Balada Sendok dan Garpu di Meja Biru

sendok dan garpu
sendok dan garpu tidak pernah mau tahu apa yang kamu rasakan…

Sore bertabur rinai hujan menghadirkan perut lapar pada setiap insan. Sepasang sendok dan garpu menunggu kehadiran manusia di meja biru. Sendok selalu bertanya kepada dirinya sendiri. Siapakah manusia yang akan menjemputku. Apakah aku akan menghapus lapar manusia bijak. Ataukah aku hanya mengenyangkan perut penjahat keparat.

Aku tidak bisa memilih kepada siapa aku akan dimanfaatkan. Aku hanya menerima nasib bahwa benda mati selamanya akan dianggap mati. Mereka tidak tahu bahwa saat malam menjemput insan, aku akan bercengkerama dengan belanga, penggorengan, sengkalan, dan segenap warga dapur yang terhormat.

Aku tidak mampu merasa pedas dan manis hidangan. Aku hanya kau gunakan sebagai alat pembawa kekenyangan. Setelah kau kenyang, sedetik berlalu aku telah kau lupakan. Inilah sebuah kenyataan dari sendok dan garpu seperti aku. Manusia menciptakan aku untuk digunakan agar lebih bermakna. Selebihnya, aku terbuang.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *