Menelusuri Sejarah Budaya Nusantara dari Kerajaan di Pulau Madura

Di balik gedung tua nan bersejarah ini aku berada...
Di balik gedung tua nan bersejarah ini aku berada…

Apa kabar kawan blogger Jombang? Artikel The Jombang Taste hari ini mengulas sejarah budaya kerajaan yang ada di Pulau Madura. Kalau membahas Madura, pasti ingatan kita tertuju pada Cakraningrat. Siapakah Cakraningrat?

Nama Cakraningrat V, Jokotole dan Kek Lesap misalnya, sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, terutama bagi murid sekolah. Sebab nama mereka terdapat dalam buku sejarah atau dalam legenda yang sudah dibukukan dan beredar di masyarakat. Sedangkan nama tokoh-tokoh lainnya yang erat kaitannya, baik dengan sejarah Madura maupun dengan asal usul kota Pamekasan, bahkan tercampur dengan lakon dalam perfilman modern seperti Bu Bariyah, Kadir, Sarip dan lain-lain.

Namun sebagian besar masyarakat sepertinya belum mengetahuinya sejarah kerajaan-kerajaan kecil di Madura. Hal ini mungkin disebabkan karena dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, mungkin oleh penulisnya dianggap tidak perlu diceritakan. Oleh karena itu, sudah seharusnya para blogger menuliskan artikel sejarah budaya di Pulau Madura yang menceritakan kisah Pangeran Ronggosukowati, Ario Mengo, Raden Alzam, Nyi Banu dan tokoh-tokoh legenda Madura lainnya.

Sejarah kerajaan di pulau Madura dimulai dari kerajaan Majapahit di pulau Jawa. Melalui salah satu keturunan Raja Majapahit yang terakhir terlahirlah keturunan bangsawan Madura dan membentuk kerajaan-kerajaan kecil di sepanjang pesisir Pulau Madura. Kota dan kabupaten yang ada di Madura adalah Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Setiap kota tersebut memiliki ciri khas budaya Madura yang unik walaupun berasal dari akar budaya yang sama.

Perkembangan sejarah kerajaan di Madura tak luput dari campur tangan Belanda ketika menjejakkan kaki di bumi Nusantara. Pulau Madura merupakan salah satu wilayah yang akan dikuasai oleh kompeni Belanda. Pada saat itu terjadi perang puputan antara pasukan kerajaan Pamekasan di bawah pimpinan Pangeran Purbaya melawan kolonialisme Belanda. Kondisi ini diperumit oleh keinginan kerajaan Mataram untuk menaklukkan pulau penghasil garam tersebut hingga mencapai pulau Kalimantan.

Jejak sejarah kerajaan di Madura masih bisa disaksikan hingga saat ini melalui situs Keraton Lawangan Daja, Keraton Mandiraras, Kolam Si Ko’ol, Keris Joko Piturun, susunan pusat kota Pamekasan dan lain-lain. Mengenai detail asal-usul sejarah budaya Madura tersebut akan saya bahas lebih lanjut dalam publikasi artikel-artikel mendatang. Jangan lewatkan untuk membaca lanjutan posting ini selanjutnya. Mari kita lestarikan budaya Madura sebagai salah satu budaya nasional Indonesia.

4 Replies to “Menelusuri Sejarah Budaya Nusantara dari Kerajaan di Pulau Madura”

  1. Sayangnya, nama besar Madura tenggelam oleh budaya Jawa. Seolah Madura hanya anak tiri pulau Jawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *