Apa Sih Asyiknya Jadi Foodblogger Jombang?

Liburan seru ke Cafe Sawah di Desa Wisata Pujon Kidul Kabupaten Malang
Liburan seru ke Cafe Sawah di Desa Wisata Pujon Kidul Kabupaten Malang

Tak pernah terbayangkan saya akan menjadi seorang foodblogger Jombang. Bahkan menjadi seorang narablog pun bukan merupakan cita-cita sejak kecil saya. Ketika kecil saya lebih terpacu untuk menjadi seorang guru dan itu sudah terjadi saat ini. Awal mula saya menjadi seorang narablog atau blogger adalah ketika saya menggeluti sebuah pekerjaan yang memaksa saya jauh dari kampung halaman. Untuk mengobati rasa rindu terhadap tempat tinggal, saya pun menulis berbagai kisah masa kecil dan keunikan budaya Jombang. Lama-kelamaan kebiasaan ini menjadi karakter diri saya. Sejak tahun 2009 lalu sayapun aktif menulis artikel blog.

Tema dan topik artikel blog di sini pun telah berkembang sesuai dengan perkembangan alam berfikir saya. Di awal mula saya menulis blog, saya lebih banyak mengulas bisnis online. Maklum saja, pada waktu itu sekitar tahun 2009 sampai dengan 2012 bisnis online sedang berkembang pesat dengan berbagai model bisnisnya. Saya sempat tergila-gila bisnis afiliasi, pay per click dan terjebak skema ponzi. Namun lama-kelamaan niat mencari uang di internet mulai berubah seiring dengan perbedaan lingkungan pergaulan. Pendidikan merupakan sarana untuk mencapai kesadaran diri menjadi pribadi yang lebih manusiawi.

Tujuan menulis saya pun berubah dari money oriented dan menjadi sharing oriented atau lebih banyak berbagi pengalaman sehari-hari. Siapa sangka justru karena motivasi berbagi itulah akhirnya blog ini bisa menghasilkan lebih banyak uang secara konsisten. Dari sekian banyak genre tulisan di blog ini, akhir-akhir ini artikel yang banyak saya ulas adalah tentang makanan. Julukan foodblogger pun melekat pada diri saya karena sebagian besar teman-teman saya melihat update artikel blog ini berkisar tentang makanan.

Kuliner Mie Ayam Jamur depan GOR Merdeka Jombang

Limpahan Ide Menulis

Apa sih asyiknya jadi foodblogger? Menjadi foodblogger memungkinkan bagi saya untuk mencoba kelezatan berbagai wisata makanan khas Jombang. Wisata kuliner di Jombang saat ini telah berkembang sangat pesat. Ragam makanan yang dijual di Jombang bukan hanya makanan asli daerah Jombang tapi juga makanan lain daerah yang dikreasikan oleh warga Jombang.

Ide bisnis kuliner itu berasal dari makanan luar daerah Jombang. Makanan seblak contohnya telah menjadi salah satu wisata kuliner yang banyak diminati oleh penduduk Jombang. Kuliner seblak diyakini berasal dari kawasan Jawa Barat, sekitar kota Bandung. Namun seiring dengan besarnya minat masyarakat untuk mencoba makanan ini maka pebisnis kuliner di Jombang pun ikut-ikutan membuat kuliner seblak menurut citarasa warga Jombang

Ada kepuasan tersendiri Ketika saya bisa mengulas sebuah makanan yang dijual oleh pengusaha kuliner di Jombang. Kepuasan pertama adalah saya bisa merasakan makanan itu beserta keunikan lingkungan bisnis kuliner yang ada di Jombang. Beragam kuliner di Jombang disajikan dengan cara yang unik dan dengan suasana yang unik pula. Terdapat makanan yang disajikan dengan cara lesehan dan ada juga yang bermodel pujasera. Anda bisa memilih suasana makan yang berbeda sesuai dengan suasana hati Anda.

Kepuasan berikutnya saat saya bisa mengolah sebuah wisata kuliner Jombang adalah saya bisa mempromosikan berbagai potensi bisnis kuliner yang ada di Jombang. Mungkin saya tidak bisa terlibat langsung dalam usaha pendanaan para pelaku bisnis usaha kecil menengah (UKM) di Jombang. Namun saya bisa berpartisipasi secara aktif dalam mempromosikan menu-menu terbaru yang mereka jual di gerai makanan mereka. Inilah bentuk sinergi dari blogger dan pebisnis kuliner di era digital.

Mungkin Anda berpikir bahwa menjadi seorang foodblogger membutuhkan banyak uang karena setiap pekan kita harus makan di luar. Sesungguhnya ini bisa diakali. Makan di luar tidak harus berbiaya besar. Apalagi wisata kuliner di Jombang saat ini ditawarkan dengan harga yang cukup terjangkau. Anda hanya perlu merotasi pola makan Anda. Biaya makan tidak harus dibelanjakan di rumah tapi bisa juga dibelanjakan di luar rumah. Ini adalah strategi yang bisa digunakan supaya saya tetap mampu aktif mengulas berbagai menu baru yang di jagat bisnis kuliner Jombang. Apakah Anda juga tertarik menjadi foodblogger?

Bagikan tulisan ini:

10 Replies to “Apa Sih Asyiknya Jadi Foodblogger Jombang?”

  1. Wahhh…. sepertinya inilah yang layak disebut sebagai pahlawan marketing digital jaman now. Walaupun cuma nulis dikit dikit tapi ternyata efeknya sangat besar bagi kemajuan bisnis kuliner sedih jombang. Good luck ya mas.

  2. Menjadi blogger yang mengolah tulisan ttg makanan itu sebenarnya tidak terlalu sulit. Hanya saja kita perlu memiliki selera rasa yang cukup baik dalam menilai makanan. Karena rasa makanan itu sifatnya relatif. Satu orang bisa jadi terasa enak sedangkan pada orang lain rasanya tidak enak.

  3. Kebanyakan pengguna internet sekarang sudah menjadi food blogger.
    Tapi sayangnya mereka justru posting foto-foto mereka di akun jejaring sosial seperti Facebook Twitter dan Instagram.
    padahal foto-foto itu merupakan hak kekayaan intelektual mereka yang bisa diubah menjadi uang melalui Blog pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *