pun mempersiapkan pasukannya gagah berani untuk membendung serangan dan pasukan Raja Cina. Putri Aji Berdarah Putih tidak rela jika kerajaannya dikalahkan oleh Raja Cina yang berperilaku tidak sopan.

Pertempuran berkobar dengan sengit. Sudah banyak prajurit dari kedua belah pihak yang gugur dalam peperangan itu. Meskipun demikian, Raja Cina selalu menambah pasukannya untuk menyerang pasukan kerajaan Putri Aji Berdarah Putih. Melihat banyak prajuritnya yang gugur, Putri Aji menjadi cemas. Jika peperangan terus dilanjutkan prajuritnya tidak akan mampu membendung serangan pasukan Cina. Ia berpikir harus menyelesaikan perang ini secepatnya.

Putri Aji mulai mencari cara untuk mengalahkan Raja Cina. la pun menggunakan kesaktiannya untuk mengalahkan lawannya. Diambilnya sirih dari wadahnya, lalu dikunyah sirih tersebut sambil mulutnya sibuk berkomat-kamit mengucapkan mantra. Setelah itu, sepah-sepah sirih itu disemburkan ke segala arah oleh Putri Aji Berdarah Putih.

Ajaib! Sepah-sepah sirih itu berubah menjadi lipan yang ganas. Jumlah lipan itu sangat banyak, bahkan mencapai jutaan. Lipan-lipan itu membentuk barisan berani mati yang siap menyerang para prajurit Raja Cina. Putri Aji Berdarah Putih memerintahkan pasukan lipan untuk menyerang pasukan dari Cina.

Prajurit Putri Aji Berdarah Putih sangat terbantu dengan adanya lipan-lipan tersebut. Melihat rombongan lipan ganas dan siap menyerang, para prajurit dari Cina lari kocar-kacir meninggalkan wilayah kerajaan Putri Aji Berdarah Putih. Tapi lipan-lipan itu tidak berhenti begitu saja, mereka mengejar sampai ke laut tempat para prajurit Cina menyelamatkan diri di kapalnya yang besar.

Serbuan lipan membuat kapal mereka yang besar tenggelam di laut. Binasalah semua prajurit Cina di tengah lautan. Semakin lama tempat tenggelamnya kapal Raja Cina berubah menjadi padang yang sangat luas, ditumbuhi dengan semak dan manyatu dengan laut. Tempat itu kemudian disebut Danau Lipan. Demikianlah asal-usul Danau Lipan di Kalimantan Timur beserta legenda Putri Aji Berdarah Putih dari Kerajaan Kutai Kartanegara.

Amanat cerita legenda asal-usul Danau Lipan adalah jangan terlalu menuruti hawa nafsu lantas mengorbankan kepentingan banyak orang. Raja Cina mengorbankan banyak nyawa prajuritnya demi memenuhi dendam pribadi atas penolakan cintanya oleh Putri Aji Berdarah Putih. Selain itu, perilaku sopan dan menghargai adat-istiadat setempat penting dilakukan agar kita dapat hidup damai dimanapun kita berada.

Semoga artikel cerita rakyat Nusantara ini bisa memberi inspirasi untuk Anda. Sampai jumpa di artikel The Jombang Taste berikutnya.

Daftar Pustaka:

Rahimsyah, MB. 2007. Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara Lengkap dari 33 Provinsi. Bintang Usaha Jaya, Surabaya.

8 Replies to “Cerita Rakyat Kalimantan Timur: Legenda Asal-usul Danau Lipan dan Putri Aji Berdarah Putih”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *