Apa Jadinya Pembina Pramuka Merangkap Guru Agama?

Persiapan Kursus Mahir Dasar dan Kursus Mahir Lanjut Pembina Pramuka di Kwaran Bareng 2018
Persiapan Kursus Mahir Dasar dan Kursus Mahir Lanjut Pembina Pramuka di Kwaran Bareng 2018

Setiap orang memiliki potensi yang berbeda-beda dan unik dalam hidupnya. Seseorang bisa saja memiliki satu atau dua potensi khusus dalam dirinya. Jika anda memiliki dua atau lebih potensi sekaligus, maka beruntunglah bagi anda karena anda bisa mengembangkan diri dalam berbagai komunitas yang bisa anda ikuti. Kali ini penulis berbagi pengalaman menjadi pembina Pramuka sekaligus guru muatan lokal keagamaan Islam. Dua profesi ini telah penulis jalani selama tiga tahun terakhir ini. Bagaimana serunya menekuni dua profesi ini? Apakah ada kendala di antara keduanya?

Organisasi kepanduan dan organisasi agama pada dasarnya memiliki tujuan yang hampir sama, yaitu membentuk karakter pemuda yang tangguh dan berakhlak mulia. Dalam prakteknya masih saja ada orang-orang yang membedakan antara pengembangan organisasi kepemudaan dengan organisasi agama. Orang-orang yang alergi agama itu merasa bahwa kelompok-kelompok remaja tidak boleh remaja tidak boleh diajarkan agama karena akan menjadi lemah. Maka sangat sering kita temui di lapangan kegiatan organisasi Karang Taruna tidak dapat bersatu dengan organisasi Remaja Masjid (remas). Kondisi ini tentu tidak kita harapkan bersama.

Kegiatan saya selama tiga tahun terakhir ini berkecimpung dalam pendidikan agama sekaligus organisasi kepemudaan. Saya aktif membina gerakan Pramuka penggalang di salah satu sekolah dasar negeri yang ada di Kabupaten Jombang. Begitu juga pada pagi hari saya mengajarkan materi pendidikan agama Islam. Keduanya dapat bersinergi dengan baik. Dasa Darma Pramuka mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang mendekati sempurna dan ideal. Darma pertama dalam Dasa Dharma adalah takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sesuai dengan sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

Bangsa Indonesia selalu menempatkan kehidupan religius sebagai nomor satu di atas berbagai tujuan sosial yang lain di masyarakat. Artinya, organisasi kepanduan seperti gerakan Pramuka sudah sewajarnya untuk dimasuki pendidikan agama. Anak-anak yang memiliki akhlak mulia akan mampu tumbuh menjadi pribadi dewasa yang memiliki kesadaran diri untuk memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Anda tidak perlu berfikir muluk-muluk dan jauh melampaui langit tingkat tujuh. Cukup perbaiki tingkah laku anda dan tunjukkan keteladanan di hadapan anak-anak dan remaja maka mereka akan mengikuti apa yang anda ucapkan.

Susahnya menggabungkan dua kegiatan kepanduan dan keagamaan adalah manakala keduanya harus berjalan secara bersamaan dalam dua tempat yang berbeda. Tidak semua kegiatan dapat disinergikan dengan baik. Saya pun seringkali harus membagi waktu antara melaksanakan kegiatan gerakan Pramuka dengan mengajar Taman Pendidikan Al-qur’an. Keduanya kadang memiliki jadwal kegiatan yang bersamaan sehingga saya harus pandai-pandai membagi waktu dan membagi konsentrasi supaya keduanya dapat berjalan dengan lancar.

Bagikan artikel ini melalui:

7 Replies to “Apa Jadinya Pembina Pramuka Merangkap Guru Agama?”

  1. Memang sangat menyenangkan jika memiliki satu atau beberapa potensi hidup yang unik dan menarik.
    tapi jangan lupa bahwa tubuh manusia hanya ada satu dan tidak bisa dibagi-bagi menjadi beberapa tempat pada waktu yang bersamaan.

  2. Perpaduan yang sangat sempurna dari iman dan taqwa serta kepandaian dan ketangkasan dalam hidup. Kereeeen kak Agus.

  3. Pramuka dan pembinaan keagamaan merupakan satu paket lengkap yang tidak di bisa dipisahkan satu sama lain.
    tetap semangat untuk membina kak!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *