Bagaimana Cara Memilih Jodoh Ideal Dalam Pernikahan?

Bagaimana Kelanjutan Karir Shaheer Sheikh Setelah Mahabharata Usai?
Bagaimana Kelanjutan Karir Shaheer Sheikh Setelah Mahabharata Usai?

Apa kabar sobat blogger Jombang? Kita bertemu lagi dalam artikel blog The Jombang Taste yang membahas pengetahuan membangun rumah tangga. Bagi Anda yang bersiap melangsungkan pernikahan, artikel ini sangat sesuai And abaca. Dan bagi Anda yang masih betah hidup melajang, tak ada salahnya jika Anda memahami pengetahuan ini untuk membekali diri dalam melangkah ke jenjang berikutnya.

Perjodohan tidak harus melalui pintu cinta. Kini banyak orang yang telah mengkultuskan cinta. Padahal cinta saja tidak menjamin rumah tangga bertahan lama tanpa adanya ketaatan kepada Allah SWT. Cinta itu bisa tumbuh seiring dengan perjalanan waktu selama berumah tangga. Cuma ada syaratnya, yakni niat karena Allah SWT dan bukan karena materi semata.

Memilih teman hidup dalam menjalani bahtera rumah tangga merupakan hal yang sangat mutlak dilakukan oleh setiap manusia. Barangsiapa yang sanggup memilih temannya secara tepat, berarti dia telah mampu meletakkan landasan penting untuk mewujudkan kebahagiaan di masa depannya. Pemikiran tersebut wajar saja terlintas dalam otak kita mengingat setiap orang berharap pernikahannya terjadi hanya sekali dalam seumur hidupnya.

Suatu hal yang logis bila agama mengajarkan kebahagiaan bagi umatnya tentang cara memilih teman hidup. Pengalaman telah menunjukkan bahwa keberhasilan atau kegagalan kehidupan suami-isteri sangat ditentukan oleh sejauh mana kepatuhan terhadap cara yang telah dituntunkan oleh agama. Nilai-nilai agama tetap relevan digunakan sebagai petunjuk hidup manusia sampai akhir zaman.

Dasar-dasar dari sistem pemilihan calon pasangan hidup bermacam-macam. Tetapi secara garis besarnya adalah keharusan untuk saling kenal mengenal diantara kedua belah pihak. Perkenalan itu tidak hanya terbatas pada pengetahuan secara fisik, tetapi lebih luas lagi pada penilaian apakah masing-masing pihak sesuai dengan yang lain.

Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mencari calon pendamping hidup? Ukuran terpenting untuk mewujudkan keserasian dan kestabilan adalah kesesuaian dalam prinsip, nilai-nilai, kecenderungan-kecenderungan, pemikiran, watak, keinginan-keinginan, kesukaan-kesukaan, dan pandangan hidup secara umum. Sesuai tidak berarti seragam. Sesuai adalah mampu menyesuaikan perbedaan sehingga menghasilkan kebaikan.

Kemaslahatan bagi masing-masing pihak sangat ditentukan oleh tingkat kesesuaian diantara keduanya. Karena kebahagiaan dan kenikmatan ditentukan oleh kesepadanan, kesesuaian dan keserasian. Mewujudkan keserasian sikap pun membutuhkan pelatihan berulang dan waktu yang tidak sebentar. Disinilah manfaat tahap perkenalan memainkan peranannya.

Kalimat suci yang sudah terkenal mengatakan:

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula).

Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).

Tetaplah optimis dalam memandang masa depan. Jodoh, rejeki dan kematian setiap manusia sudah ditentukan oleh takdir-Nya. Sudah selayaknya kita berbaik sangka pada ketentuan-Nya.

Ciri-ciri Istri Teladan

Istri teladan adalah istri yang selalu tampil dengan rapi dan bersih di depan suaminya. Dia suka menjaga kebersihan diri, rumah beserta perlengkapannya, karena dia menyadari bahwa kebersihan lebih kekal daripada kecantikan. Istri yang mengabaikan kebersihan akan dijauhi suaminya, sehingga mendorong suaminya untuk terlempar dalam pelukan wanita lain.

Istri teladan adalah istri yang mentaati suaminya dalam masalah yang bukan bertujuan mendurhakai Allah. Dalam hal berbuat kemaksiatan, dia tidak mentaatinya, tetapi memberi nasihat dengan lembut. Istri teladan adalah wanita yang taat kepada Allah dan menunaikan hak-hak suami. Dia memelihara diri dan harta benda di saat suaminya tidak ada di rumah. Dan dia juga memelihara rahasia-rahasia keluarga.

Istri teladan adalah istri yang mendidik sediri anak-anaknya. Istri teladan tidak membiarkan anaknya dididik oleh pelayan atau berkeliaran bermain sendiri. Anak-anaknya dididik untuk menjadi orang yang shalih, berbudi baik, dan merasa bertanggungjawab untuk membangun masyarakat.

Istri teladan adalah istri yang menerima dengan rela pemberian suaminya, baik sedikit maupun banyak. Dia tidak meminta sesuatu yang tidak dapat dipenuhi oleh suaminya. Isteri teladan tidak meminta sesuatu yang kurang penting.

Istri teladan adalah isteri yang pandai mengatur urusan rumah tangga dan membelanjakan harta dengan sebaik-baiknya. Pengaturan yang baik tidak hanya dalam penggunaan harta, tetapi meliputi segala yang berkaitan dengan urusan rumah tangga.

Istri teladan adalah paham cara pemeliharaan pakaian dan perabot lain sehingga bisa mengawetkan pengunaannya. Hal tersebut sangat berpengaruh bagi kebahagiaan dan kegembiraan seluruh anggota keluarga karena secara tidak langsung telah ikut meringankan beban suami. Dengan sendirinya suami akan lebih mencintainya.

Istri teladan adalah adalah istri yang berakhlaq baik. Setiap ucapan dan tindakannya selalu menyenangkan suami. Sebaliknya, dia tidak memancing kesusahan dan mengganggu kehidupannya. Dia selalu menyambut suaminya dengan perkataan yang baik dan senyum yang mesra. Dia selalu menjadi sumber kesenangan dan kegembiraan.

Istri teladan adalah istri yang pandai bergaul dengan keluarga suaminya, terutama dengan ibunya. Oleh karena itu dia harus menunjukkan sikap kasih sayang terhadap ibu mertuanya dengan penuh penghormatan. Istri teladan adalah istri yang mensyukuri kebaikan suaminya, karena hal itu akan mendorong suaminya untuk lebih memperbanyak kebaikan.

Istri teladan adalah isteri yang selalu menghormati perasaan suaminya. Istri teladan dapat berkata baik dan tidak melukai perasaan suami atau menimbulkan kekecewaan. Dia selalu berusaha menyenangkan, mencintai dan memuliakan suaminya. Dengan demikian, keserasian ikatan suami dan istri dapat selalu terjaga.

Jodha Akbar Wallpaper
Jodha Akbar Wallpaper

Boleh Cemburu, Asal Jangan Berlebihan

Kehidupan rumah tangga pernikahan suami isteri harus saling mempercayai, sehingga kehidupan mereka dapat berjalan dengan tenang dan serasi. Suami isteri tidak boleh berprasangka yang berlebihan, tidak boleh memata-matai dan tidak boleh cemburu yang berlebihan. Karena semua perbuatan itu bisa menyebabkan terputusnya tali cinta, menyusahkan penghidupan dan mengeruhkan hubungan.

Suami isteri boleh cemburu asalkan masih dalam batas yang wajar, sekedar menyadarkan pasangannya bahwa dia menjadi tempat perhatian. Yang termasuk cemburu yang diperbolehkan adalah ketika seorang wanita memberikan apel bekas gigitannya kepada pria lain sehingga tindakan tersebut dapat membangkitkan nafsu seksual pria lain tersebut. Kecemburuan terhadap hal tersebut adalah hal yang wajar dan justru menjadi suatu keharusan.

Bagaimana cara menghadapi pasangan yang sedang dilanda cemburu buta? Bila terjadi kecemburuan, suami isteri hendaknya memiliki jiwa pemaaf. Orang yang dicemburui hendaknya melihat kecemburuan itu dengan pandangan kasih sayang. Karena dia menyadari bahwa kecemburuan itu didorong oleh rasa cinta dan takut akan kehilangan orang yang dicintainya.

Seorang suami harus memiliki sifat sabar dalam menghadapi isteri yang pencemburu. Sikap temperamental tidak akan menyelesaikan masalah kecemburuan hati. Memang benar lirik lagu yang dipopulerkan oleh Vidi Aldiano bahwa cemburu menguras hati dan menyebabkan seseorang menjadi galau. Oleh karena itu, jagalah hati Anda untuk cemburu sekedarnya saja. Hindari cemburu yang berlebihan karena dalam kecemburuan terselip jutaan kasih sayang terhadap pasangan.

Istri Tidak Penuhi Kewajiban Kepada Suami

Kehidupan modern menyebabkan banyak wanita yang berstatus sebagai istri ikut bekerja membantu suaminya mencari nafkah. Istri ikut memikul tanggungjawab mencari uang sehingga aktifitas bekerja di luar rumah lebih mendominasi rutinitas istri. Kewajiban istri terhadap suami dan anak-anak mereka pun sedikit terabaikan. Salah satunya adalah isteri menjadi lebih jarang bertemu suami dan bercinta.

Penyebab kemalasan seorang isteri untuk bercinta dengan suaminya pun bermacam-macam. Alasan yang paling logis adalah kelelahan setelah bekerja sehari. Penyebab lain adalah istri merasa lebih superior dari suami sehingga isteri mulai berani menolak permintaan suami. Mungkin isteri tersebut lupa bahwa tugas utama di rumah adalah melayani suami dan membesarkan anak-anaknya dengan kasih sayang dan perhatian.

Agama memberikan peringatan kepada seorang isteri yang tidak mau memenuhi keinginan seksual suaminya karena dikhawatirkan akan timbul akibat-akibat yang buruk. Isteri yang tidak mau memenuhi kewajiban seksual bisa mengguncangkan pikiran suaminya. Suami akan mengira bahwa istrinya sudah tidak mencintainya lagi atau mungkin suaminya akan terlempar dalam pelukan wanita lain dengan cara yang tidak sah.

Maka apabila ada seorang suami memanggil isterinya ke atas ranjang tetapi isteri menolaknya hingga suaminya tertidur dalam keadaan marah, maka para malaikat melaknatnya sampai pagi. Bahkan apabila seorang suami mengajak isterinya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, maka isteri hendaknya memenuhinya meskipun ia sedang sibuk melaksanakan kegiatan memasak di dapur.

Cinta Terlarang Ibarat Buah Simalakama

Cinta bisa datang kapan saja dan dimana saja kepada setiap manusia, termasuk bagi mereka yang sudah berumahtangga. Kekuatan cinta mampu menerobos sekat-sekat hati nurani sehingga pertahanan diri manusia menjadi jebol tak berdaya. Ia lupa bahwa ikatan pernikahan telah ternoda oleh sebuah perselingkuhan. Tidak ada satupun tetes aliran darah yang tidak menyalurkan sel-sel darah berbaur asmara. Itulah liku-liku kehidupan romansa manusia yang terlahir menghendaki perhatian dan ingin berbagi kasih sayang kepada yang lain.

Namun apa jadinya bila cinta itu hadir pada saat yang tidak tepat. Apa jadinya bila cinta yang semestinya melahirkan kebahagiaan itu justru menjadi sebuah bencana karena sifatnya yang terlarang. Cinta terlarang, sebuah kondisi bak mendapat sajian buah simalakama. Didiamkan salah, dimakan pun salah. Jika memilih meneruskan kisah cinta maka kita harus siap menghadapi hujatan banyak orang. Namun bila kisah itu harus diakhiri hanya akan mengakibatkan penderitaan batin yang tidak berujung.

Ada banyak cara Tuhan menghadirkan cinta. Mungkin engkau adalah salah satunya. Namun engkau datang disaat yang tidak tepat. Cintaku telah dimiliki. Bila akhirnya harus ku akhiri sebelum cintamu terlalu dalam. Maafkan diriku memilih setia walaupun ku tahu cintamu lebih besar darinya. Maafkan diriku tak bisa bersamamu walau besar dan tulusnya rasa cintamu. Tak mungkin untuk membagi cinta tulusku karena ku memilih setia.

Lirik lagu Memilih Setia dari Fatin Shidqia Lubis mewakili sebagian konflik batin yang terjadi ketika seseorang dilanda cinta terlarang. Cinta terlarang merupakan kondisi pelik yang hadir pada saat seseorang sudah memiliki cinta sejati. Antara memakan buah simalakama dan mendiamkan saja. Kedua-duanya mengandung konsekuensi logis dari keadaan membiarkan hati diliputi oleh cinta terlarang yang menyenangkan sekaligus menyesakkan.

Pada akhirnya, kita harus memiliki pilihan tegas dalam bersikap dengan beragam resiko yang mungkin terjadi di kemudian hari. Maka nikmati cinta terlarang itu selama tidak merugikan diri Anda sendiri dan orang lain. Dan segera padamkan percik api asmara terlarang itu sebelum membakar biduk rumah tangga Anda. Cinta terlarang bukan cintanya yang tidak diperbolehkan, tapi kepada siapa ekspresi cinta itu diberikan itulah letak inti permasalahan.

Mendampingi Pasangan Yang Tidak Dicintai

Ada kalanya kita terjebak pada dilema harus hidup bersama orang yang tidak dicintai. Mungkin sebagian dari kita sedang membenci sesuatu sedangkan hal itu sangat baik bagi hidup kita. Dan barangkali kita sedang menyukai sesuatu sedangkan hal itu sangat buruk bagi kehidupan kita di masa depan. Padahal sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui apa yang sedang terjadi dan segala sesuatu yang akan terjadi di masa depan setiap manusia.

Begitu juga dalam menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh misteri. Ada kalanya seorang suami atau isteri harus menjalani kehidupan pernikahan dengan orang yang tidak pernah mereka cintai. Pernikahan yang tidak didasari oleh rasa cinta seringkali terjadi karena dilandasi oleh keinginan untuk menguasai harta pasangan, niat untuk membalas budi, maupun motif kepentingan politis kelompok tertentu.

Apa yang harus kita lakukan bila hidup kita harus dihabiskan dengan pasangan yang tidak pernah kita cintai? Mari kita kembalikan semua permasalahan kepada nilai-nilai moral yang terkandung di dalam ajaran agama. Allah mewajibkan kaum lelaki untuk tetap memperlakukan isterinya dengan baik, meskipun dia kurang menyukainya. Siapa tahu ada kebaikan dibalik ketidaksukaannya itu. There is always blessing in disguise.

Jika kita tidak menyukai seseorang, maka barangkali kita sedang tidak menyukai sebagian perilaku orang tersebut, sedangkan mungkin saja Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. Lihatlah baiknya, abaikan keburukannya. Maka tenangkan kemarahan yang mendidih dan ringankan segala kebencian sehingga dapat mengembalikan hubungan suami isteri menjadi tenang.

Menyadari eratnya ikatan pernikahan yang tidak terbatas pada hubungan antara dua orang, tetapi mencakup hubungan dengan Allah. Suatu ikatan yang paling erat dan kekal. Ajaran agama menjadikan rumah  sebagai tempat perlindungan yang aman dan  memandang hubungan  suami-isteri sebagai ikatan cinta dan kasih sayang serta kesenangan. Dan menegakkan ikatan itu berdasarkan kepemilikan mutlak supaya berlangsung atas dasar keserasian, saling menyayangi dan mencintai.

Semoga artikel ini bisa memberi inspirasi untuk Anda dalam menciptakan rumah tangga yang harmonis dan romantis.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *