Berbagi Motivasi Islami di Acara Bukber Murid SDIT Al-Khalifa Mojowarno Jombang

View this post on Instagram

Pondok Ramadhan + bukber = MANTUL

A post shared by SDN Latsari (@sdnlatsari) on

Penulis berkesempatan menghadiri acara buka puasa bersama atau bukber di SDIT Al Khalifa pada Rabu, 29 Mei 2019 lalu. SDIT Al Khalifa terletak di Jalan Raya Selorejo Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Lokasi sekolah ini berdekatan dengan Pasar Menganto. Oleh karena itu hiruk-pikuk kendaraan terdengar dari tempat parkir sekolahan. Keramaian jalan raya itu tidak menyurutkan langkah 107 orang murid SDIT Al Kahfi untuk mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan di sekolah.

“Selamat datang di sekolah kami,” sambut Pak Miftah, guru SDIT Al Khalifa yang terkenal ramah dan penyayang anak.

Penulis tiba di halaman sekolah SDIT Al Khalifa menjelang pukul 16.00 WIB. Penulis mendengar para siswa sedang melakukan murottal hafalan Al-qur’an juz 30 ketika penulis tiba di sana. Penulis pun segera disambut oleh salah seorang guru pria dan mempersilakan penulis untuk beristirahat di kantor kepala sekolah. Inilah kesempatan perdana bagi penulis untuk mengunjungi salah satu sekolah dasar Islam di Kecamatan Mojowarno.

Tebar Motivasi Islami pada Perayaan Hari Raya Idul Qurban di SDN Kedungpari 1 Tahun 2017

Sebelum penulis tampil mempresentasikan motivasi Islami kepada para peserta Pondok Ramadhan dan bukber, penulis menyempatkan diri untuk berkomunikasi dengan kepala SDIT Al Khalifa. Ternyata selama ini beliau menunggu-nunggu kehadiran para guru muatan lokal keagamaan Islam melalui program pertukaran guru. Program ini berlangsung dalam acara peringatan hari besar Islam dan event Pondok Ramadhan di sekolah.

“Program pertukaran guru mulok kemarin sangat diapresiasi oleh para kepala sekolah. Kegiatan itu bisa jadi penyegaran belajar siswa di sekolah,” demikian disampaikan oleh Pak Syahroni, Kepala SDIT Al Khalifa.

Tahun ini pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Mojowarno mata pelajaran muatan lokal keagamaan Islam Kecamatan Mojowarno tidak mengagendakan program pertukaran guru untuk mengisi kegiatan Pondok Romadhon. Oleh karena itu terdapat semacam kerinduan bagi para kepala sekolah terhadap kehadiran guru mulok keagamaan Islam di sekolah mereka.

Penulis memasuki ruangan kelas tempat dilaksanakannya kegiatan Pondok Ramadhan pada pukul 16.10 WIB. Para siswa SDIT Al Khalifa pun memandang penulis dengan heran seperti melihat orang asing untuk pertama kalinya. Namun rasa canggung mereka itu tidak bertahan lama ketika penulis dipersilahkan untuk menyampaikan memberikan tausiyah.

Penulis segera mengajak para siswa untuk bernyanyi bersama. Penulis memilih lagu ‘Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya’ untuk menjelaskan pengertian puasa dan beberapa amalan Sunnah di bulan Ramadhan.

“Ada anak bertanya pada bapaknya
Buat apa berlapar lapar puasa
Lapar mengajarmu rendah hati selalu
Tadarus artinya memahami kitab suci
Tarawih mendekatkan diri pada Ilahi”

Demikian beberapa baris lirik lagu rohani yang dipopulerkan oleh grup Bimbo.

Kendati para siswa tidak mampu menyanyikan lagu itu dengan nada yang benar, penulis tetap melanjutkan aktivitas bernyanyi hingga usai.

View this post on Instagram

Asiiik… Ada yang dapat hadiah nih.

A post shared by SDN Latsari (@sdnlatsari) on

Ditengah-tengah acara bernyanyi, penulis mengajak dua orang siswa untuk memperagakan adegan seorang anak yang bertanya kepada bapaknya. Kontan saja kegiatan ini menghasilkan canda-tawa di kalangan para siswa. Mereka pun mendapat hiburan gratis dari dua orang teman mereka yang tampil di depan.

“Kok saya sih yang disuruh maju kedepan?” demikian disampaikan oleh Dion, salah satu peserta acara bukber SDIT Al Khalifa yang maju ke depan untuk memperagakan adegan anak bertanya kepada bapaknya.

Kendati dua anak itu tidak percaya diri untuk tampil di depan panggung, mereka tetap melaksanakan tugasnya dengan baik.

Hujan turun dengan deras ditengah-tengah acara. Penulis pun harus menghentikan kegiatan tausiah selama 5 menit. Para siswa berhamburan keluar kelas untuk menyelamatkan barang-barang mereka yang kehujanan di luar sana. Usai mengamankan barang bawaannya, mereka pun kembali ke ruangan kelas dengan tertib.

“Alhamdulillah hari ini turun hujan. Ini adalah berkah kegiatan Pondok Ramadhan di sekolah,” demikian disampaikan oleh Pak Irfan, salah satu guru SDIT Al Khalifa di sela-sela acara.

Penulis menggunakan LCD proyektor untuk menghasilkan visualisasi yang menarik bagi anak-anak peserta kegiatan Pondok Ramadhan SDIT Al Khalifa. Anak-anak adalah makhluk yang mudah bosan sehingga kita harus pintar memanipulasi suasana agar selalu menyenangkan.

Penulis menggunakan foto-foto kegiatan siswa SDIT Al Khalifa untuk menghubungkan emosi pembicara dan audiens. Penulis mendapatkan koleksi foto itu dari dua orang guru SDIT Al Khalifa beberapa hari sebelumnya. Persiapan membuat slide presentasi terbilang cukup mudah namun harus tetap dilaksanakan supaya anak-anak tertarik dan memiliki konsentrasi penuh pada presentasi yang penulis lakukan.

View this post on Instagram

Anak hebat berani tampil.

A post shared by SDN Latsari (@sdnlatsari) on

Materi utama tausiyah masih berkisar tentang hikmah puasa bagi perbaikan karakter diri manusia. Umat Islam yang menjalankan ibadah puasa akan diajarkan untuk berlatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu dan peduli terhadap sesama.

Perumpamaan yang penulis gunakan adalah proses metamorfosis seekor ulat menjadi kupu-kupu. Ulat adalah simbol manusia yang rakus dan dibenci oleh orang lain. Agar bisa berubah bentuk dan disukai oleh orang lain, maka seekor ulat harus berdiam diri selama beberapa hari untuk menjadi kepompong.

Kepompong melakukan proses menahan diri dari makan dan minum selama berhari-hari untuk bisa menjadi kupu-kupu yang indah. Itulah bentuk perumpamaan sederhana yang penulis gunakan untuk menjelaskan proses perbaikan diri seorang muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Penulis menghentikan kegiatan presentasi di hadapan anak-anak ketika waktu menunjukkan pukul 17.10 WIB. Para guru SDIT Al Khalifa selaku panitia pelaksana bersiap untuk mengumumkan persiapan buka puasa bersama.

Anak-anak digiring satu persatu sesuai dengan kelas mereka ke tempat yang telah ditentukan. Anak-anak itu pun segera diberikan makanan takjil untuk berbuka puasa. Adzan maghrib terdengar dari arah jalan raya. Semua warga sekolah membatalkan puasa dengan makan takjil.

Usai menyantap makanan takjil itu para siswa SDIT Al Kahfi dan juga semua tamu undangan melaksanakan salat magrib secara berjamaah di ruangan kelas. Usai melaksanakan salat magrib berjamaah para siswa dan tamu undangan menikmati makanan buka puasa.

Penulis berpamitan kepada guru-guru SDIT Al Khalifa tepat pukul 18.30 WIB. Cuaca di luar sedang turun hujan dengan deras. Meski demikian penulis bersikeras untuk melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.

“Terima kasih telah hadir dan berbagi motivasi untuk anak-anak kami,” ujar Pak Miftah di akhir pertemuan kami.

Kegiatan buka puasa bersama siswa SDIT Al Khalifa kali ini memberikan pengalaman yang berbeda kepada penulis. Anak-anak yang hebat itu tercipta oleh lingkungannya hebat pula. Semangat para siswa patut mendapat apresiasi. Semoga presentasi penulis tadi bisa memberikan manfaat dan menambah motivasi Islami pada diri siswa.

Bagikan tulisan ini:

4 Replies to “Berbagi Motivasi Islami di Acara Bukber Murid SDIT Al-Khalifa Mojowarno Jombang”

  1. Acara inspiratif begini harus sering diliput dan disiarkan kepada guru-guru lain. Jangan sampai guru-guru itu cuma hanya bisa mengajar saja tapi tidak bisa menginspirasi anak-anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

  2. Sungguh super sekali! kegiatan seperti ini patut dicontoh oleh guru-guru muda yang lain. siapapun kita bisa memberi inspirasi dan semangat bagi yang lain. jangan pernah berhenti berbagi manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *