10 Langkah Mencapai Target dengan Hukum Law of Attraction

Dalam artikel sebelumnya saya telah membahas konsep dasar Law of Attraction. Ada beberapa komentar kritis yang mengaitkan hal ini dengan prinsip ke-Tuhan-an. Oke, saya paham maksud mereka. Dalam kondisi yang terkendali alias kewajaran, LoA bisa menjadi teknik ampuh mewujudkan cita-cita, target, goal dan sebutan-sebutan lain untuk mewakili keinginan seseorang.

Yang dikhawatirkan adalah dengan motivasi yang berlebih dapat memunculkan sikap meniadakan Tuhan Yang Maha Esa. Sebaliknya memunculkan paham menuhankan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, patut saya tambahkan satu kalimat populer berikut: Tuhan mengabulkan apa yang manusia butuhkan, bukan yang manusia inginkan. Gimana, sudah deal tentang konsep dasar LoA? Kalau oke, langsung lanjut ke paragraf di bawah ini.

Lalu, bagaimanakah tindakan yang harus diambil agar tujuan dapat tercapai. Mengutip pernyataan Pak Jonru dari buku yang sama, berikut ini beberapa hal yang patut Anda ketahui dan laksanakan.

Dream

Sekali lagi mimpi berperan dalam pencapaian target. Banyak orang sukses memulai langkah mereka dari mimpi. Mimpi inilah yang menjadi energi tambahan saat mereka berada dalam kelelahan menggapai tujuan. Dalam bermimpi pun tidak perlu tanggung-tanggung. Bermimpi memboyong Taj Mahal ke Cimahi tidak dilarang kok.

Bermimpi itu gratis dan tidak ada ceritanya seorang pemimpi terkena dakwaan pasal pidana dan masuk penjara. Yang berabe adalah jika mimpi itu diwujudkan dalam tindakan nyata dan melanggar hak-hak orang lain.

10 Langkah Mencapai Target dengan LoA (1)

Declare

Jika mimpi sudah ada, saatnya mendeklarasikan secara verbal dan visual. Kalau perlu di hadapan publik. Mengapa publik harus tahu? Ya biar Anda serius memperjuangkannya. Kalau sudah ketahuan publik, pasti nanti Anda akan malu kalau cita-cita tersebut tidak kesampaian.

Jadi, dalam hal ini deklarasi berfungsi menambah motivasi diri. Apa nanti nggak takut disebut pamer? Tentang hal ini, saya serahkan kepada niat masing-masing orang. Yang pasti, saat orang menuang teh ke dalam teko tidak mungkin yang keluar adalah kopi.

Believe

Hal berikutnya yang wajib Anda miliki adalah keyakinan akan terwujudnya mimpi tersebut. Sepintas lalu hal ini terlihat sepele. Siapa sih yang tidak bisa ngomong: “Gue yakin bakalan jadi milyarder…!” Justru berawal dari keyakinan inilah semua dibuktikan. Keyakinan ibarat lampu obor yang memandu jalan Anda saat berada di kegelapan melangkah.

Kalau sejak awal Anda nggak yakin bisa sukses, saya memastikan tidak ada motivasi dalam melangkah. Kecuali jika di tengah perjalanan Anda mendapat pencerahan yang mampu mengubah cara berpikir ke arah yang lebih baik.

Focus

Ini juga sudah saya bahas di artikel sebelumnya. Sesuai prinsip dasar LoA, Anda akan mendapatkan apa yang Anda fokuskan, bukan yang Anda inginkan. Lalu gimana menyatukan dua hal tersebut: keinginan dan fokus? Gampang saja. Ini tidak lebih dari permainan minds control. (Ups! Saya tidak sedang menjerumuskan Anda lho ya. Pliiis, harap bijak mencerna tulisan saya).

Kita gabungkan saja dua unsur tersebut menjadi satu. Apapun yang Anda inginkan, maka fokuskan pada keinginan tersebut. Kalau perlu pakai kacamata kuda biar nggak tolah-toleh waktu lihat yang bening-bening lewat.

Action

Saatnya beraksi! Penjelasannya gampang saja. Tidak ada hal apapun yang datang secara gratis di dunia ini. Semua harus diperjuangkan dalam tindakan nyata. Yang menjadi momok bagi pemula biasanya adalah kesulitan memulai. Yup! Semuanya pernah mengalami kesulitan memulai langkah. Tapi begitu Anda sudah menjejakkan kaki untuk pertama kali, saya yakin insting itu akan terasah dengan sendirinya.

Gimana kalau nanti gagal? Ya coba lagi. Toh kegagalan bukan berarti kiamat kan. Apapun kondisi yang didapat setelah mencoba, itu jauh lebih baik daripada berdiam diri.

10 Langkah Mencapai Target dengan LoA

Tools

Tool adalah ‘peralatan tempur’ yang digunakan untuk melawan musuh. Ibarat orang mau panen tambak ikan bandeng, tentu butuh peralatan agar proses panen berjalan lancar, misalnya jala. Bisa saja Anda pakai tangan kosong buat nangkap ikan. Tapi itu jauh lebih melelahkan, menguras waktu dan juga biaya.

Sehingga disini jelas manfaat tools yang dimaksud. Yaitu mewujudkan target secara cepat, tepat, efektif, efisien dan meminimalkan peluang terjadinya kegagalan. Gimana kalau nggak punya peralatan? Ada banyak solusi alternatif. Bisa sewa, pinjam, hutang dan berbagai bentuk kerjasama lainnya. Asal jangan nyolong aja ya.

Strategy

Mau maju perang tapi nggak pakai strategi alias main keroyokan saja, kemungkinan besar akan kalah. Mau sukses bisnis online tapi masih pakai gaya spammer, kalau nggak dibantai massal sudah untung tuh orang. Itulah gambarannya.

Disini strategi berperan dalam hal mencari solusi terbaik dalam mengatasi hambatan dan tantangan yang ada. Prakteknya bisa menyatu dengan pembahasan tool di atas. Strategi yang tepat dan jitu akan menghindarkan Anda dari kegiatan-kegiatan yang tidak berdampak pada pencapaian hasil.

Soft Skills

Kemampuan ini mengacu kepada daya tahan seseorang menghadapi tantangan hidup. Beberapa waktu lalu saya sempat membahas energi internal dalam blogging. Itulah yang saya maksud. Bahwa selain bermodalkan hal-hal yang bersifat teknis dan fisik, Anda perlu memperluas cakrawala pemikiran agar dapat tahan banting di segala medan yang ditempati.

Kepandaian intelektual dengan limpahan peralatan pendukung menjadi tiada arti manakala Anda lupa mengasah kemampuan menjaga kestabilan motivasi diri, tahan banting dan persistant terhadap keadaan yang selalu berubah. Melatih soft skills tidak ada sekolahnya. Anda bisa belajar dari kehidupan sehari-hari dengan mengamati orang-orang hebat di sekeliling Anda.

Receive

Dalam agama Islam ada istilah tawwakal. Artinya berserah diri setelah melakukan usaha. Memang demikian idealnya. Setelah berusaha sekuat tenaga, pada akhirnya Anda harus ikhlas menerima hasilnya. Seburuk apapun keadaannya, itu adalah hasil kerja keras Anda.

Menerima keadaan saat ini memang nggak mudah dalam prakteknya. Apalagi saat ini praktek budaya materialis makin menjadi-jadi. Namun percaya deh, tindakan berserah diri kepada-Nya ibarat istirahat sejenak untuk introspeksi diri sebagai bekal melangkah lebih jauh di hari selanjutnya. Kalau ngebutnya terlalu kencang bisa-bisa nggak sadar kalau di depan ada setopan lampu merah menyala.

Pray

Last but not least, melibatkan campur tangan Tuhan dalam segenap langkah kehidupan adalah satu kebutuhan dasar manusia. Namun saat ini makin jarang orang mau memperhatikan hal ini. Inilah yang menjadi pembeda type bisnis satu dengan yang lainnya. Setiap usaha manusia pasti dikabulkan oleh Tuhan, tapi Anda nggak tahu mana rejeki yang barokah dan mana yang tidak.

Semoga tulisan sederhana ini bisa menginspirasi kawan-kawan semua.Β Enjoy blogging, enjoy writing!

23 Replies to “10 Langkah Mencapai Target dengan Hukum Law of Attraction”

  1. tidak fokus adalah kendala terberat bagi sebagian orang, termasuk saya. lihat bening-bening dikit aja langsung mau mencoba. Akhirnya banyak yang dicoba, tidak ada satu pun yang diprioritaskan. Ujung-ujungnya tidak mendapatkan apa-apa.

    Bener kata mas Agus, harus beli kaca mata kuda. Dimana belinya ya mas ? πŸ˜€

  2. fokus adalah hal yang sulit saya lakukan pada saat memulai bisnis internet.
    1 tahun saya tidak bisa apa2 karena tidak bisa fokus. terlalu banyak informasi, terlalu tamak terhadapa “dollar”.
    10 tips di atas, adalah jawaban seluruh permasalahan seorang pebisnis online. tak sulit, tapi juga tak mudah.

  3. Mengulang yang disampaikan mas Octa, kayaknya terjadi juga pada saya. Fokus dan mindset belum bener2 saya temukan
    btw ini ganti lagi ya tampilannya?

  4. Bagan alir dari visi ke misi yang diuraikan artikel di atas sangat membuka wawasan. Jarang2 menemukan artikel sejelas dan segamblang ini. Bravo mas Agus! πŸ˜€

  5. Poin terakhir “Pray” seharusnya merupakan poin terpenting. Manusia sering mengandalkan kemampuannya tanpa meminta campur tangan dari Tuhan lewat doa untuk segala usaha yang dilakukan….
    Btw baju baru nih bro… orang manado bilang “Baju baru mar stok lama” πŸ™‚

  6. Setuju sekali pak… Wong saya yang alumni pesantren dan berasal dari keluarga sederhana saja bisa jadi kontraktor dan developer kok.. (Alhamdulillah)
    Impikan dan wujudkan, tentunya dengan bantuan Tuhan..!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *