Pesona Keris Joko Piturun di Mata Pangeran Lemah Duwur

Dongeng Aji Bonar yang jago bermain gasing
Dongeng Aji Bonar yang jago bermain gasing

Apa kabar kawan blogger Jombang dan blogger Madura? Kita bertemu lagi dengan seri artikel kebudayaan Nusantara, khususnya budaya Madura. Setelah membaca artikel budaya Bali yang berkembang di Pulau Madura, tentu Anda makin paham proses akulturasi budaya di Nusantara.

Tahukah kalian bahwa pada saat Keraton Pamekasan berjaya, pada waktu itu juga di wilayah Arosbaya, Bangkalan, telah berdiri keraton yang bernama Keraton Anyar. Keraton Anyar dibangun oleh Pangeran Lemah Duwur yang arif bijaksana dan terkenal namanya di penjuru Pulau Madura. Pangeran Lemah Duwur masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Pangeran Ronggosukowati dari Keraton Pamekasan.

Seperti telah diceritakan dalam artikel sebelumnya bahwa Pangeran Ronggosukowati memiliki keris ampuh yang bernama Joko Piturun. Keris Joko Piturun tersusun dari 7 pecahan keris yang dibawa oleh 7 orang perjaka selama 7 malam. Oleh karena itu, Pangeran Lemah Duwur ingin berkunjung ke Keraton Mandiraras untuk melihat keris pusaka pemberian makhluk sebangsa peri itu.

Dengan diiringi oleh beberapa pejabat tinggi keratonnya, maka Pangeran Lemah Duwur berangkat ke Keraton Pamekasan dengan menunggang kuda. Tetapi terlebih dulu Sang Pangeran dari Arosbaya mengutus seorang pejabat keratonnya untuk memberitahukan kunjungannya sehingga Pangeran Ronggosukowati dapat menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan mereka.

Keris Joko Piturun Sakti dan Bertatahkan Batu Permata

Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bila di kanan dan kiri sepanjang jalan masuk ke keraton Pamekasan terpancang umbul-umbul. Selain itu, telah disiapkan pula topeng Dhalang yang merupakan kesenian asli Keraton Pamekasan untuk menghibur tamu agung yang tak lama lagi akan datang. Pertemuan tersebut tak ubahnya reuni keluarga besar Pamekasan dan Bangkalan.

Pangeran Lemah Duwur beserta rombongannya telah berada di Pendopo Keraton Mandiraras. Bunyi gamelan yang dimainkan oleh putra-putri keraton mengalun merdu, menambah semarak penyambutan para tamu. Setelah upacara selesai, Pangeran Ronggosukowati menyilakan Pangeran Lemah Duwur melihat keris Joko Piturun dari dekat. Keris itu diletakkan di dalam peti kecil yang terbuat dari emas bertatahkan ratna mutu manikam, sehingga keris Joko Piturun tampak lebih anggun.

Pengeran Lemah Duwur dan rombongannya kagum begitu melihat bentuk dan pamor keris itu. Keris pusaka yang sukar dicari tandingannya itu dipegang dan ditimang-timang olehnya. Rasanya ia ingin memiliki keris semacam itu, yang pernah berjasa besar pada rakyat Pamekasan dalam menumpas serangan musuh dari Bali. Tiada satu pun keris koleksinya yang memiliki keampuhan yang dapat menandingi keampuhan Keris Joko Piturun.

Keragaman budaya Nusantara terkenal ke seluruh penjuru dunia. Selain Keris Joko Piturun, kerajaan-kerajaan di Indonesia juga memiliki tradisi memelihara benda keramat berupa senjata. Hanya saja nama-nama senjata tradisional tersebut memiliki penyebutan yang berbeda-beda di setiap provinsi.

Bagaimana dengan tradisi yang berkembang di propinsi Anda? Apakah Anda memiliki cerita rakyat yang terkenal seperti halnya Keris Joko Piturun dari Keraton Pamekasan? Ayo kita kenali kekayaan budaya Indonesia melalui ragam senjata tradisional.

One Reply to “Pesona Keris Joko Piturun di Mata Pangeran Lemah Duwur”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *