Cerita Rakyat Maluku: Dongeng Si Rusa dan Si Kulomang dari Kepulauan Aru

Cerita Rakyat Maluku: Dongeng Si Rusa dan Si Kulomang dari Kepulauan Aru
Cerita Rakyat Maluku: Dongeng Si Rusa dan Si Kulomang dari Kepulauan Aru

Fabel adalah salah satu jenis dongeng yang berkisah tentang hewan-hewan yang seolah-olah dapat berbicara layaknya manusia. Pada artikel sebelumnya, The Jombang Taste sudah menyajikan cerita fabel Persahabatan Kera dan Ayam dari Sulawesi Tenggara yang mengajarkan kepada kita arti penting sahabat yang setia. Selain itu, Anda juga dapat membaca cerita fabel Dua Ekor Burung Penolong Suri Ikun dari NTT yang mengajarkan kita untuk saling membantu dengan ikhlas. Berikut ini cerita fabel Si Rusa dan Si Kulomang dari Provinsi Maluku.

Pada jaman dahulu hidup sekelompok rusa di hutan rimba Kepulauan Aru. Siapapun tahu bahwa kemampuan rusa berlari sungguh cepat luar biasa. Begitu ringan langkah kakinya, seakan hendak terbang saja. Selain merumput, mereka juga sering mengajak adu lari kawanan binatang lainnya. Namun sayang salah satu rusa tersebut memiliki sifat sombong. Apabila berhasil memenangkan sebuah pertandingan, maka Si Rusa akan mengambil tempat tinggal pihak yang kalah.

Sementara tak jauh dari hutan tempat tinggal Si Rusa, terdapat pantai yang sangat indah. Di sana hidup seekor siput laut yang bernama Si Kulomang. Di kalangan hewan, siput laut dikenal sebagai binatang yang cerdik dan setia kawan. Si Kulomang memiliki badan kecil dan jalannya sangat lambat. Meski bertubuh mungil, Si Kulomang disukai oleh banyak hewan karena sifat-sifat baiknya. Jalannya yang lambat tidak menjadikan hal itu sebagai sebuah kekurangan.

Rusa Menantang Siput Adu Lari

Diceritakan bahwa pada suatu hari, Rusa mendatangi Kulomang. Ia hendak menantang siput laut itu adu lari dari tanjung pertama hingga sampai di tanjung kesebelas. Pantai tempat tinggal sang siput laut sebagai taruhannya.

Jika Si Rusa menang, maka pantai itu menjadi miliknya. Sebaliknya, jika Si Kulomang yang menang, maka rumah Si Rusa yang akan menjadi milik Si Kulomang.

“Hai Kulomang! Aku menantangmu adu lari. Apakah kamu berani?” kata Si Rusa dengan nada mengejek.

“Engkau kan tahu tubuhku kecil dan jalanku lambat,” jawab Si Kulomang.

“Halah… Bilang saja kamu takut kalah,” sekali lagi Si Rusa mengejek Si Kulomang.

Si Kulomang diam saja. Ia tahu Si Rusa sedang memancing emosinya. Sebisa mungkin ia menahan diri.

“Aku menantangmu dalam pertandingan lari minggu depan. Jika kamu kalah maka pantai tempat tinggalmu akan menjadi milikku. Dan jika kamu menang, kamu dapat memiliki rumahku” ujar Si Rusa dengan suara lantang.

Si Kulomang terkejut dengan ucapa Si Rusa barusan. Kalau sampai ia kalah, lalu ia tinggal dimana lagi. Dan kemungkinan kalah itu sangat besar karena keadaan fisiknya sungguh tidak mendukung. Meski demikian, Si Kulomang bertekad akan mengakhiri kesombongan Si Rusa. Sifat angkuh rusa harus dihentikan.

Setelah beberapa saat berpikir, Si Kulomang menjawab, “Baik, aku terima tantanganmu!”

Mendengar jawaban Si Kulomang itu, dalam hati Si Rusa berteriak sangat gembira dengan rencana pertandingan ini dan ia sudah merasa menang sebelum bertanding. Si Rusa sudah membayangkan akan memiliki rumah di pantai yang sangat indah.

Usai kepergian Si Rusa, Si Kulomang termenung sendiri. Ia dihadapkan pada dua persoalan sekaligus. Jalannya sangat lambat dan berat cangkang di tubuhnya. Apalagi cangkang yang sedang ia pakai saat itu berukuran lebih besar dari tubuhnya.

Ia lantas mencari cara untuk mengalahkan Si Rusa yang sombong sekaligus mengamankan pantai tempat tinggalnya dari kekuasaan rusa. Si Kulomang segera mengumpulkan kawan-kawannya sesama siput laut.

“Kita harus menghentikan tingkah laku sombong Si Rusa,” kata Si Kulomang kepada kawan-kawannya.

Mereka berunding bersama. Musyawarah rakyat siput laut itu berjalan lama. Hingga akhirnya mereka sepakat untuk bekerjasama mengalahkan Si Rusa dengan sebuah siasat.

Cerita Rakyat Maluku Utara Legenda Asal Mula Telaga Biru di Halmahera Utara

Kecerdikan Mampu Mengalahkan Kesombongan

Semua berkumpul di tempat pertandingan pada hari yang sudah ditentukan. Si Rusa mengajak teman-temannya untuk menyaksikan kehebatan larinya. Sedangkan Si Kulomang membawa serta sepuluh teman-temannya dalam siasat mengalah Si Rusa. Mereka termasuk bagian dari rencana Si Kulomang untuk mengalahkan Si Rusa.

Sepuluh ekor siput dalam rentang jarak tertentu bersiap di tempatnya dari tanjung kedua hingga tanjung kesebelas. Si Kulomang telah bersiap berada di tempat mulainya pertandingan. Si Rusa memandang Si Kulomang dengan senyum sinis. Kesombongannya membumbung tinggi dan menyebabkan ia memandang remeh lawannya.

Begitu pertandingan dimulai, si Rusa langsung melesat dan tanpa kesulitan mendahului Si Kulomang. Setelah beberapa lama, Si Kulomang tiba di tanjung kedua. Napasnya terengah-engah. Dalam hati ia yakin bahwa si Kulomang tertinggal sangat jauh di belakangnya. Ia berteriak-teriak bersuka ria. Kemenangan seolah telah ia raih.

Untuk mengetahui Si Kulomang sudah sampai dimana, Si Rusa berteriak lantang, “Kulomang, sekarang kau ada di mana?”

Temannya si Kulomang pun menjawab, “Aku persis di depanmu.”

Betapa terkejutnya si Rusa. Maksud hati hendak beristirahat sejenak, apa daya ia harus berlari lagi. Hal yang sama terus berulang sampai tanjung kesepuluh.

“Kulomang, kamu sampai mana?” teriak Rusa.

“Aku sudah ada di depanmu,” kata teman Si Kulomang yang berada di tanjung ke sepuluh.

Si Rusa sangat ingin memenangkan pertandingan lari. Ia terus berlari menuju tanjung ke sebelas. Ketika memasuki tanjung kesebelas, Si Rusa sudah kehabisan napas. Ia terjatuh dan mati. Si Rusa terlalu memaksakan diri berlari dari tanjung pertama sampai tanjung kesebelas. Kesombongan telah membutakan matanya sampai ia lupa bahwa kecepatan berlari saja tidak untuk memenangkan pertandingan.

Mengetahui Si Rusa mati, semua siput laut bersorak gembira. Si Kulomang bukan saja telah berhasil mengalahkan si Rusa, tetapi ia juga memperdayai si Rusa yang sombong itu dengan kecerdikannya. Kini warga hutan dan pantai tersebut dapat hidup lebih tenang karena salah satu penghuninya yang sombong telah mati.

Amanat cerita fabel Si Rusa dan Si Kulomang dari Kepulauan Aru Maluku adalah kesombongan tidak akan bertahan lama di muka bumi. Mahkhluk hidup tidak berhak sombong karena kesombongan adalah milik Tuhan saja. Perilaku sombong dapat dikalahkan oleh perilaku baik yang berbekal kecerdasan berpikir. Semoga cerita rakyat Maluku ini bisa memberi inspirasi bagi Anda. Sampai jumpa di artikel The Jombang Taste berikutnya.

Daftar Pustaka:

Rahimsyah, MB. 2007. Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara Lengkap dari 33 Provinsi. Bintang Usaha Jaya, Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *