Cerita Rakyat Riau: Dongeng Aji Bonar, Si Jago Bermain Gasing

Dongeng Aji Bonar yang jago bermain gasing
Dongeng Aji Bonar yang jago bermain gasing

Bagaimana kabar sobat blogger Indonesia hari ini? Semoga selalu bersemangat dalam menginspirasi orang lain. The Jombang Taste kembali hadir dengan cerita rakyat Nusantara yang menarik untuk dibacakan kepada putra-putri di rumah. Berikut ini dongeng Aji Bonar dari provinsi Riau untuk Anda.

Dahulu kala ada sebuah kerajaan yang disebut Kerajaan Tiangkerarasen. Negeri itu aman dan tenteram karena Sang Raja memerintah dengan bijaksana. Beliau mempunyai beberapa orang putera dan puteri dari seorang permaisuri yang cantik-jelita. Kecantikan dan ketampanan mereka sudah terkenal ke berbagai negeri. Namun ketenteraman dan kebahagiaan keluarga itu tak berlangsung lama. Mengapa demikian? Ini dia ceritanya.

Bermula dari suatu hari sang raja berjalan-jalan dengan menunggang kuda kesayangannya. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang gadis yang wajahnya cantik jelita. Setelah berkenalan, raja mengajak gadis itu pulang ke istana. Gadis cantik itu selain mempunyai perangai yang lembut juga mempunyai tutur kata yang halus. Raja jatuh cinta dan menikahi gadis tersebut.

Tindakan raja ini ditentang oleh permaisuri dan putra-putrinya. Mereka tidak menginginkan adanya selir di istana raja. Namun raja terlalu mencintai gadis itu sehingga ia bersikeras menikahinya. Setelah beberapa bulan berlalu, gadis yang telah menjadi istri muda raja itupun hamil. Permaisuri dan putra-putrinya makin marah. Mereka betul-betul menunjukkan sikap benci kepada raja dan selir raja. Putra-putrinya pun sudah berani melawan. Keadaan ini sangat menekan Sang Raja.

Raja Menyingkirkan Istri Muda

Lalu terpikir oleh Sang Raja untuk menyingkirkan isteri mudanya. Ia terpikirkan bagaimana jadinya kalau ia terus-menerus dimusuhi oleh permaisuri dan putra-putrinya sendiri. Selain itu, ia juga kasihan kalau istri mudanya harus dibuang. Walau ia masih sangat mencintainya, ia harus melakukannya. Itu semua demi keharmonisan keluarga raja. Ia mengalami dilema. Beberapa hari ia termenung memikirkan hal ini.

Hingga pada suatu hari Raja mengajak isteri mudanya berjalan-jalan ke hutan. Keduanya menyusuri sebuah sungai yang besar dengan sebuah perahu. Ketika sang isteri sedang asyik menikmati pemandangan, tiba-tiba sang raja mendorongnya ke sungai. Isterinya sangat terkejut, lalu berteriak-teriak minta tolong. Sebenarnya hati Sang Raja sangat iba. Tetapi apa boleh buat. Ia ingin mengkhiri hubungannya yang tegang dengan putera-puterinya. Raja tidak menolong istri mudanya dan dibiarkan terbawa arus sungai yang dalam.

Ternyata keberuntungan masih berpihak kepada istri muda raja. Di hilir sungai terdapat seorang pengail melihat perempuan hanyut. la segera menyelamatkan perempuan itu yang tak lain adalah isteri muda raja Tiangkerarasen. Nelayan itu membawa istri muda raja ke rumahnya. Ia terkejut karena dilihatnya wanita itu sedang mengandung. Ia merawatnya dengan baik hingga sembuh serta menganggapnya seperti anak sendiri.

Waktu terus berjalan. Bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Putera raja yang lahir dari isteri muda itu telah beranjak remaja. Ibunya memberi nama Aji Bonar. Aji Bonar adalah pemuda yang tampan dan memiliki ketangkasan melebihi pemuda-pemuda biasa. Aji Bonar mempunyai kegemaran bermain gasing dan mengail. Setiap hari ia mencari ikan dengan kailnya di sungai. Ikan hasil tangkapannya dimasak untuk dimakan di rumah. Sementara itu, di waktu senggangnya Aji Bonar bermain gasing.

Suatu hari ia ingin pergi ke negeri Tiangkerarasen sebab ia mendengar kabar bahwa putra raja Tiangkerarasen suka bermain gasing dengan taruhan. Ia berharap bisa bermain gasing dengan putra raja dan memenangkan taruhan. Dan benar saja dugaan Aji Bonar. Gasing Aji Bonar dapat memenangkan pertandingan melawan anak raja, lalu ia membawa ayam jago taruhan ke rumah. Kemenangan gasing Aji Bonar ini membuat putra raja makin penasaran. Lalu ia bertaruh yang lebih besar lagi.

Begitulah taruhan itu terjadi berulang-ulang antara Aji Bonar dan anak raja. Dari taruhan yang kecil-kecil sampai taruhan sebuah rumah yang besar lengkap dengan isinya. Pertandingan inipun dimenangkan oleh Aji Bonar. Kekalahan putera raja yang terus-menerus ini tidak membuatnya jera. Justru ia makin penasaran dan bertekad harus dapat mengalahkan gasing Aji Bonar.

Aji Bonar Menjadi Raja

Suatu hari putra raja mengumpulkan seluruh rakyat negeri Tiangkerarasen di gelanggang permainan gasing. Tidak lupa ia mengundang Sang Raja, ayahnya. Setelah semua berkumpul, putra raja berseru.

“Hai rakyatku, hari ini aku mempertaruhkan negeri ini beserta isinya kepada Si Aji Bonar. Jika ia kalah, ia akan mengembalikan seluruh kemenangan yang diperoleh dariku. Jika aku yang kalah maka negeri ini akan kuberikan kepadanya. la akan memerintah seluruh negeri ini. Apakah kalian setuju?” ujarnya.

Sang Raja terkejut mendengar ucapan putranya. Bagaimana mungkin putranya berani mempertaruhkan kerajaan untuk sebuah pertandingan adu gasing. Ini adalah perbuatan paling bodoh yang pernah ia dengar. Tapi pengumuman sudah disebarluaskan melalui putranya. Ia akan menderita malu kalau sampai menarik ulang pengumuman itu. Apa daya, ia hanya bisa terdiam menyaksikan ulah putranya.

“Setujuuuuuuu.” Jawab masyarakat yang hadir serentak.

Tak lama berselang pertandingan adu gasing dimulai. Seluruh hadirin bersorak-sorai mendukung jagoan pilihan masing-masing. Ada yang mendukung Aji Bonar, ada juga yang mendukung putra raja. Rakyat ingin Aji Bonar mengalahkan putra raja karena sifat angkuhnya itu. Dan benar saja. Gasing Aji Bonar berputar-putar cepat sekali dan dengan cepat mematikan gasing putera raja. Sorak-sorai gemuruh menyambut kemenangan gasing Aji Bonar.

Hari itu juga Aji Bonar diangkat menjadi raja negeri itu. Beberapa hari kemudian ia menjemput ibunya dengan pasukan kerajaan. Seluruh rakyat menyaksikan iring-iringan itu. Juga putra raja yang kalah bertaruh. Di sampingnya berdiri Sang Raja semula. Sang raja merasa sangat malu, sebab putra yang disayangnya telah menggadaikan kerajaannya melalui adu gasing. Sedang putra yang dibuangnya telah menjadi rajanya. Kedua orang itu menyaksikan raja Aji Bonar dengan rasa malu yang tak terhingga.

Cerita rakyat dari Riau ini memiliki amanat bahwa hidup harus bersyukur apapun keadaannya. Raja Tiangkerarasen sudah mempunyai seorang permaisuri yang cantik namun masih saja tergoda oleh kecantikan wanita lain. Hal ini menimbulkan ketegangan dengan permaisuri dan putra-putanya.

Selain itu, amanat dalam legenda Aji Bonar ini adalah keteladanan orang tua diperlukan dalam mendidik anak-anaknya. Sifat raja yang egois ditiru oleh putra-putrinya yang suka mementingkan diri sendiri. Mereka juga suka berjudi sehingga di masa tuanya sang Raja terpaksa kehilangan kerajaan karena dipertaruhkan oleh puteranya.

Semoga terinspirasi. Sampai jumpa di seri cerita rakyat berikutnya.

Daftar Pustaka:

Rahimsyah, MB. 2007. Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara Lengkap dari 33 Provinsi. Bintang Usaha Jaya, Surabaya.

2 Replies to “Cerita Rakyat Riau: Dongeng Aji Bonar, Si Jago Bermain Gasing”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *