Apakah Artikel Anda Penting Dibaca?

Ulah spammer kian membuat jengkel. Sampai-sampai beberapa blog menerapkan sistem moderasi bertingkat. Dari captcha kode, akismet hingga sensor link yang tertulis di komentar. Toh semua itu tidak serta merta membebaskan sebuah blog dari komentar spam.

Namun, rasanya tidak adil kalau kita terus-terusan menghakimi mereka. Ada baiknya kita tinjau dari dalam. Maksud saya, apakah artikel yang Anda tulis memang layak dibaca dan dikomentari. Kalau pengunjung merasa tulisann Anda “nggak penting banget”, bisa jadi inilah penyebab utama berjibunnya komentar spam.

Ukuran penting dan tidak pentingnya sebuah artikel sebenarnya relatif. Setiap orang punya standard yang berbeda-beda tentang baik dan buruk, cendol dan batabig, dan sejumlah pembanding lainnya.

Namun, secara umum sebuah artikel bisa dianggap penting atau tidak penting dipengaruhi oleh hal-hal ini.

1. Kedekatan Lokasi Pembicaraan.

Kalau saya menulis artikel acara kopdar di Royal Plaza, tentu nama-nama seperti Udin Hamd, iLLa, Evan dan Andik Setyo Budiono akan memberikan antusias lebih daripada pembaca lainnya. Ini wajar saja.

Mungkin terkesan eksklusif, tapi kedekatan wilayah tempat tinggal secara tidak langsung akan memantik rasa ingin tahu yang lebih besar. Bisa jadi motivasi yang muncul adalah keinginan untuk belajar langsung kepada orang yang dianggap sukses.

2. Aktualitas

Hal ini menyangkut kesegaran isi tulisan. Pembahasan isu pencalonan Julia Perez sebagai Bupati Pacitan tentu sudah basi. Pembaca akan lebih tertarik dengan artikel yang membahas pernak-pernik pernikahan Dian Sastrowardoyo.

Kalau dalam blogging, topik yang mulai usang adalah pemanfaatan email marketing dalam menjaring prospek. Orang cenderung lebih suka membahas tips-tips seputar Facebook sebagai media promosi yang efektif, murah dan praktis.

3. Pengaruh Tulisan

Hal ini berupa seberapa besar pengaruh nyata suatu tulisan bagi kehidupan pembaca. Atau gampangnya, setelah baca tulisan Anda, apa sih manfaat yang bisa di dapat pengunjung. Bertambah pengetahuan, meningkatnya motivasi diri atau justru malah loyo karena hujan kritikan pedas.

Misalnya, rencana kenaikan tarif internet secara nasional. Bagi seorang blogger, tulisan ini jauh lebih menarik daripada berita kepergian Jeng Sri ke Amerika. Koneksi internet adalah hal vital bagi seorang blogger. Pembahasan TDI (Tarif Dasar Internet-penulis) jauh lebih berpengaruh daripada luasnya kekuasaan Jeng Sri mengatur ekonomi dunia.

4. Keakraban Satu Peristiwa

Pembaca secara umum akan lebih tertarik membaca artikel berita Arumi Bachsin yang kabur dari rumah, daripada berita Agus Siswoyo kehilangan HP. Hahaha. Ini adalah hal yang manusiawi. Seorang artis gitu, siapa yang tidak tertarik mengikuti keseharian mereka.

Kalaupun ada yang intens mengikuti berita saya, itu pasti kedua orang tua dan saudara-saudara saya di rumah. Plus beberapa penggemar setia saya. Hehehe…

Sekarang saya balikkan ke Anda. Sudah cukup pentingkah tulisan Anda untuk dibaca pengunjung? Atau justru Anda menganggap tulisan saya kali ini nggak penting banget? Monggo di-share disini.

2 Replies to “Apakah Artikel Anda Penting Dibaca?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *